Da'wah

Didiklah Keluargamu Untuk Menjaga Shalat

Ada satu perintah yang agung;A� namun banyak orang yang kurang memperhatikannya. Yaitu apa yang Allah Azza wa Jalla firmankan:

U?UZO?U�U�U?O�U� O?UZU�U�U�UZU?UZ O?U?O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZO�O�U�O�UZO?U?O�U� O?UZU�UZUSU�U�UZO� U� U�UZO� U�UZO?U�O?UZU�U?U?UZ O�U?O?U�U�U�O� U� U�UZO�U�U�U? U�UZO�U�O?U?U�U?U?UZ U� U?UZO�U�U�O?UZO�U�U?O?UZO�U? U�U?U�O?U�UZU�U�U?UZU�U�

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha/20: 132)
Ini adalah perintah Allah Azza wa Jalla kepada Nabi Muhammad shallallahu a�?alaihi wa sallam. Dan perintah kepada Nabi juga sekaligus perintah kepada umatnya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya di sini. Maka menjadi kewajiban setiap orang tua dan wali seorang anak, agar ia benar-benar memperhatikan anak-anak mereka dan memantau terus tentang shalat mereka, yang merupakan rukun Islam paling agung setelah dua kalimat syahadat. Setelah orang tua benar-benar menjaga shalat dirinya sendiri, sehingga ia menjadi teladan bagi sang anak; kemudian ia memantau anak-anaknya, dengan memberikan motivasi agar selalu menunaikan dan menjaga shalatnya.
Ayat ini menunjukkan dua hal agung yang harus direalisasikan:

  1. Seseorang harus memperhatikan dirinya dalam menjaga dan bersabar dalam mendirikan shalat. Sebab dalam hidup ini banyak hal yang bisa memalingkan dari shalat, dan membuatnya tidak bisa menjaga shalat pada waktunya. Jadi, banyak hal yang membuat seorang lalai. Karena kondisi seperti ini, maka seseorang perlu untuk bersabar, bersungguh-sungguh dan terus memantau diri, agar istiqamah dalam menjaga shalatnya.
  2. Memberikan perhatian terhadap mereka yang berada di bawah kendalinya, seperti istri maupun anak. Yaitu dengan memberikan pengajaran untuk selalu menjaga shalat, dan selalu memantau mereka. Dalam hal ini, terdapat hadits dari riwayat Abu Daud dalam Sunnannya, dari hadits Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhu; bahwa Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabdba:

U�U?O�U?U?O� O?UZU?U�U�UZO�O?UZU?U?U�U� O?U?O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O?U? O?U?U�U?USU�UZO? U?UZO�O�U�O�U?O?U?U?U�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�UZO�O? U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O�U?O? U?UZU?UZO�U�U?U�U?U?O� O?UZUSU�U�UZU�U?U�U� U?U?US O�U�U�U�UZO�UZO�O�U?O?U?

Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat, ketika mereka berusia 7 tahun. Dan pukullah mereka bila meninggalkannya ketika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah di antara mereka (anak lelaki dan perempuan) dalam hal tempat tidur.
 
Mereka harus diperhatikan dan dipantau semenjak usia dini. Semenjak usia 7 tahun, anak sudah diperintahkan dan didorong untuk mendirikan shalat. Bila ia melalaikan shalat, padahal ia telah berusia 10 tahun, maka ia bisa dipukul dengan pukulan ringan yang tidak melukai. Ini adalah pukulan pengajaran, bukan untuk menyakiti.
Kedudukan shalat sangatlah agung. Bila diperhatikan, banyak kelalaian berasal dari pihak orang tua. Masih ada orang tua yang menyia-nyiakan shalat, sehingga ia tidak bisa menjadi contoh baik untuk anak-anaknya. Sehingga anak-anaknya tumbuh dengan melalaikan dan menyia-nyiakan shalat. Karena mereka tumbuh sesuai dengan didikan orang tua.
Sungguh, perilaku orang tua yang menyepelekan masalah shalat terhadap anak-anaknya, merupakan perilaku yang sangat buruk. Perhatikan ucapan Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah, yang mengkhususkan para bapak dalam masalah yang sangat penting ini. Beliau berkata: a�?Barang siapa tidak memperhatikan untuk mengajarkan hal bermanfaat kepada anaknya, namun justru ia meninggalkannya begitu saja, maka sungguh ia telah berbuat sangat buruk sekali kepada sang anak. Yang sering terjadi, rusaknya anak disebabkan karena orang tua, yang tidak memperhatikan mereka, dan tidak mengajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah agama. Para bapak telah menyia-nyiakan mereka saat kecil, sehingga sang anak tidak bisa bermanfaat lagi bagi dirinya, dan juga tidak bisa memberi manfaat kepada orangtua mereka di saat dewasa.a�?
 
Sungguh benar wahai kaum Muslimin. Masalah ini adalah hal yang sangat penting sekali. Sehingga yang pertama-tama, orang tua haruslah bisa menasehati dirinya sendiri; kemudian menasihati istri dan anak-anak; dengan memberi pengajaran tentang masalah shalat; serta mengajak mereka agar selalu menjaga shalat.
Sedangkan engkau wahai anak! Bila Allah memuliakanmu dengan mempunyai orang tua yang memperhatikan masalah shalatmu, maka jangan sekali-kali engkau merasa terusik atau dongkol dikarenakan orang tua selalu memantau shalatmu! Karena sesungguhnya orang tua sejatinya tengah berusaha menyelamatkanmu dari murka Allah Azza wa Jalla, guna menuju ridha Allah Azza wa Jalla.
Perhatikanlah pujian Allah Azza wa Jalla yang begitu harum kepada Nabi Ismaa��il a�?alahi sallam. Allah berfirman:

U?UZU?UZO�U�UZ USUZO?U�U�U?O�U? O?UZU�U�U�UZU�U? O?U?O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZO�U�O?U�UZU?UZO�O�U? U?UZU?UZO�U�UZ O?U?U�U�O?UZ O�UZO?U�U?U�U? U�UZO�U�O�U?USU�U�O�

Dan ia (ismail) menyuruh ahlinya (yaitu keluarga dan juga umatnya) untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya. (QS. Maryam /19:55)
 
Benar! Beliau sorang yang diridhai Allah Azza wa Jalla Sebab ia telah mengambil sebab-sebab, yang dengannnya ia mendapatkan ridha Allah Azza wa Jalla. Dan yang paling besar adalah perhatiannya terhadap shalat, dengan menjaga, dan mengajarkannya pada anak-anaknya serta mendidik mereka untuk selalu menjaganya.
Di samping itu, kita pun harus dengan tulus memohon kepada Allah Azza wa Jalla, agar Allah Azza wa Jalla menjadikan kita dan anak-anak kita termasuk orang yang ahli shalat dan selalu menjaganya. Dan di antara doa agung terkait hal ini adalah doa Nabi Ibrahim a�?alahi sallam :

O�UZO?U�U? O�O�U�O?UZU�U�U�U?US U�U?U�U?USU�UZ O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZU�U?U�U� O�U?O�U�U?USU�UZO?U?US Us O�UZO?U�UZU�UZO� U?UZO?UZU�UZO?U�UZU�U� O?U?O?UZO�O?U?

Ya Rabb-ku jadikanlah anak dan cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. (QS. Ibrahim /14:40)
Imam Malik meriwayatkan dalam Muwaththaa�� dari Zaid bin Aslam dari ayahnya: bahwa Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu biasa shalat malam sesuai dengan apa yang Allah Azza wa Jalla kehendaki. Hingga bila tiba di penghujung malam, beliau berseru: a�?Shalat, shalatlah!a�? kemudian beliau membacakan ayat ini:
 
Maka, renungkanlah bagaimana keadaan kaum salafus shalih menyikapi arahan Rabbani yang agung ini! Kemudian bandingkan dengan keadaan banyak manusia yang menyepelekan shalat; serta bagaimana mereka tidak mengajarkan kewajiban yang agung ini! Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar memberi taufiq kepada kita, untuk selalu menjaga shalat. Dan agar Allah Azza wa Jalla memperbaiki anak-anak dan keluarga kita. Serta agar menjadikan kita dan mereka termasuk orang-orang yang selalu menegakkan shalat.
 
Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 12/Thn XIX/Jumadil Akhir 1437H.

READ MORE

14 Tanggapan dari para pemimpin Muslim tentang keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Dunia telah memiliki banyak reaksi beragam terhadap keputusan Presiden Donald Trump untuk memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem, sehingga mengenalnya sebagai ibu kota Israel. Dunia Arab dan Islam, khususnya, telah menemukan berita ini sangat mengganggu karena langkah tersebut secara efektif mengabaikan hak-hak orang Arab Palestina dan klaim Muslim atas kota suci tersebut. IUMS (International Union of Muslim Scholars) telah menggambarkan keputusan AS sebagai “langkah provokatif yang dapat mendorong kawasan ini ke ambang neraka.” Langkah tersebut, serikat pekerja menambahkan, “akan mendorong orang-orang Palestina, Arab dan Muslim untuk membela kota suci mereka dengan cara apapun yang diperlukan. ”
Tapi bagaimana para ilmuwan Muslim dan pemimpin politik bereaksi terhadap berita ini?
 
Presiden Recip Tayyip Erdogan: Turki
“Mengambil langkah seperti ini menempatkan dunia, terutama wilayah, dalam lingkaran api. Hey Trump, apa yang ingin kamu lakukan? Pendekatan macam apa ini? Pemimpin politik tidak membangkitkan banyak hal, mereka berusaha berdamai. Mr Trump! Yerusalem adalah garis merah bagi umat Islam. ”
 
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas: Palestina
“Tindakan tercela dan ditolak ini merupakan upaya yang disengaja untuk semua upaya perdamaian. Dia mewakili sebuah deklarasi bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari memainkan peran yang telah dimainkannya dalam beberapa dekade terakhir dalam mensponsori proses perdamaian. Administrasi Trump melanggar resolusi internasional dan kesepakatan bilateral dan keputusan ini merupakan hadiah bagi Israel karena menolak kesepakatan dan menentang legitimasi internasional yang mendorongnya melanjutkan kebijakan pendudukan, penyelesaian, apartheid dan pembersihan etnis. ”
 
Ayatullah Agung Sayed Ali Al-Sistani: Irak
“Keputusan ini dikutuk dan dicela, ini menyakitkan perasaan ratusan juta orang Arab dan Muslim, tapi tidak akan mengubah kenyataan bahwa Yerusalem adalah daerah yang diduduki yang harus kembali ke kedaulatan pemilik Palestinanya tidak peduli berapa lama mengambil.
 
Sheikh Ahmed Al-Tayeb dari Al-Azhar: Mesir
“Kami memperingatkan dampak serius keputusan A.S. tentang identitas kota suci tersebut. Mengakui Yerusalem yang diduduki sebagai ibu kota entitas Zionis – dan pengalihan kedutaan ke kota – merupakan penyangkalan yang mencolok terhadap hak-hak Palestina dan Arab. ”
 
Perdana Menteri Haider Alabadi: Irak
“Kami berhati-hati terhadap dampak berbahaya dari keputusan ini mengenai stabilitas kawasan dan dunia. Pemerintah AS harus mundur dari keputusan ini untuk menghentikan eskalasi berbahaya yang akan mendorong ekstremisme dan menciptakan kondisi yang menguntungkan terorisme. ”
 
Ayatullah Agung Ali Khamenei: Iran
“Ini karena keputusasaan bahwa mereka ingin menyatakan Al Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Tentang masalah Palestina, tangan mereka terikat dan mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka. Kemenangan milik umat Islam. Palestina akan bebas, bangsa Palestina akan meraih kemenangan. ”
 
Presiden Joko Widodo: Indonesia
“Indonesia dengan keras mengecam pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan ini.”
 
Presiden Hassan Rouhani: Iran
“Hari ini, musuh telah meluncurkan sebuah konspirasi baru melawan kaum Muslim dan telah menargetkan tujuan besar pembebasan Quds Suci. Al-Quds milik Muslim dan Palestina, dan ini bukanlah tempat di mana orang dapat melawan pemikiran dan perasaan rakyat. Ini adalah petualangan baru dari Arrogance Global di wilayah ini. ”
 
Raja Abdullah II: Yordania
Dalam sebuah pernyataan dari Istana Kerajaan Keluarga Kerajaan Hashemite: Raja Abdullah menekankan bahwa keputusan tersebut akan memiliki implikasi serius terhadap keamanan dan stabilitas regional, dan akan merusak upaya untuk melanjutkan proses perdamaian. Yang Mulia menyerukan untuk mendukung orang-orang Palestina dalam usaha mereka untuk mendirikan sebuah negara Palestina yang merdeka, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Raja Abdullah menyerukan untuk mengintensifkan upaya Arab, Muslim, dan internasional untuk melindungi hak-hak orang Palestina, Arab, dan Muslim di Yerusalem, yang merupakan kunci bagi perdamaian dan stabilitas regional. Yang Mulia juga meminta untuk membangun penolakan internasional atas keputusan AS tersebut. untuk mencegah langkah sepihak yang lebih jauh oleh negara lain.
 
Presiden Abdel Fattah El-Sisi: Mesir
“Mesir mengutuk keputusan A.S. untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan untuk memindahkan duta besarnya ke Yerusalem. Langkah sepihak yang bertentangan dengan kesepakatan internasional tidak akan mengubah status hukum Yerusalem karena berada di bawah pendudukan. Mesir sangat prihatin tentang kemungkinan dampak keputusan [Trump] terhadap stabilitas kawasan ini. Keputusan AS akan memiliki dampak yang sangat negatif terhadap proses perdamaian Palestina-Israel, mengingat bahwa status Yerusalem adalah sebuah isu yang harus ditangani pada tahap akhir dari proses perdamaian, dengan nasib yang akan ditentukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. . ”
 
Sayed Hassan Nasrallah dari Hizbullah: Lebanon
“Tanggapan yang paling penting adalah pemberontakan Palestina dan sebuah KTT Islam yang akan menyatakan Yerusalem sebagai ibukota abadi Palestina. Kami mendukung seruan untuk sebuah pemberontakan baru Palestina dan meningkatkan perlawanan, yang merupakan respons terbesar, paling penting dan paling berat terhadap keputusan Amerika tersebut. ”
 
Pengadilan Kerajaan Saudi: Kerajaan Arab Saudi
“Kerajaan mengekspresikan pembatalan dan penyesalan mendalam bahwa pemerintah telah mengambil langkah ini, karena ini merupakan bias besar terhadap hak historis dan permanen rakyat Palestina di Yerusalem, yang telah ditegaskan oleh resolusi internasional yang relevan dan telah diakui dan didukung oleh masyarakat internasional. ”
 
Menteri Luar Negeri Qatari Sheikh Mohammad bin Abdurrahman Al-Thani: Qatar
Keputusan tersebut adalah hukuman mati untuk perdamaian; Kejadian ini, yang berarti ketegangan serius meningkat dalam perjuangan Palestina, tidak hanya menyangkut rakyat Palestina tapi juga semua orang Arab dan Muslim. ”
 
Perdana Menteri Saad Hariri: Lebanon
“Libanon menyesalkan dan menolak keputusan tersebut, dan ini solidaritas dengan rakyat Palestina. [Lebanon mengumumkan] hak [Palestina] mereka untuk menciptakan sebuah negara merdeka yang ibukotanya adalah Yerusalem. ”
 
Berita : themuslimvibe.com
 
Semoga AllahA�Subhanahu wa Ta’alaA�melindungi saudara-saudara kita yang berada di Palestina. Bagaimanapun, Al Quds adalah ibukota dan tanah Palestina.

READ MORE

'PALESTINA TIDAK SENDIRI' #LetsUniteForAlQuds

Puluhan ribu orang di seluruh dunia memprotes rencana Presiden AS Donald Trump untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem dari Tel Aviv.
“Indonesia dengan keras mengecam pengakuan sepihak Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut,” Joko Widodo mengatakan dalam sebuah konferensi pers.
“Ini bisa mengguncang keamanan dan stabilitas global,”
Ribuan orang Turki dengan bendera Palestina berdemonstrasi di Istanbul pada hari Ahad melawan gerakan Presiden Trump di Yerusalem (Suraj Sharma / MEE)
Di Malaysia, sekitar 5.000 orang berbaris ke kedutaan besar AS, melantunkan dan melambaikan spanduk bertuliskan “Hands off Jerusalem” dan “Down USA President Trump”.
“Aksi tidak peka ini akan mengobarkan hati umat Islam di seluruh dunia.”
Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, beberapa ratus orang berdemonstrasi di luar kedutaan AS di ibukota Jakarta, membawa plakat yang bertuliskan “Tidak ke Trump” dan membentangkan bendera Palestina yang besar.
Berita: middleeasteye
 
Semoga Allah menjaga kaum muslimin di seluruh dunia dan melindungi mereka dari bahaya dan kita memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar menolong dan memenangkan kaum muslimin dan mujahidin Palestina dan mengharapkan kekalahan bahkan kehancuran pihak Yahudi Zionis Israel. Al Quds adalah ibu kota Palestina!

READ MORE
Da'wah

Mempersiapkan Masa Depan Anak

Salah satu hal penting yang bermanfaat bagi agama dan dunia seorang anak adalah penanaman keyakinan yang lurus dalam diri mereka. Diiringi dorongan untuk berbuat baik dan bergaul dengan orang-orang yang baik, serta memperingatkan mereka dari perbuatan dan pergaulan yang buruk. Disamping itu, membiasakan mereka untuk menegakkan shalat.
 
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Dan perintahkanlah keluargamu untuk menegakkan shalat dan bersabarlah dalam memerintahkannya. Kami tidaklah meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberimu rezeki. Dan kesudahan baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Thaha: 132)
Bersabda pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,
Perintahkanlah anak-anak kalian ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika mereka tidak mau) shalat ketika mereka berumur sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur diantara mereka?. (HR. Abu Dawud)
Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya, Tuhfatul Maudud, menjelaskan, Dalam hadist ini, terkandung tiga macam pendidikan adab: memerintahkan anak-anak untuk menegakkan shalat pada usia sepuluh tahun, dan memisahkan tempat tidur mereka.
Pada tempat yang lain, beliau menerangkan pula, Seorang anak walaupun belum mukallaf, namun walinya adalah seorang mukallaf. Seorang wali tidak boleh membiarkan anaknya melakukan sesuatu yang haram. Sebab, dia nanti akan terbiasa dan amat sulit memisahkannya dari perbuatan itu. Ini pendapat yang paling sahih di antara dua pendapat ulama.
Orang yang berpendapat anak-anak tidak haram melakukan perbuatan haram beralasan bahwa mereka itu belum mukallaf sehingga belum di haramkan bagi mereka (anak laki-laki) mengenakan pakaian sutra misalnya, sebagaimana halnya hewan boleh melakuan sesuatu yang haram.
Ini adalah sebuah kias yang paling rusak! Seorang anak walaupun belum mukallaf dia dipersiapkan untuk menerima beban syariat. Oleh karena itu, tidak boleh ia dibiarkan shalat tanpa wudhu, shalat tanpa menutup aurat dan dalam keadaan bernajis, tidak boleh pula minum khamr, berjudi, dan berbuat homoseks.
Selanjutnya, beliau menjelaskan pula, Tatkala anak telah berumur sepuluh tahun, kekuatan, akal, dan kemampuannya untuk menunaikan berbagai ibadah semakin bertambah. Karena itu, pada usia ini dia harus dipukul jika meninggalkan shalat, sebagaimana yang diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Pukulan ini adalah pukulan untuk medidik dan melatih sianak.
 
Pada usia sepuluh tahun ini, anak-anak juga memiliki kondisi lain yaitu kemampuannya untuk membedakan mana yang benar mana yang salah (tamyiz) ataupun kemampuan pemahamannya telah semakin kuat. Oleh karena itu, kebanyakan fuqaha berpendapat wajibnya anak yang seperti ini untuk beriman dan dihukum jika enggan untuk beriman. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Abul Khaththab dan yang lainnya. Ini adalah pendapat yang sangat kuat. Walaupun anak ini belum dicatat amalannya dalam perkara-perkara cabang (selain perkara keimanan, -pen.), sesungguhnya dia telah dianugrahi alat untuk mengenali Sang Pencipta, mengakui keesaan-Nya, membenarkan rasul-rasul-Nya, dan mampu memahami hal semisal ini serta mengambil kesimpulan darinya. Dia juga telah mampu memahami berbagai pengtahuan, pekerjaan, dan segala sesuatu yang baik dalam kehidupan dunianya. Karena itulah, tidak ada lagi uzur baginya jika dia kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, sedangkan dalil-dalil tentang keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ini lebih jelas dari pada setiap pengetahuan dan bidang kerja yang dia pelajari.
Berpijak dengan hal ini, maka keimanan kepada Alllah Subhanahu wa Ta’ala wajib ditanamkan dalam hati anak. Keimanan ini adalah suatu hal yang paling baik, paling sempurna, dan paling agung pahalanya disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dari segala hal yang ditanamkan oleh ayah dan ibu dalam hati si anak. Keimanan ini menjadi pembuka bagi segala kebaikan, fondasi segala ketaatan dan kebaktian, serta prinsip paling pokok agar dapat beristiqomah.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri pernah memberikan penerangan kepada ibnu Abbas kecil yang kala itu sedang membonceng dibelakang beliau,
Nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberpa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu, Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Allah ada dihadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jikalau seluruh umat ini berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, sungguh mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetepkan bagimu. Jika mereka semua berkumpul untuk membahayakanmu, sungguh mereka tidak akan bisa membahayakanmu kecuali dengan sesuatau yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Telah diangkat pena dan telah kering lembaran-lembaran (catatan takdir).
Al imam ibnu Rajab rahimahullah dalam Jamiaul Ulum wal Hikam menjelaskan hadist ini, Barang siapa menjaga Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika masa kecil dan di saat kuatnya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menjaganya di masa tua dan di saat lemah kekuatannya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugrahinya pendengaran, penglihatan, kemampuan, kekuatan, dan akalnya.
 
Memenuhi hati dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mewujudkan tauhid kepada-Nya, dan menanamkan itu semua dalam hati anak merupakan salah satu bentuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam jiwa mereka, dan bimbingan terhadap mereka untuk menuju kebaikan. Dalam hal ini, terkandung manfaat bagi seluruh hamba, baik dia seorang ayah maupun seoarang anak, di dunia dan akhirat.
Kemudian, ketika si anak telah mencapai usia baligh, dia diajari perkara agama yang penting. Anak mulai diajari perkara yang berkaitan dengan pelaksanaan kewajiban agamanya, karena kini dia telah mukallaf. Dia diajari perkara mandi dan semisalnya, diajari behijab jika dia seorang wanita.
Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan, Mayoritas kerusakan anak justru disebabkan oleh orang tua dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak. Anak tidak di ajari kewajiban ataupun sunnah dalam agama. Mereka sia-siakan si anak semasa kecil, sehingga tidak bisa memberi manfaat bagi dirinya sendiri, maupun bagi orang tuanya di saat orang tuanya telah renta. Ada orang tua yang mencelai anaknya karena kedurhakaannya. Si anak pun menukas Wahai, Ayah! Dahulu engkau berbuat durhaka padaku sewaktu aku masih kecil, maka sekarang aku mendurhakaimu saat engkau telah tua!
 
Ringkasannya, pada terhadap ini, orang tua wajib mengajari anak-anaknya segala sesuatu yang harus dimengerti oleh seorang mukallaf, yaitu perkara syar’i yang seorang muslim tidak boleh tidak mengetahuinya. Ini adalah salah satu dari sekian banyak hak anak yang harus ditunaikan oleh orang tua. Wallahu a’lam bish-shawab
 
Sumber : Majalah Asy Syariah

READ MORE
Da'wah

Berlomba Dalam Kebajikan

Kehidupan yang sedang kita jalani di dunia ini hanyalah sebagai tempat persinggahan sementara untuk menuju kehidupan yang hakiki, hidup yang kekal abadi, yaitu kehidupan di akhirat kelak. Tentu setiap kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dalam kehidupan di negeri kekekalan tersebut. Keselamatan yang dimaksud adalah selamat dari siksa api neraka dan dapat menghuni negeri karamah, surga Allah Subhanahu wa Taa��ala yang seluas langit-langit dan bumi. Agar selamat tentu tidak bisa dengan sekedar angan-angan dan khayalan tanpa amalan karena surga tidak bisa dibeli dengan apa pun. Dengan harta yang paling mahal sekalipun. Akan tetapi surga hanya bisa diraih dengan rahmat Allah Subhanahu wa Taa��ala. Dan rahmat Allah Subhanahu wa Taa��ala itu dekat dengan orang-orang beriman yang berbuat kebajikan. Allah Subhanahu wa Taa��ala berfirman:

O?U?U�U�UZ O�UZO�U�U�UZO?UZ O�U�U�U�UZU�U? U�UZO�U?USO?U? U�U?U�UZ O�U�U�U�U?O�U�O?U?U�U?USU�UZ

a�?Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat bagi orang-orang yang berbuat baik.a�? (Al-Aa��raf: 56)
Agar selamat kita harus menjadi orang yang beriman, yaitu orang yang beramal kebaikan, amal shaleh yang ikhlas untuk Allah Subhanahu wa Taa��ala dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Kita juga tidak tahu kapan utusan Allah Subhanahu wa Taa��ala datang menjemput kita. Oleh karena itu, bersegera melakukan amalan kebaikan menjadi sebuah kemestian. Apalagi Allah Subhanahu wa Taa��ala telah memerintahkan dalam kitab-Nya yang mulia:

A�UsU?UZO�O?U�O?UZO?U?U�U?U?O� O�U�U�O�UZUSU�O�UZO�O?U?

a�?Maka berlomba-lombalah kalian kepada amalan-amalan kebaikan.a�?A�(Al-Baqarah: 148)
A�

U?UZO?UZO�O�U?O?U?U?O� O?U?U�UZU�U� U�UZO?U�U?U?O�UZO�U? U�U?U�U� O�UZO?U�U?U?U?U�U� U?UZO�UZU�U�UZO�U? O?UZO�U�O�U?U�UZO� O�U�O?U�UZU�UZO�U?UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO�U�O�U? O?U?O?U?O?U�UZO?U� U�U?U�U�U�U?O?U�UZU�U?USU�UZ

a�?Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.a�? A�(Ali a�?imran: 133)
A�
Ajakan berlomba kepada kebaikan mengandung ajakan agar seseorang berusaha dan bersemangat menjadi orang pertama yang berbuat kebaikan. Barang siapa yang ketika di dunia bersegera kepada kebaikan berarti ia adalah orang terdepan di akhirat menuju surga-surga. Dengan demikian, orang-orang yang berlomba/terdepan dalam kebaikan adalah hamba-hamba yang paling tinggi derajatnya. (Taisir al-Karimir Rahman, hml. 73)
Dalam firman Allah Subhanahu wa Taa��ala yang berikutnya ada perintah untuk bersegera kepada ampunan Allah Subhanahu wa Taa��ala dan kepada surga-Nya, yang berarti ajakan untuk melakukan sebab-sebab yang bisa mengantarkan kepada keduanya yaitu beramal saleh. (Ruhul Maa��ani. 3/76)
Bersegera kepada ampunan Allah Subhanahu wa Taa��ala bisa dilakukan dengan istighfar dan dengan melakukan amalan yang menghapus dosa-dosa, seperti berwudhu, shalat lima waktu, mengerjakan puasa Ramadhan, dan semisalnyaa�?. (Tafsir Al-Qura��anil karim,surah Ali imran, 2/166 karya asr-Syaikh ibnu Utsaimin)
Selain itu, Allah Subhanahu wa Taa��ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar bersegera kepada surga-Nya dengan mengerjakan amal saleh yang bisa menyampaikan kepada surga. (Syahru Riyadhis Shalihin, asy-Syaikh ibnu Utsaimin, 1/411)
Abu Sirwaa��ah Uqbah ibnul Harist radhiyallahu ‘anhu berkata, a�?Suatu hari aku pernah shalat ashar di belakang Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam ketika di Madinah. Beliau mengucapkan salam kemudian bangkit dengan segera dari tempatnya dan berlalu dengan melangkahi leher orang-orang hingga sampai kerumah salah satu istri beliau. Orang-orang pun terkejut dengan bersegeranya beliau meninggalkan tempat shalatnya (menuju rumah istrinya). Tidak lama kemudian, beliau keluar kembali menemui mereka. Beliau melihat keheranan mereka terhadap apa beliau lakukan tadi. Beliaupun menjelaskan:
a�?Tadi aku mengingat ada sepotong emas (atau perak) di tempat kami. Aku tidak suka harta tersebut menahanku. Aku pun memerintahkan agar dibagi-bagikan.a�? (HR. al-Bukhari no. 851)
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:
a�?Di rumah aku meninggalkan sepotong emas/perak dari harta sedekah. Aku tidak suka bermalam dalam keadaan harta itu masih bersamaku.a�? (no. 1430)
Hadist di atas dengan jelas menunjukan bersegeranya Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam kepada kebaikan. Ini adalah pengajaran kepada umat beliau agar tidak menunda-nunda kebaikan karena mereka tidak tahu kapan kematian menjemput sehingga terluputlah kebaikan. Seseorang sepantasnya menjadi seorang yang cendikia. Hendaknya ia beramal untuk kehidupan setelah matinya dan tidak meremehkan persiapan untuk orang mati. Jika dalam urusan dunia seseorang bersegera mengambil kesempatan maka tentu dia wajib berbuat demikian dalam urusan akhirat, bahkan lebih utama. Allah Subhanahu wa Taa��ala berfirman:

O?UZU�U� O?U?O�U�O�U?O�U?U?U�UZ O�U�U�O�UZUSUZO�O�UZ O�U�O?U�U?U�U�USUZO�A� U?UZO�U�U�O?O�U?O�UZO�U? O�UZUSU�O�U? U?UZO?UZO?U�U�UZU�U�A� A� A�A�

a�?Bahkan mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia, dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.a�? (Al-Aa��la: 16-17)
Ibnu Baththal A�rahimahullah mengatakan, a�?Hadist ini menunjukan bahwa kebaikan sepantasnya segera dikerjakan, karena penyakit dapat menghadang, penghalang dapat mencegah, dan tidak aman dari kedatangan kematian secara tiba-tiba. Apalagi perbuatan menunda-nunda (mengatakan nanti……nanti) adalah tidak terpuji.a�? (Fathul bari, 3/337)
A�
Para sahabat Rasul shallallahu a�?alaihi wa sallam juga memberikan teladan kepada kita dalam semangat bersegera kepada kebaikan, bersegera kepada surga Allah Subhanahu wa Taa��ala yang amat luas. Ketika perang Uhud, ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam:
a�?Apa pendapat Anda jika aku terbunuh, di manakah tempatku?a�? a�?Di surga,a�? jawab Rasulullah. Orang itu pun membuang beberapa butir kurma yang ada di tangannya. Ia kemudian maju berperang hingga terbunuh. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
A�
Kita juga melihat bersegeranya kaum wanita dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam kepada kebaikan dan cepatnya mereka menunaikan titah Rasul mereka. Di saat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam menyampaikan khutbah Id, beliau turun dari tempatnya berkhutbah kemudian menuju tempat para wanita. Beliau memberikan wejengan khusus untuk mereka bersedekah. Mulailah para wanita yang hadir ketika itu melepas perhiasan mereka. Di antaranya ada yang melepas anting dan cincinnya lalu melemparkannya ke baju Bilal yang dibentangkan guna menandahi harta sedekah. (HR. al-Bukhari no. 1431 dan Muslim no. 2054)
Wallahu aa��lam bish-shawab
 
Sumber : MajalahA�Asy Syariah

READ MORE
Info Sehat

Waktu dan Siklus Tidur, Serta Efek Kurang Tidur Bagi Tubuh

Oleh:A�Wilambita A�Rambisa, A. Md. Keb
 
Mengapa tidur itu penting? Dalam artikel ini anda akan menemukan beberapa hal mendasar mengenai tidur, mulai dari pentingnya tidur, siklus dan tahapan (fase) tidur, waktu tidur yang direkomendasikan, serta dampak buruk kekurangan tidur atau tidur yang tidak sehat.
Tidur memegang peranan penting terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh sepanjang hari. Memiliki tidur yang berkualitas dan sehat membantu menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental serta kualitas hidup secara umum. Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja, dan memberikan dampak buruk terhadap tubuh.
 
Siklus Tidur
Setiap orang memiliki jam internal yang mengatur antara tidur dan terjaga, yang biasanya disebut dengan istilahA�biological clockA�atauA�circadian rhythm.
Siklus tersebut diatur melalui sebuah proses di otak berdasarkan berapa lama tubuh telah terjaga dan juga perubahan antara terang dan gelap (siang dan malam). Di malam hari, tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang membuat seseorang merasa ngantuk. Sebaliknya, di siang hari, cahaya matahari memicu otak untuk menghentikan produksi melatonin sehingga seseorang akan merasa terjaga.
Siklus biological clock juga dapat terganggu, khususnya oleh faktor-faktor seperti sift kerja malam, perjalanan melintasi zona waktu, pola tidur yang tidak teratur ataupun karena masalah gangguan tidur. Selain itu, produksi melatonin juga dapat terhambat jika seseorang sangat sedikit a�?terpapara�� sinar matahari selama siang hari, atau karena terekspos oleh terlalu banyak cahaya artifisial di malam hari (misalnya dari lampu dan peralatan elektronik seperti tv, komputer, ponsel, dsb.)
 

Lama Waktu Tidur Ideal

Jumlah waktu tidur akan berbeda-beda bagi setiap orang karena bergantung oleh berbagai faktor, termasuk umur. Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (hingga 18 jam) dibandingkan orang dewasa (7-9 jam). Berikut adalah waktu tidur yang dibutuhkan oleh seseorang berdasarkan usia:

  • Bayi (baru lahir, usia 0 a�� 2 bulan) : 12 a�� 18 jam
  • Bayi (2 a�� 11 bulan) : 14 a�� 15 jam
  • Batita 1 a�� 3 tahun : 12 a�� 14 jam
  • Balita 3 a�� 5 tahun : 11 a�� 13 jam
  • Anak usia sekolah (5 a�� 10 tahun) : 10 a�� 11 jam
  • Remaja 10 a�� 17 tahun : 8,5 a�� 9,25 jam
  • Dewasa, termasuk lansia : 7 a�� 9 jam
  • Wanita di beberapa bulan awal kehamilan biasa juga membutuhkan waktu tidur beberapa jam yang lebih lama dari biasanya.

Efek Kurang Tidur

Walau tampaknya kurang tidur tidak dianggap sebagai masalah besar, namun faktanya kekurangan tidur memiliki efek negatif yang besar bagi seseorang selama beraktifitas di siang hari. Seperti telah disebutkan di awal, bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja.
Efek-efek negatif kurangnya waktu tidur diantaranya berupa:

  • Lelah, lesu dan kurang motivasi
  • Kurang mood dan lekas marah
  • Berkurangnya kreativitas dan kemampuan problem-solving
  • Kurang mampu mengontrol dan menghadapi stress
  • Berkurangnya imunitas; sering pilek atau tertular penyakit lainnya
  • Bermasalah dengan konsentrasi dan memori (ingatan)
  • Terganggunya skil motorik
  • Kesulitan mengambil keputusan
  • Meningkatnya resiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya

READ MORE
Da'wah

Bahayanya Makan dan Minum Menggunakan Tangan Kiri

Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu a�?anhuma, ketika beliau masih kecil pernah makan dengan kedua tangannya a�� kanan-kiri. Kemudian diperingatkan oleh Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam,

USUZO� O?U?U�O�UZU�U? O?UZU�U�U? O�U�U�U�UZU�UZ O? U?UZU?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U?UZ U?UZU?U?U�U� U�U?U�U�UZO� USUZU�U?USU?UZ

a�?Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.a�? (HR. Bukhari 5376 & Muslim 2022)
 
Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

O?U?O�UZO� O?UZU?UZU�UZ O?UZO�UZO?U?U?U?U�U� U?UZU�U�USUZO?U�U?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U�U? U?UZO?U?O�UZO� O?UZO�U?O?UZ U?UZU�U�USUZO?U�O�UZO?U� O?U?USUZU�U?USU�U?U�U? U?UZO?U?U�U�UZ O�U�O?U�UZUSU�O�UZO�U�UZ USUZO?U�U?U?U�U? O?U?O?U?U�UZO�U�U?U�U? U?UZUSUZO?U�O�UZO?U? O?U?O?U?U�UZO�U�U?U�U?

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
 
Dalam hadits ini terdapat dua poin: perintah makan dengan tangan kanan dan larangan makan dengan tangan kiri.
Juga hadits Jabir bin a�?Abdillah radhiallahua��anhu, bahwa Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam bersabda:

U�O� O?O?U?U�U?O� O?O�U�O?U�U?U�O�U�U? O? U?O?U�U�UZ O�U�O?U�UZUSO�O�U�UZ USO?U?U�U? O?O�U�O?U�U?U�O�U�U?

a�?janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena setan makan dengan tangan kiria�? (HR. Muslim 2019)
 
Makan dengan tangan kiri ini juga ternyata mendapat doa��a keburukan dari Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam yang menunjukkan ancaman bagi si pelakunya. Dan ini juga sekaligus menunjukkan haramnya makan dengan tangan kiri.
Salamah bin al-Akwaa�� bercerita,
Ada seseorang laki makan di samping Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

U?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U?UZ

a�?Makanlah dengan tangan kananmu!a�?

Dia malah menjawab, a�?Aku tidak bisa.a��

U�UZO�U�UZ A� U�O�UZ O�O?U�O?UZO�UZO?U�O?UZ A�. U�UZO� U�UZU�UZO?UZU�U? O?U?U�O�U�UZ O�U�U�U?U?O?U�O�U?. U�UZO�U�UZ U?UZU�UZO� O�UZU?UZO?UZU�UZO� O?U?U�UZU� U?U?USU�U?

Beliau bersabda, a�?Benar kamu tidak bisa?a�� -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa diangkat sampai ke mulutnya.a�? (HR. Muslim 2021)
 
Artinya jika dikatakan wajib, maka yang makan atau minum dengan tangan kiri dengan kesengajaan, berarti melakukan keharaman. Demikianlah yang lebih tepat karena ada penguat dalam riwayat Muslim yang menyatakan bahwa makan dengan tangan kiri menyerupai perbuatan setan. Inilah yang menjadi alasan wajibnya sebagaimana telah jelas dalam kaedah fiqhiyah. Wallahu aa��lam.
A�
Selain itu, andaikan seseorang menguatkan pendapat makruhnya hal ini, maka yang makruh itu hendaknya dijauhi. Ketika para ulama mengatakan hukumnya makruh, maka mereka menginginkan orang-orang menjauhi hal tersebut, bukan malah melakukannya apalagi menjadikannya kebiasaan. Bukankah Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam bersabda:

O�U�O�UZU�O�UZU�U? O?UZUSU?U�U�U?O? U?UZO�U�O�UZO�UZO�U�U? O?UZUSU?U�U�U?O? U?UZO?UZUSU�U�UZU�U?U�UZO� U�U?O?UZO?UZU�U�UZO�O?U? U�O�UZ USUZO?U�U�UZU�U?U�UZO� U?UZO�U?USO�U? U�U?U�UZ O�U�U�UZU�O�O?U?O? U?UZU�UZU�U? O�O?UZU�U�UZU� O�U�U�U?O?UZO?UZU�U�UZO�O?U? O�O?U�O?UZO?U�O�UZO?UZ U�U?O?U?USU�U?U�U? U?UZO?U?O�U�O�U?U�U?O? U?UZU�UZU�U� U?UZU�UZO?UZ U?U?US O�U�O?U?U�O?U?U�UZO�O?U?: U?UZO�UZO�O?U? USUZO�U�O?UZU� O�UZU?U�U�UZ O�U�O�U?U�UZU�O? USU?U?O?U?U?U? O?UZU�U� USU?U?UZO�U�U?O?UZU�U?

a�?Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantaranya ada yang syubhat, yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhi yang syubhat, ia telah menjaga kehormatan dan agamanya. Barangsiapa mendekati yang syubhat, sebagaimana pengembala di perbatasan. Hampir-hampir saja ia melewatinyaa�? (HR. Bukhari 52, Muslim 1599)
Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam juga bersabda:

O?U?U�UZU� O�U�O?UZU�USU�O�UZO�U�UZ USUZO�U�O�U?US U�U� O�O?U�U� O?O?U� U�O�O�U� O�U�O?U�

a�?Sesungguhnya setan ikut mengalir dalam darah manusiaa�? (HR. Bukhari 7171, Muslim 2174)
Al Khathabi menjelaskan hadits ini:

U?UZU?U?US U�UZO�UZO� O�U�U�O�UZO?U?USO�U? U�U?U�UZ O�U�U�O?U?U�U�U�U? O�O?U�O?U?O�U�O?UZO�O?U? O?UZU�U� USUZO�U�O�UZO�UZ O�U�O?U?U�U�O?UZO�U�U? U�U?U�U� U?U?U�U?U� O?UZU�U�O�U? U�U?U�UZ O�U�U�U�UZU?U�O�U?U?U�U? U�U?U�UZU�O� O?UZO�U�O�U?US O?U?U�U? O�U�O?U?U�U�U?U?U�U? U?UZUSUZO�U�O�U?O�U? O?U?O�U�U�U�U?U�U?U?O?U? U?UZO?UZU�U� USUZO�U�U�U?O?UZ O�U�O?UZU�U�O�U�UZO�UZ U�U?U�UZ O�U�U�UZU�O�O?U? O?U?O?U?O?U�U�UZO�O�U? O�U�U�O?UZO�UZO�O?UZO�U? U�U?U�UZ O�U�O�U?U�USUZO?U?

a�?Dalam hadits ini ada ilmu tentang dianjurkannya setiap manusia untuk menjauhi setiap hal yang makruh dan berbagai hal yang menyebabkan orang lain punya sangkaan dan praduga yang tidak tidak. Dan anjuran untuk mencari tindakan yang selamat dari prasangka yang tidak tidak dari orang lain dengan menampakkan perbuatan yang bebas dari hal hal yang mencurigakana�? (Talbis Iblis, 1/33)
As-Shana��ani mengatakan,

U?U�O� USO?O?U? O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U� O?U�O� O?U�U� U�U� O?O�U? O�U�U?O�O�O? U?O?U�O� U?U?U� O�U�O?O?O�O? U�O?U?O?O�U� U?U�U? U�O�O?U�U� O?USO�O� U?U�O� USU�O�U?US O?U� O�U�O?O?O�O? O?U�USU� U�U�O?U�O�USU� U�O?O�

Dan Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam tidak mungkin mendoakan keburukan kecuali untuk orang yang meninggalkan kewajiban. Jika doa itu karena alasan orang itu bersikap sombong, memang ada kemungkinan demikian. Dan tidak jauh jika kita pahami bahwa doa itu karena kedua alasan tersebut. (Subulus Salam, 3/159).
 
Mari memulai membiasakan dengan hal yang baik makan dengan tangan kanan, dan tinggalkanlah segala hal yang makruh dan jangan meniru setan. tinggalkan makan dengan tangan kiri..
 
Wallahu aa��lam.
 
Referensi: Dari berbagai sumber

READ MORE
Da'wah

Perintahkanlah Mendirikian Shalat, Jangan Sampai Terlambat!

Pendidikan Islami Sejak Dini
 
Kita masih berada dalam rangkaian wasiat yang disampaikan oleh Luqman al-Hakim kepada putranya. Wasiat-wasiat yang disampaikannya begitu agung dan bermanfaat. Allah Azza wa JallaA�sengaja mengabadikan wasiat tersebut dalam al-Qura��an agar manusia meneladaninya. Berharap dengan wasiat tersebut putra-putri kita menjadi generasi yang shaleh dan shalehah. Dengan demikian, kita sendiri, para orang tua, yang akan merasakan manfaatnya, di dunia hingga di akhirat.
Pada wasiat sebelum ini, Luqman menjelaskan kepada putranya tentang perintah untuk bertauhid dengan segala jenisnya dan menjauhi perbuatan kesyirikan. Sebab, tauhid merupakan asas dan pondasi dari segala amalan. Sedangkan kesyirikan merupakan pembatal dari semua amalan.
Setelah itu, Luqman mengajari putranya bahwa Allah Azza wa JallaA�Maha mengetahui dengan keluasan ilmu-Nya. Setiap amalan sekecil apapun akan dilihat, dicatat dan diberi balasan oleh-Nya. Jika amalan tersebut baik, baik pula balasannya. Jika amalan tersebut jelek, jeleklah balasannya.
Tak lupa, Luqman juga menanamkan kepada putranya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Agar seorang anak mendengar dan menaati bimbingan kedua orang tua. Jika anak berbakti, apapun bimbingan tersebut sang anak akan mengikutinya.
Mari kita cermati rangkaian wasiat yang agung tersebut. Allah Azza wa JallaA�berfirman,
USUZO� O?U?U�UZUSU�UZ O?UZU�U?U�U? O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ U?UZO?U�U�U?O�U� O?U?O�U�U�U�UZO?U�O�U?U?U?U? U?UZO�U�U�U�UZ O?UZU�U? O�U�U�U�U?U�U�U?UZO�U? U?UZO�O�U�O?U?O�U� O?UZU�UZU�U� U�UZO� O?UZO�UZO�O?UZU?UZ U� O?U?U�U�UZ O�UZU�U�U?U?UZ U�U?U�U� O?UZO?U�U�U? O�U�U�O?U?U�U?U?O�U?
a�?Wahai putraku, tegakkanlah shalat, perintahkan yang maa��ruf dan laranglah dari perbuatan mungkar serta bersabarlah atas setiap musibah yang menimpamu. Sesungguhnya itu semua termasuk hal-hal yang diwajibkan.a�? (QS. Luqman: 17).
Tiga wasiat di atas adalah modal untuk melanjutkan bimbingan berikutnya, yaitu perintah untuk shalat, menegakkan amar maa��ruf nahi mungkar dan bersabar ketika menghadapi ujian. Jika tauhid seorang anak lurus, berbakti kepada kedua orang tua, dan yakin dengan keluasan ilmu Allah, wasiat-wasiat ini akan mudah dikerjakan.
 
Perintah Shalat
Shalat merupakan kewajiban umat Islam setelah tauhid. Amalan ini menjadi rukun Islam yang kedua. Oleh karena itu, shalat sudah mulai diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda,
U�U?O�U?U?O� O?UZU?U�U�UZO�O?UZU?U?U�U� O?U?O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O?U? O?U?U�U?USU�UZ U?UZO�O�U�O�U?O?U?U?U�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�UZO� U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O� O?U?U�U?USU�
a�?Perintahlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka dengan sebab meninggalkan shalat saat mereka berusia sepuluh tahun.a�? (HR. Abu Dawud no. 509)
Anak diajari tata cara shalat secara sempurna, mulai dari thaharah (bersuci), menutup aurat, menghadap kiblat, hingga rukun-rukun shalat.
Seorang anak mulai diberi pengertian tentang najis dan diajari untuk menjaga diri darinya. Sebagai contoh saat buang hajat (besar maupun kecil). Anak diajari adab-adab buang hajat; tempatnya, cara membersihkannya, dan menjauhkanya dari percikan kotoran/najis saat buang hajat.
Pengajaran shalat untuk anak disesuaikan dengan kemampuan anak. Dipilihkan bacaan yang mudah dihafalkan oleh mereka, baik surah pilihan, doa rukua�� dan sujud hingga dzikir-dzikir shalat yang lainnya. Dengan demikian, anak tidak terbebani.
Setelah hafal tata cara dan bacaan shalat, jangan lupa tanamkan kepada anak hal-hal yang menyempurnakan shalat. Diantaranya, pakaian yang bersih dan bagus ketika shalat, shalat tepat pada waktunya dan berjamaah di masjid bagi anak laki-laki, masuk shaf dengan tenang, berdzikir setelah selesai shalat.
 
Khusyua�� dalam Shalat
Hal yang tidak kalah penting dalam pengajaran shalat untuk anak-anak adalah perihal khusyua�� dan thumaa��ninah. Yaitu, seorang anak mengerjakan setiap gerakan, rukun dan bacaan shalat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Tanamkan kepada anak, bahwa thumaa��ninah dan khusyua�� merupakan inti dari shalat. a�?Nak, jika kamu shalat, shalatlah dengan thumaa��ninah, khusyua��,A� dan jangan tergesa-gesa! Sebab, saat shalat, kamu sedang menghadap Allah, Dzat yang menciptakanmu, menghidupkan dan mematikanmu serta memberi kamu rezeki!a�?
Ceritakan kepada putra Anda sebuah kisah yang pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam. Suatu ketika beliau masuk ke dalam masjid. Masuk pulalah seorang laki-laki kemudian ia shalat. Setelah selesai shalat laki-laki tersebut mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam. Beliau menjawabnya sembari bersabda,
a�?Kembalilah dan shalatlah lagi karena sesungguhnya kamu tadi belum shalat.a�?
Maka laki-laki itupun kembali mengerjakan shalat sebagaimana shalatnya yang sebelumnya. Kemudian ia mendatangi Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallamA�dan mengucapkan salam. Beliau shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda, a�?Kembalilah dan shalatlah lagi karena sesungguhnya kamu tadi belum shalat.a�?
Hal ini terulang hingga tiga kali. Maka akhirnya laki-laki itu berkata, a�?Demi Dzat yang mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak bisa membaguskan shalatku lagi selain itu, maka ajarilah aku!a�?
Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallamA�kemudian bersabda (artinya),
a�?Jika kamu berdiri untuk shalat, bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Quran, kemudian rukua��lah dengan thumaa��ninah, lalu bangunlah (dari rukua��) hingga kamu tegak dalam berdiri. Selanjutnya sujudlah hingga dengan thumaa��ninah. Kemudian bangunlah (dari sujud) hingga thumaa��ninah dalam duduk. Lakukanlah yang demikian ini dalam seluruh shalatmu.a�? (HR. al-Bukhari no. 724 dan Muslim no. 397)
a�?Nak, shalatlah dengan khusyua�� dengan cara menghadirkan hati mengingat keagungan Allah. Anakku, khusyua�� dalam shalat adalah ciri orang yang beriman lagi beruntung. Allah Azza wa JallaA�berfirman,
a�?Sungguh telah beruntung orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyua�� dalam shalat-shalat mereka.a�? (QS. Al-Mua��minun:1-2)
Khusyua�� adalah ruh shalat. Shalat yang tidak khusyua��, yaitu tidak mengingat keagungan Allah dan tidak merenungi bacaannya, maka shalat tersebut cacat. Dia tidak akan mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
Maka semangatlah untuk khusyua�� dalam shalatmu! Saat shalat, lupakan dunia, harta, dan segala-segalanya. Tidak ada yang tersisa dalam ingatanmu kecuali keagungan Allah, merenungi bacaan ayat dan doa yang akan menambah keimananmu.
 
Ajari Shalat Seperti Shalat Nabi
Shalatlah dengan tata cara RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallam. Jangan shalat dengan tata caramu sendiri! Namun, ikutilah tata cara shalat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam ! Bertanyalah, belajarlah dan pahamilah tata cara shalat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam.
Berusahalah shalat sebagaimana shalat RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallam . Beliau bersabda,
a�?Shalatlah sebagaimana kalian melihatA�aku shalat!a�? (Muttafaqun a�?Alaih)
 
Shalatlah sebaik mungkin!
Perintahkan kepada putra Anda untuk menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Tanamkan kepadanya, bahwa shalat merupakan kunci dari keberuntungan hamba. Jika shalat seorang hamba baik, beruntunglah ia. Sebaliknya, jika shalatnya jelek, maka ia akan sengsara dan celaka.
Bacakanlah sabda Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam berikut (artinya),
a�?Sesungguhnya amalan pertama kali yang dengannya seorang hamba akan dihisab pada hari Kiamat adalah amalan shalat. Jika shalatnya baik, ia pasti beruntung dan selamat. Jika shalatnya jelek, ia pasti merugi.a�? (HR. at-Tirmidzi)
Tanamkan kepada anak bahwa pahala seorang yang shalat itu bermacam-macam. Ada yang mendapatkan pahala penuh, separoh, sepertiga, seperempat, dan seterusnya. Semuanya tergantung dari kesempurnaan shalat yang dikerjakannya.A�Bacakanlah hadits Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam,
O?U?U�U�UZ O�U�U�O?UZO?U�O?UZ U�UZUSU?O�UZU�U�U?US O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ U�UZO� USU?U?U�O?UZO?U? U�UZU�U? U�U?U�U�U�UZO� O?U?U�U�UZO� O?U?O?U�O�U?U�UZO�O? O?U?O?U�O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?U�U?U�UZO�O? O?U?O?U?O?U?U�UZO�O? O?U?O?U?O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?O?U?U�UZO�O? O�U?O?U?O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?O�U?U�UZO� U�U?O�U�U?U?U�UZO�
a�?Sesungguhnya tidaklah seorang hamba mengerjakan shalat melainkan dituliskan pahala untuknya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setengahnya.a�? (HR. Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd, Abu Dawud, dan an-Nasai)
Sekali lagi, pahamkan kepada anak agar shalat dengan sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin. Bukan sekedar menunaikannya saja sehingga kewajibannya gugur. Bukan! Tetapi tolok ukurnya adalah bagaimana shalat seorang hamba bisa mencapai derajat paling sempurna sehingga mendapatkan pahala yang optimal.
 
Penutup
Demikianlah kandungan wasiat berharga yang disampaikan oleh seorang ayah teladan, Luqman al-Hakim. Sebuah wasiat untuk menjalankan ibadah shalat. Sebuah ibadah yang dijadikan sebagai tiang agama.
Namun begitu, ketika kita memerintahkan putra-putri kita untuk shalat dengan sesempurna mungkin, jangan lupa memberi contoh. Teladan orang tua dalam shalat merupakan sebaik-baik pengajaran. Kita sendiri, para orang tua, hendaknya sebagai orang terdepan untuk menyempurnakan shalat.
Orang tua shalat dengan khusyua��, datang ke masjid untuk shalat berjamaah, mengenakan pakaian yang bagus, berdzikir seusai shalat, menunaikan shalat sunnah rawatib.
Ironis ketika kita, para orang tua dan pendidik, memerintahkan agar anak shalat sebaik mungkin sedangkan kita sendiri melalaikan shalat. Allahul mustaa��an.
Wabillahit-taufiq.
A�
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Majdiy
Sumber: http://buletin-alilmu.net

READ MORE
Da'wah

Meraih Keberkahan

 
Barokah atau berkah selalu diinginkan oleh setiap orang. Namun sebagian kalangan salah kaprah dalam memahami makna berkah sehingga hal-hal keliru pun dilakukan untuk meraihnya. Coba kita saksikan bagaimana sebagian orang ngalap berkah dari kotoran sapi. Ini suatu yang tidak logis, namun nyata terjadi. Inilah barangkali karena salah paham dalam memahami makna keberkahan dan cara meraihnya.
 
Makna Barokah
Dalam bahasa Arab, barokah bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah atau a�?ngalap berkaha�?.
Adapun makna barokah dalam Al Qura��an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya.
 
Seluruh Kebaikan Hanya Berasal dari Allah
Kadang kita salah paham. Yang kita harap-harap adalah kebaikan dari orang lain, sampai-sampai hati pun bergantung padanya. Mestinya kita tahu bahwa seluruh kebaikan dan keberkahan asalnya dari Allah semata.
Dalam sebuah doa��a istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam disebutkan,

U?UZO�U�U�O�UZUSU�O�U? U?U?U�U�U?U�U? U?U?U� USUZO?UZUSU�U?UZ

a�?Seluruh kebaikan di tangan-Mu.a�? (HR. Muslim no. 771)
Begitu juga dalam beberapa ayat lainnya disebutkan bahwa nikmat (yang merupakan bagian dari kebaikan) itu juga berasal dari Allah. Dan nikmat ini sungguh teramat banyak, sangat mustahil seseorang menghitungnya. Allah Taa��ala berfirman,

U?UZU�UZO� O?U?U?U?U�U� U�U?U�U� U�U?O?U�U�UZO�U? U?UZU�U?U�UZ O�U�U�U�UZU�U?

a�?Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)a�? (QS. An Nahl: 53).

U�U?U�U� O?U?U�U�UZ O�U�U�U?UZO�U�U�UZ O?U?USUZO?U? O�U�U�U�UZU�U?

a�?Sesungguhnya karunia itu di tangan Allaha�? (QS. Ali Imran: 73).

U?UZO?U?U�U� O?UZO?U?O?U�U?U?O� U�U?O?U�U�UZO�UZ O�U�U�U�UZU�U? U�UZO� O?U?O�U�O�U?U?U�UZO�

a�?Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnyaa�? (QS. Ibrahim: 34 dan An Nahl: 18).
Kita telah mengetahui bahwa setiap kebaikan dan nikmat, itu berasal dari Allah. Inilah yang disebut dengan barokah. Maka ini menunjukkan bahwa seluruh barokah, berkah atau keberkahan berasal dari Allah semata. Lihat At Tabarruk, hal. 15-17.
Maka untuk meraih barokah sudah dijelaskan oleh syaria��at Islam yang mulia ini. Sehingga jika seseorang mencari berkah namun di luar apa yang telah dituntunkan oleh Islam, maka ia berarti telah menempuh jalan yang keliru. Karena ingatlah sekali lagi bahwa datangnya barokah atau kebaikan hanyalah dari Allah.
 
Kami contohkan misalnya keberkahan orang sholih, yaitu orang yang sholih secara lahir dan batin, selalu menunaikan hak-hak Allah. Di antara keberkahan orang sholih adalah karena keistiqomahan agamanya. Karena istiqomahnya ini, dia akan memperoleh keberkahan di dunia yaitu tidak akan sesat dan keberkahan di akhirat yaitu tidak akan sengsara. Lihat perkataan Ibnu a�?Abbas ketika menafsirkan surat Thoha ayat 123 dalamm Tafsir Al Qura��an Al a�?Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 9/376-377.
Allah Taa��ala berfirman,

U?UZO?U?U�U�UZO� USUZO?U�O?U?USUZU�U�UZU?U?U�U� U�U?U�U�U?US U�U?O?U�U� U?UZU�UZU�U? O�O?U�UZO?UZO?UZ U�U?O?UZO�USUZ U?UZU�UZO� USUZO�U?U�U�U? U?UZU�UZO� USUZO?U�U�UZU�

a�?Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.a�? (QS. Thoha: 123).
Keberkahan orang sholih pun terdapat pada usaha yang mereka lakukan. Mereka begitu giat menyebarkan ilmu agama di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak orang pun mendapat manfaat. Itulah keberkahan yang dimaksudkan. Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam menyebut orang-orang sholih yang berilmu sebagai pewaris para nabi.

O?U?U�U�UZ O�U�U�O?U?U�UZU�UZO�O?UZ U?UZO�UZO�UZO�U? O�U�O?UZU�U�O?U?USUZO�O?U?

a�?Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabia�?. (HR. Abu Daud no. 3641, At Tirmidzi no. 2682 dan Ibnu Majah no. 223).
 
Ketika seseorang mencari harta dengan tidak diliputi rasa tamak, maka keberkahan pun akan mudah datang. Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam pernah mengatakan pada Hakim bin Hizam,

USUZO� O�UZU?U?USU�U? O?U?U�U�UZ U�UZO�UZO� O�U�U�U�UZO�U�UZ O�UZO�U?O�UZO�U? O�U?U�U�U?UZO�U? O? U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�U? O?U?O?UZO�UZO�U?UZO�U? U�UZU?U�O?U? O?U?U?O�U?U?UZ U�UZU�U? U?U?USU�U? O? U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�U? O?U?O?U?O?U�O�UZO�U?U? U�UZU?U�O?U? U�UZU�U� USU?O?UZO�O�UZU?U� U�UZU�U? U?U?USU�U? U?UZO�U�U�UZO�U?U� USUZO?U�U?U?U�U? U?UZU�O�UZ USUZO?U�O?UZO?U? O? O�U�U�USUZO?U? O�U�U�O?U?U�U�USUZO� O�UZUSU�O�U? U�U?U�UZ O�U�U�USUZO?U? O�U�O?U�U?U?U�U�UZU�

a�?Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu hijau lagi manis. Barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya (tidak tamak dan tidak mengemis), maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan, maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawaha�? (HR. Bukhari no. 1472).
 
Yang dimaksud dengan kedermawanan dirinya, jika dilihat dari sisi orang yang mengambil harta berarti ia tidak mengambilnya dengan tamak dan tidak meminta-minta. Sedangkan jika dilihat dari orang yang memberikan harta, maksudnya adalah ia mengeluarkan harta tersebut dengan hati yang lapang. Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Maa��rifah, 1379 H, 3/336.
 
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, a�?Qonaa��ah dan selalu merasa cukup dengan harta yang dicari akan senantiasa mendatangkan keberkahan. Sedangkan mencari harta dengan ketamakan, maka seperti itu tidak mendatangkan keberkahan dan keberkahan pun akan sirna.a�? Syarh Ibni Batthol, Asy Syamilah, 6/48.
Begitu pula keberkahan dapat diperoleh dengan berpagi-pagi dalam mencari rizki. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

O�U�U�U�UZU�U?U�U�UZ O?UZO�O�U?U?U� U�O?U?U�U�UZO?U?U� U?U?U� O?U?U?U?U?O�U?U�UZO�

a�?Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.a�?
Apabila Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam mengirim peleton pasukan, beliau shallallahu a�?alaihi wa sallam mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. (HR. Abu Daud no. 2606, At Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
 
Ngalap Berkah Yang Keliru
Pertama: Tabarruk dengan orang sholih setelah wafatnya.
Jika terhadap Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam saja tidak diperkenankan tabarruk dengan kubur beliau dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut, maka lebih-lebih dengan kubur orang sholih, kubur para wali, kubur kyai, kubur para habib atau kubur lainnya. Tidak diperkenankan pula seseorang meminta dari orang sholih yang telah mati tersebut dengan doa��a a�?wahai pak kyai, sembuhkanlah penyakitku inia�?, a�?wahai Habib, mudahkanlah urusanku untuk terlepas dari lilitan hutanga�?, a�?wahai wali, lancarkanlah bisniskua�?. Permintaan seperti ini hanya boleh ditujukan pada Allah karena hanya Allah yang bisa mengabulkan. Sehingga jika doa��a semacam itu ditujukan pada selain Allah, berarti telah terjatuh pada kesyirikan.
Begitu pula yang keliru, jika tabarruk tersebut adalah tawassul, yaitu meminta orang sholih yang sudah tiada untuk berdoa��a kepada Allah agar mendoa��akan dirinya.
Kedua: Tabarruk dengan pohon, batu dan benda lainnya.
Ngalap berkah dengan benda-benda semacam ini, termasuk pula ngalap berkah dengan sesuatu yang tidak logis seperti dengan kotoran sapi (Kebo Kyai Slamet), termasuk hal yang terlarang, suatu bida��ah yang tercela dan sebab A�terjadinya kesyirikan.
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, a�?Adapun pohon, bebatuan dan benda lainnya a�� yang dimana dijadikan tabarruk atau diagungkan dengan shalat di sisinya, atau semacam itu, maka semua itu adalah perkara bida��ah yang mungkar dan perbuatan ahli jahiliyah serta sebab timbulnya kesyirikan.a�? Majmua�� Al Fatawa, 27/136-137.
 
Perbuatan-perbuatan di atas adalah termasuk perbuatan ghuluw terhadap orang sholih dan pada suatu benda. Sikap yang benar untuk meraih keberkahan dari Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam setelah beliau wafat adalah dengan ittibaa�� atau mengikuti setiap tuntunan beliau, sedangkan kepada orang sholih adalah dengan mengikuti ajaran kebaikan mereka dan mewarisi setiap ilmu mereka yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
 
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mencukupkan dengan hal itu saja tanpa mencari berkah lewat jalan yang keliru, bida��ah atau bernilai kesyirikan. Carilah keberkahan dengan beriman dengan bertakwa pada Allah. Allah Taa��ala berfirman,

U?UZU�UZU?U� O?UZU�U�UZ O?UZU�U�U�UZ O�U�U�U�U?O�UZU� O?UZU�UZU�U?U?O� U?UZO�O?U�UZU�UZU?U�O� U�UZU?UZO?UZO�U�U�UZO� O?UZU�UZUSU�U�U?U�U� O?UZO�UZU?UZO�O?U? U�U?U�UZ O�U�O?U�UZU�UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO�U�O�U? U?UZU�UZU?U?U�U� U?UZO�U�UZO?U?U?O� U?UZO?UZO�UZO�U�U�UZO�U�U?U�U� O?U?U�UZO� U?UZO�U�U?U?O� USUZU?U�O?U?O?U?U?U�UZ

a�?Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.a�? (QS. Al Aa��raf: 96).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kepada kita berbagai keberkahan. Amiinn..
 
Sumber: muslim.or.id

READ MORE
Info Sehat

Manfaat 3 Jenis Teh Populer bagi Kesehatan

Oleh: dr. Ajeng Rambisa
 
Sebagai salah satu jenis minuman yang dikenal luas di negara-negara timur, manfaat teh kemudian mulai menarik perhatian negara-negara barat karena efek yang ditimbulkannya pada kesehatan. Mulai dari menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, diabetes, stroke serta penyakit degeneratif lainnya, hingga disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan merupakan beberapa manfaat teh yang sudah dikenal luas. Ada beberapa jenis teh yang mungkin sudah pernah Anda coba sebelumnya, diantaranya yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Bagaimana manfaat teh tersebut bagi kesehatan?
Teh Hijau
Jenis teh ini bisa jadi merupakan jenis teh yang paling terkenal manfaatnya bagi kesehatan. Teh hijau terbuat dari daun teh yang belum difermentasi dan di antara jenis teh lainnya memiliki kandungan antioksidan yang disebut polifenol paling tinggi.A�AntioksidanA�adalah substansi penting yang berfungsi melawan efek buruk radikal bebas pada tubuh. Radikal bebas yang bisa Anda dapatkan dari lingkungan sekitar hingga makanan dapat menyebabkan kerusakan sel sampai ke level gen atau DNA bahkan bisa berujung pada kematian sel. Antioksidan dapat menetralisir kerja radikal bebas sehingga membantu mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.
Dalam pengobatan tradisional Cina dan India, teh hijau digunakan sebagai stimulan, diuretik, hingga astringen untuk membantu mengontrol pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka. Beberapa manfaat teh hijau lainnya yaitu mengobati perut bergas, meregulasi temperatur tubuh, mengontrol kadar gula darah, membantu melancarkan pencernaan, hingga meningkatkan kemampuan kognitif.
Sementara menurut berbagai hasil penelitian, teh hijau dapat membantu dalam mencegah penyakit berikut ini:

  • Kolesterol tinggi danA�aterosklerosis: teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL. Suatu penelitian yang diujicobakan terhadap hewan membuktikan bahwa kadar polifenol yang ditemukan dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan kolesterol oleh usus halus dan secara bersamaan membantu tubuh membuang kelebihan kolesterol. Karena sifatnya yang dapat menurunkan kolesterol pula, teh hijau dapat membantu mencegah terjadinya aterosklerosis, atau penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan oleh tingginya kadar lemak jahat dalam tubuh. Aterosklerosis ini dapat mengakibatkanA�penyakit jantungdan stroke di kemudian hari.
  • Kanker: selain lemak jahat, teh hijau juga diteliti manfaatnya untuk mencegah penyakit kanker. Sebagai perbandingan, negara yang mengonsumsi teh hijau lebih banyak seperti Jepang misalnya, memiliki persentase orang yang menderita kanker lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain yang tidak rutin mengonsumsi teh hijau. Peneliti menyimpulkan bahwa polifenol dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker ovarium, hingga kanker kulit dapat dicegah dengan konsumsi teh hijau yang rutin.

A�
Teh Oolong
Sama-sama berasal dari tanamanA�C. sinensisA�yang menghasilkan teh hitam dan teh hijau, teh oolong berbeda dengan jenis teh lainnya jika dilihat dari metode pemrosesan serta level oksidasi yang dihasilkan. Jika teh hijau memiliki rasa yang lebih ringan dan teh hitam memiliki rasa yang lebih kuat, maka teh oolong berada ditengah-tengahnya. Kadar kafein yang terdapat pada teh oolong hampir sama seperti yang terdapat pada teh hijau. Sama seperti jenis teh lainnya, kandungan antioksidan pada teh oolong juga terkenal dapat mencegah berbagai penyakit. Pada teh oolong terdapat antioksidan jenis flavonol dan flavanol. Beberapa manfaat teh oolong antara lain:

  • Menurunkan kadar gula darah: berdasarkan penelitian yang diterbitkan dari jurnalA�Diabetes CareA�pada tahun 2003, mereka yang menderita diabetes mellitus tipe 2 dan secara rutin mengonsumsi obat disertai dengan konsumsi teh oolong secara teratur memiliki kemampuan untuk mengontrol gula darah lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi obat-obatan saja.
  • Membantu menurunkan berat badan: sebuah penelitian yang dilakukan pada mereka yang mengalami kegemukan dan obesitas menyatakan bahwa partisipan yang mengonsumsi teh oolong selama enam minggu berturut-turut kemudian akan mengalami penurunan berat badan disertai dengan pengurangan ukuran lingkar pinggang. Selain itu berdasarkan penelitian yang dilakukan U.S. Department of Agriculture ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi teh dapat membakar kalori sekitar 67 kalori lebih banyak per harinya jika dibandingkan dengan mereka yang hanya minum air saja dengan jumlah yang sama.
  • MencegahA�kanker ovarium: wanita yang secara rutin mengonsumsi teh memiliki risiko lebih rendah untuk menderita kanker ovarium di kemudian hari. Suatu penelitian menemukan konsumsi dua cangkir atau lebih teh per harinya dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium di kemduan hari hingga hampir setengahnya.

Teh Hitam
Merupakan jenis teh yang paling banyak mengalami oksidasi, atau dikenal dengan nama a�?fermentasia�� pada industri teh. Di antara jenis teh lainnya, teh hitam memiliki kadar kafein yang paling tinggi. Cara pembuatannya adalah dengan menghancurkan daun teh lalu digiling sehingga memaksimalkan proses oksidasi, suatu proses yang melibatkan interaksi oksigen dengan permukaan daun teh sehingga kemudian menghasilkan komponen aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Proses oksidasi ini akan menghasilkan warna teh yang lebih gelap.
Karena kadar kafeinnya yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis teh lain, teh hitam dapat menjadi pengganti kopi untuk menstimulasi kerja tubuh dan otak Anda. Tidak hanya itu, teh hitam juga memiliki kadar fluoride yang dapat membantu melindungi Anda dari karies gigi. Kandungan antioksidannya efektif dalam mengurangi terkena risiko serangan jantung, aterosklerosis,A�batu ginjal, kanker ovarium, hingga penyakitA�Parkinson. Selain itu teh hitam juga dapat membantu mencegah terjadinya hipertensi ortostatik, atau keadaan ketika Anda merasa pusing dan berkunang-kunang saat melakukan perubahan posisi dari duduk ke berdiri dengan cepat.

READ MORE
Chat bersama kami