Da'wah

Berlomba Dalam Kebajikan

Kehidupan yang sedang kita jalani di dunia ini hanyalah sebagai tempat persinggahan sementara untuk menuju kehidupan yang hakiki, hidup yang kekal abadi, yaitu kehidupan di akhirat kelak. Tentu setiap kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan dalam kehidupan di negeri kekekalan tersebut. Keselamatan yang dimaksud adalah selamat dari siksa api neraka dan dapat menghuni negeri karamah, surga Allah Subhanahu wa Taa��ala yang seluas langit-langit dan bumi. Agar selamat tentu tidak bisa dengan sekedar angan-angan dan khayalan tanpa amalan karena surga tidak bisa dibeli dengan apa pun. Dengan harta yang paling mahal sekalipun. Akan tetapi surga hanya bisa diraih dengan rahmat Allah Subhanahu wa Taa��ala. Dan rahmat Allah Subhanahu wa Taa��ala itu dekat dengan orang-orang beriman yang berbuat kebajikan. Allah Subhanahu wa Taa��ala berfirman:

O?U?U�U�UZ O�UZO�U�U�UZO?UZ O�U�U�U�UZU�U? U�UZO�U?USO?U? U�U?U�UZ O�U�U�U�U?O�U�O?U?U�U?USU�UZ

a�?Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat bagi orang-orang yang berbuat baik.a�? (Al-Aa��raf: 56)
Agar selamat kita harus menjadi orang yang beriman, yaitu orang yang beramal kebaikan, amal shaleh yang ikhlas untuk Allah Subhanahu wa Taa��ala dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam.
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita. Kita juga tidak tahu kapan utusan Allah Subhanahu wa Taa��ala datang menjemput kita. Oleh karena itu, bersegera melakukan amalan kebaikan menjadi sebuah kemestian. Apalagi Allah Subhanahu wa Taa��ala telah memerintahkan dalam kitab-Nya yang mulia:

A�UsU?UZO�O?U�O?UZO?U?U�U?U?O� O�U�U�O�UZUSU�O�UZO�O?U?

a�?Maka berlomba-lombalah kalian kepada amalan-amalan kebaikan.a�?A�(Al-Baqarah: 148)
A�

U?UZO?UZO�O�U?O?U?U?O� O?U?U�UZU�U� U�UZO?U�U?U?O�UZO�U? U�U?U�U� O�UZO?U�U?U?U?U�U� U?UZO�UZU�U�UZO�U? O?UZO�U�O�U?U�UZO� O�U�O?U�UZU�UZO�U?UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO�U�O�U? O?U?O?U?O?U�UZO?U� U�U?U�U�U�U?O?U�UZU�U?USU�UZ

a�?Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.a�? A�(Ali a�?imran: 133)
A�
Ajakan berlomba kepada kebaikan mengandung ajakan agar seseorang berusaha dan bersemangat menjadi orang pertama yang berbuat kebaikan. Barang siapa yang ketika di dunia bersegera kepada kebaikan berarti ia adalah orang terdepan di akhirat menuju surga-surga. Dengan demikian, orang-orang yang berlomba/terdepan dalam kebaikan adalah hamba-hamba yang paling tinggi derajatnya. (Taisir al-Karimir Rahman, hml. 73)
Dalam firman Allah Subhanahu wa Taa��ala yang berikutnya ada perintah untuk bersegera kepada ampunan Allah Subhanahu wa Taa��ala dan kepada surga-Nya, yang berarti ajakan untuk melakukan sebab-sebab yang bisa mengantarkan kepada keduanya yaitu beramal saleh. (Ruhul Maa��ani. 3/76)
Bersegera kepada ampunan Allah Subhanahu wa Taa��ala bisa dilakukan dengan istighfar dan dengan melakukan amalan yang menghapus dosa-dosa, seperti berwudhu, shalat lima waktu, mengerjakan puasa Ramadhan, dan semisalnyaa�?. (Tafsir Al-Qura��anil karim,surah Ali imran, 2/166 karya asr-Syaikh ibnu Utsaimin)
Selain itu, Allah Subhanahu wa Taa��ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar bersegera kepada surga-Nya dengan mengerjakan amal saleh yang bisa menyampaikan kepada surga. (Syahru Riyadhis Shalihin, asy-Syaikh ibnu Utsaimin, 1/411)
Abu Sirwaa��ah Uqbah ibnul Harist radhiyallahu ‘anhu berkata, a�?Suatu hari aku pernah shalat ashar di belakang Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam ketika di Madinah. Beliau mengucapkan salam kemudian bangkit dengan segera dari tempatnya dan berlalu dengan melangkahi leher orang-orang hingga sampai kerumah salah satu istri beliau. Orang-orang pun terkejut dengan bersegeranya beliau meninggalkan tempat shalatnya (menuju rumah istrinya). Tidak lama kemudian, beliau keluar kembali menemui mereka. Beliau melihat keheranan mereka terhadap apa beliau lakukan tadi. Beliaupun menjelaskan:
a�?Tadi aku mengingat ada sepotong emas (atau perak) di tempat kami. Aku tidak suka harta tersebut menahanku. Aku pun memerintahkan agar dibagi-bagikan.a�? (HR. al-Bukhari no. 851)
Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:
a�?Di rumah aku meninggalkan sepotong emas/perak dari harta sedekah. Aku tidak suka bermalam dalam keadaan harta itu masih bersamaku.a�? (no. 1430)
Hadist di atas dengan jelas menunjukan bersegeranya Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam kepada kebaikan. Ini adalah pengajaran kepada umat beliau agar tidak menunda-nunda kebaikan karena mereka tidak tahu kapan kematian menjemput sehingga terluputlah kebaikan. Seseorang sepantasnya menjadi seorang yang cendikia. Hendaknya ia beramal untuk kehidupan setelah matinya dan tidak meremehkan persiapan untuk orang mati. Jika dalam urusan dunia seseorang bersegera mengambil kesempatan maka tentu dia wajib berbuat demikian dalam urusan akhirat, bahkan lebih utama. Allah Subhanahu wa Taa��ala berfirman:

O?UZU�U� O?U?O�U�O�U?O�U?U?U�UZ O�U�U�O�UZUSUZO�O�UZ O�U�O?U�U?U�U�USUZO�A� U?UZO�U�U�O?O�U?O�UZO�U? O�UZUSU�O�U? U?UZO?UZO?U�U�UZU�U�A� A� A�A�

a�?Bahkan mereka lebih mengutamakan kehidupan dunia, dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.a�? (Al-Aa��la: 16-17)
Ibnu Baththal A�rahimahullah mengatakan, a�?Hadist ini menunjukan bahwa kebaikan sepantasnya segera dikerjakan, karena penyakit dapat menghadang, penghalang dapat mencegah, dan tidak aman dari kedatangan kematian secara tiba-tiba. Apalagi perbuatan menunda-nunda (mengatakan nanti……nanti) adalah tidak terpuji.a�? (Fathul bari, 3/337)
A�
Para sahabat Rasul shallallahu a�?alaihi wa sallam juga memberikan teladan kepada kita dalam semangat bersegera kepada kebaikan, bersegera kepada surga Allah Subhanahu wa Taa��ala yang amat luas. Ketika perang Uhud, ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam:
a�?Apa pendapat Anda jika aku terbunuh, di manakah tempatku?a�? a�?Di surga,a�? jawab Rasulullah. Orang itu pun membuang beberapa butir kurma yang ada di tangannya. Ia kemudian maju berperang hingga terbunuh. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
A�
Kita juga melihat bersegeranya kaum wanita dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam kepada kebaikan dan cepatnya mereka menunaikan titah Rasul mereka. Di saat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam menyampaikan khutbah Id, beliau turun dari tempatnya berkhutbah kemudian menuju tempat para wanita. Beliau memberikan wejengan khusus untuk mereka bersedekah. Mulailah para wanita yang hadir ketika itu melepas perhiasan mereka. Di antaranya ada yang melepas anting dan cincinnya lalu melemparkannya ke baju Bilal yang dibentangkan guna menandahi harta sedekah. (HR. al-Bukhari no. 1431 dan Muslim no. 2054)
Wallahu aa��lam bish-shawab
 
Sumber : MajalahA�Asy Syariah

READ MORE
Info Sehat

Waktu dan Siklus Tidur, Serta Efek Kurang Tidur Bagi Tubuh

Oleh:A�Wilambita A�Rambisa, A. Md. Keb
 
Mengapa tidur itu penting? Dalam artikel ini anda akan menemukan beberapa hal mendasar mengenai tidur, mulai dari pentingnya tidur, siklus dan tahapan (fase) tidur, waktu tidur yang direkomendasikan, serta dampak buruk kekurangan tidur atau tidur yang tidak sehat.
Tidur memegang peranan penting terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh sepanjang hari. Memiliki tidur yang berkualitas dan sehat membantu menjaga kesehatan fisik, kesehatan mental serta kualitas hidup secara umum. Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja, dan memberikan dampak buruk terhadap tubuh.
 
Siklus Tidur
Setiap orang memiliki jam internal yang mengatur antara tidur dan terjaga, yang biasanya disebut dengan istilahA�biological clockA�atauA�circadian rhythm.
Siklus tersebut diatur melalui sebuah proses di otak berdasarkan berapa lama tubuh telah terjaga dan juga perubahan antara terang dan gelap (siang dan malam). Di malam hari, tubuh akan memproduksi melatonin, hormon yang membuat seseorang merasa ngantuk. Sebaliknya, di siang hari, cahaya matahari memicu otak untuk menghentikan produksi melatonin sehingga seseorang akan merasa terjaga.
Siklus biological clock juga dapat terganggu, khususnya oleh faktor-faktor seperti sift kerja malam, perjalanan melintasi zona waktu, pola tidur yang tidak teratur ataupun karena masalah gangguan tidur. Selain itu, produksi melatonin juga dapat terhambat jika seseorang sangat sedikit a�?terpapara�� sinar matahari selama siang hari, atau karena terekspos oleh terlalu banyak cahaya artifisial di malam hari (misalnya dari lampu dan peralatan elektronik seperti tv, komputer, ponsel, dsb.)
 

Lama Waktu Tidur Ideal

Jumlah waktu tidur akan berbeda-beda bagi setiap orang karena bergantung oleh berbagai faktor, termasuk umur. Bayi membutuhkan waktu tidur yang lebih lama (hingga 18 jam) dibandingkan orang dewasa (7-9 jam). Berikut adalah waktu tidur yang dibutuhkan oleh seseorang berdasarkan usia:

  • Bayi (baru lahir, usia 0 a�� 2 bulan) : 12 a�� 18 jam
  • Bayi (2 a�� 11 bulan) : 14 a�� 15 jam
  • Batita 1 a�� 3 tahun : 12 a�� 14 jam
  • Balita 3 a�� 5 tahun : 11 a�� 13 jam
  • Anak usia sekolah (5 a�� 10 tahun) : 10 a�� 11 jam
  • Remaja 10 a�� 17 tahun : 8,5 a�� 9,25 jam
  • Dewasa, termasuk lansia : 7 a�� 9 jam
  • Wanita di beberapa bulan awal kehamilan biasa juga membutuhkan waktu tidur beberapa jam yang lebih lama dari biasanya.

Efek Kurang Tidur

Walau tampaknya kurang tidur tidak dianggap sebagai masalah besar, namun faktanya kekurangan tidur memiliki efek negatif yang besar bagi seseorang selama beraktifitas di siang hari. Seperti telah disebutkan di awal, bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, bereaksi, produktivitas, kerativitas, belajar serta bekerja.
Efek-efek negatif kurangnya waktu tidur diantaranya berupa:

  • Lelah, lesu dan kurang motivasi
  • Kurang mood dan lekas marah
  • Berkurangnya kreativitas dan kemampuan problem-solving
  • Kurang mampu mengontrol dan menghadapi stress
  • Berkurangnya imunitas; sering pilek atau tertular penyakit lainnya
  • Bermasalah dengan konsentrasi dan memori (ingatan)
  • Terganggunya skil motorik
  • Kesulitan mengambil keputusan
  • Meningkatnya resiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya

READ MORE
Da'wah

Bahayanya Makan dan Minum Menggunakan Tangan Kiri

Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu a�?anhuma, ketika beliau masih kecil pernah makan dengan kedua tangannya a�� kanan-kiri. Kemudian diperingatkan oleh Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam,

USUZO� O?U?U�O�UZU�U? O?UZU�U�U? O�U�U�U�UZU�UZ O? U?UZU?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U?UZ U?UZU?U?U�U� U�U?U�U�UZO� USUZU�U?USU?UZ

a�?Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu.a�? (HR. Bukhari 5376 & Muslim 2022)
 
Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah riwayat,

O?U?O�UZO� O?UZU?UZU�UZ O?UZO�UZO?U?U?U?U�U� U?UZU�U�USUZO?U�U?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U�U? U?UZO?U?O�UZO� O?UZO�U?O?UZ U?UZU�U�USUZO?U�O�UZO?U� O?U?USUZU�U?USU�U?U�U? U?UZO?U?U�U�UZ O�U�O?U�UZUSU�O�UZO�U�UZ USUZO?U�U?U?U�U? O?U?O?U?U�UZO�U�U?U�U? U?UZUSUZO?U�O�UZO?U? O?U?O?U?U�UZO�U�U?U�U?

“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 2020, Bab Adab Makan-Minum dan Hukumnya)
 
Dalam hadits ini terdapat dua poin: perintah makan dengan tangan kanan dan larangan makan dengan tangan kiri.
Juga hadits Jabir bin a�?Abdillah radhiallahua��anhu, bahwa Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam bersabda:

U�O� O?O?U?U�U?O� O?O�U�O?U�U?U�O�U�U? O? U?O?U�U�UZ O�U�O?U�UZUSO�O�U�UZ USO?U?U�U? O?O�U�O?U�U?U�O�U�U?

a�?janganlah kalian makan dengan tangan kiri karena setan makan dengan tangan kiria�? (HR. Muslim 2019)
 
Makan dengan tangan kiri ini juga ternyata mendapat doa��a keburukan dari Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam yang menunjukkan ancaman bagi si pelakunya. Dan ini juga sekaligus menunjukkan haramnya makan dengan tangan kiri.
Salamah bin al-Akwaa�� bercerita,
Ada seseorang laki makan di samping Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

U?U?U�U� O?U?USUZU�U?USU�U?U?UZ

a�?Makanlah dengan tangan kananmu!a�?

Dia malah menjawab, a�?Aku tidak bisa.a��

U�UZO�U�UZ A� U�O�UZ O�O?U�O?UZO�UZO?U�O?UZ A�. U�UZO� U�UZU�UZO?UZU�U? O?U?U�O�U�UZ O�U�U�U?U?O?U�O�U?. U�UZO�U�UZ U?UZU�UZO� O�UZU?UZO?UZU�UZO� O?U?U�UZU� U?U?USU�U?

Beliau bersabda, a�?Benar kamu tidak bisa?a�� -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa diangkat sampai ke mulutnya.a�? (HR. Muslim 2021)
 
Artinya jika dikatakan wajib, maka yang makan atau minum dengan tangan kiri dengan kesengajaan, berarti melakukan keharaman. Demikianlah yang lebih tepat karena ada penguat dalam riwayat Muslim yang menyatakan bahwa makan dengan tangan kiri menyerupai perbuatan setan. Inilah yang menjadi alasan wajibnya sebagaimana telah jelas dalam kaedah fiqhiyah. Wallahu aa��lam.
A�
Selain itu, andaikan seseorang menguatkan pendapat makruhnya hal ini, maka yang makruh itu hendaknya dijauhi. Ketika para ulama mengatakan hukumnya makruh, maka mereka menginginkan orang-orang menjauhi hal tersebut, bukan malah melakukannya apalagi menjadikannya kebiasaan. Bukankah Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam bersabda:

O�U�O�UZU�O�UZU�U? O?UZUSU?U�U�U?O? U?UZO�U�O�UZO�UZO�U�U? O?UZUSU?U�U�U?O? U?UZO?UZUSU�U�UZU�U?U�UZO� U�U?O?UZO?UZU�U�UZO�O?U? U�O�UZ USUZO?U�U�UZU�U?U�UZO� U?UZO�U?USO�U? U�U?U�UZ O�U�U�UZU�O�O?U?O? U?UZU�UZU�U? O�O?UZU�U�UZU� O�U�U�U?O?UZO?UZU�U�UZO�O?U? O�O?U�O?UZO?U�O�UZO?UZ U�U?O?U?USU�U?U�U? U?UZO?U?O�U�O�U?U�U?O? U?UZU�UZU�U� U?UZU�UZO?UZ U?U?US O�U�O?U?U�O?U?U�UZO�O?U?: U?UZO�UZO�O?U? USUZO�U�O?UZU� O�UZU?U�U�UZ O�U�O�U?U�UZU�O? USU?U?O?U?U?U? O?UZU�U� USU?U?UZO�U�U?O?UZU�U?

a�?Yang halal itu jelas, yang haram itu jelas. Diantaranya ada yang syubhat, yang tidak diketahui hukumnya oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhi yang syubhat, ia telah menjaga kehormatan dan agamanya. Barangsiapa mendekati yang syubhat, sebagaimana pengembala di perbatasan. Hampir-hampir saja ia melewatinyaa�? (HR. Bukhari 52, Muslim 1599)
Rasulullah Shallallahua��alaihi Wasallam juga bersabda:

O?U?U�UZU� O�U�O?UZU�USU�O�UZO�U�UZ USUZO�U�O�U?US U�U� O�O?U�U� O?O?U� U�O�O�U� O�U�O?U�

a�?Sesungguhnya setan ikut mengalir dalam darah manusiaa�? (HR. Bukhari 7171, Muslim 2174)
Al Khathabi menjelaskan hadits ini:

U?UZU?U?US U�UZO�UZO� O�U�U�O�UZO?U?USO�U? U�U?U�UZ O�U�U�O?U?U�U�U�U? O�O?U�O?U?O�U�O?UZO�O?U? O?UZU�U� USUZO�U�O�UZO�UZ O�U�O?U?U�U�O?UZO�U�U? U�U?U�U� U?U?U�U?U� O?UZU�U�O�U? U�U?U�UZ O�U�U�U�UZU?U�O�U?U?U�U? U�U?U�UZU�O� O?UZO�U�O�U?US O?U?U�U? O�U�O?U?U�U�U?U?U�U? U?UZUSUZO�U�O�U?O�U? O?U?O�U�U�U�U?U�U?U?O?U? U?UZO?UZU�U� USUZO�U�U�U?O?UZ O�U�O?UZU�U�O�U�UZO�UZ U�U?U�UZ O�U�U�UZU�O�O?U? O?U?O?U?O?U�U�UZO�O�U? O�U�U�O?UZO�UZO�O?UZO�U? U�U?U�UZ O�U�O�U?U�USUZO?U?

a�?Dalam hadits ini ada ilmu tentang dianjurkannya setiap manusia untuk menjauhi setiap hal yang makruh dan berbagai hal yang menyebabkan orang lain punya sangkaan dan praduga yang tidak tidak. Dan anjuran untuk mencari tindakan yang selamat dari prasangka yang tidak tidak dari orang lain dengan menampakkan perbuatan yang bebas dari hal hal yang mencurigakana�? (Talbis Iblis, 1/33)
As-Shana��ani mengatakan,

U?U�O� USO?O?U? O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U� O?U�O� O?U�U� U�U� O?O�U? O�U�U?O�O�O? U?O?U�O� U?U?U� O�U�O?O?O�O? U�O?U?O?O�U� U?U�U? U�O�O?U�U� O?USO�O� U?U�O� USU�O�U?US O?U� O�U�O?O?O�O? O?U�USU� U�U�O?U�O�USU� U�O?O�

Dan Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam tidak mungkin mendoakan keburukan kecuali untuk orang yang meninggalkan kewajiban. Jika doa itu karena alasan orang itu bersikap sombong, memang ada kemungkinan demikian. Dan tidak jauh jika kita pahami bahwa doa itu karena kedua alasan tersebut. (Subulus Salam, 3/159).
 
Mari memulai membiasakan dengan hal yang baik makan dengan tangan kanan, dan tinggalkanlah segala hal yang makruh dan jangan meniru setan. tinggalkan makan dengan tangan kiri..
 
Wallahu aa��lam.
 
Referensi: Dari berbagai sumber

READ MORE
Da'wah

Perintahkanlah Mendirikian Shalat, Jangan Sampai Terlambat!

Pendidikan Islami Sejak Dini
 
Kita masih berada dalam rangkaian wasiat yang disampaikan oleh Luqman al-Hakim kepada putranya. Wasiat-wasiat yang disampaikannya begitu agung dan bermanfaat. Allah Azza wa JallaA�sengaja mengabadikan wasiat tersebut dalam al-Qura��an agar manusia meneladaninya. Berharap dengan wasiat tersebut putra-putri kita menjadi generasi yang shaleh dan shalehah. Dengan demikian, kita sendiri, para orang tua, yang akan merasakan manfaatnya, di dunia hingga di akhirat.
Pada wasiat sebelum ini, Luqman menjelaskan kepada putranya tentang perintah untuk bertauhid dengan segala jenisnya dan menjauhi perbuatan kesyirikan. Sebab, tauhid merupakan asas dan pondasi dari segala amalan. Sedangkan kesyirikan merupakan pembatal dari semua amalan.
Setelah itu, Luqman mengajari putranya bahwa Allah Azza wa JallaA�Maha mengetahui dengan keluasan ilmu-Nya. Setiap amalan sekecil apapun akan dilihat, dicatat dan diberi balasan oleh-Nya. Jika amalan tersebut baik, baik pula balasannya. Jika amalan tersebut jelek, jeleklah balasannya.
Tak lupa, Luqman juga menanamkan kepada putranya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Agar seorang anak mendengar dan menaati bimbingan kedua orang tua. Jika anak berbakti, apapun bimbingan tersebut sang anak akan mengikutinya.
Mari kita cermati rangkaian wasiat yang agung tersebut. Allah Azza wa JallaA�berfirman,
USUZO� O?U?U�UZUSU�UZ O?UZU�U?U�U? O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ U?UZO?U�U�U?O�U� O?U?O�U�U�U�UZO?U�O�U?U?U?U? U?UZO�U�U�U�UZ O?UZU�U? O�U�U�U�U?U�U�U?UZO�U? U?UZO�O�U�O?U?O�U� O?UZU�UZU�U� U�UZO� O?UZO�UZO�O?UZU?UZ U� O?U?U�U�UZ O�UZU�U�U?U?UZ U�U?U�U� O?UZO?U�U�U? O�U�U�O?U?U�U?U?O�U?
a�?Wahai putraku, tegakkanlah shalat, perintahkan yang maa��ruf dan laranglah dari perbuatan mungkar serta bersabarlah atas setiap musibah yang menimpamu. Sesungguhnya itu semua termasuk hal-hal yang diwajibkan.a�? (QS. Luqman: 17).
Tiga wasiat di atas adalah modal untuk melanjutkan bimbingan berikutnya, yaitu perintah untuk shalat, menegakkan amar maa��ruf nahi mungkar dan bersabar ketika menghadapi ujian. Jika tauhid seorang anak lurus, berbakti kepada kedua orang tua, dan yakin dengan keluasan ilmu Allah, wasiat-wasiat ini akan mudah dikerjakan.
 
Perintah Shalat
Shalat merupakan kewajiban umat Islam setelah tauhid. Amalan ini menjadi rukun Islam yang kedua. Oleh karena itu, shalat sudah mulai diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda,
U�U?O�U?U?O� O?UZU?U�U�UZO�O?UZU?U?U�U� O?U?O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O?U? O?U?U�U?USU�UZ U?UZO�O�U�O�U?O?U?U?U�U?U�U� O?UZU�UZUSU�U�UZO� U?UZU�U?U�U� O?UZO?U�U�UZO�O?U? O?UZO?U�O� O?U?U�U?USU�
a�?Perintahlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Pukullah mereka dengan sebab meninggalkan shalat saat mereka berusia sepuluh tahun.a�? (HR. Abu Dawud no. 509)
Anak diajari tata cara shalat secara sempurna, mulai dari thaharah (bersuci), menutup aurat, menghadap kiblat, hingga rukun-rukun shalat.
Seorang anak mulai diberi pengertian tentang najis dan diajari untuk menjaga diri darinya. Sebagai contoh saat buang hajat (besar maupun kecil). Anak diajari adab-adab buang hajat; tempatnya, cara membersihkannya, dan menjauhkanya dari percikan kotoran/najis saat buang hajat.
Pengajaran shalat untuk anak disesuaikan dengan kemampuan anak. Dipilihkan bacaan yang mudah dihafalkan oleh mereka, baik surah pilihan, doa rukua�� dan sujud hingga dzikir-dzikir shalat yang lainnya. Dengan demikian, anak tidak terbebani.
Setelah hafal tata cara dan bacaan shalat, jangan lupa tanamkan kepada anak hal-hal yang menyempurnakan shalat. Diantaranya, pakaian yang bersih dan bagus ketika shalat, shalat tepat pada waktunya dan berjamaah di masjid bagi anak laki-laki, masuk shaf dengan tenang, berdzikir setelah selesai shalat.
 
Khusyua�� dalam Shalat
Hal yang tidak kalah penting dalam pengajaran shalat untuk anak-anak adalah perihal khusyua�� dan thumaa��ninah. Yaitu, seorang anak mengerjakan setiap gerakan, rukun dan bacaan shalat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Tanamkan kepada anak, bahwa thumaa��ninah dan khusyua�� merupakan inti dari shalat. a�?Nak, jika kamu shalat, shalatlah dengan thumaa��ninah, khusyua��,A� dan jangan tergesa-gesa! Sebab, saat shalat, kamu sedang menghadap Allah, Dzat yang menciptakanmu, menghidupkan dan mematikanmu serta memberi kamu rezeki!a�?
Ceritakan kepada putra Anda sebuah kisah yang pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam. Suatu ketika beliau masuk ke dalam masjid. Masuk pulalah seorang laki-laki kemudian ia shalat. Setelah selesai shalat laki-laki tersebut mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam. Beliau menjawabnya sembari bersabda,
a�?Kembalilah dan shalatlah lagi karena sesungguhnya kamu tadi belum shalat.a�?
Maka laki-laki itupun kembali mengerjakan shalat sebagaimana shalatnya yang sebelumnya. Kemudian ia mendatangi Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallamA�dan mengucapkan salam. Beliau shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda, a�?Kembalilah dan shalatlah lagi karena sesungguhnya kamu tadi belum shalat.a�?
Hal ini terulang hingga tiga kali. Maka akhirnya laki-laki itu berkata, a�?Demi Dzat yang mengutus Anda dengan kebenaran, aku tidak bisa membaguskan shalatku lagi selain itu, maka ajarilah aku!a�?
Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallamA�kemudian bersabda (artinya),
a�?Jika kamu berdiri untuk shalat, bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Quran, kemudian rukua��lah dengan thumaa��ninah, lalu bangunlah (dari rukua��) hingga kamu tegak dalam berdiri. Selanjutnya sujudlah hingga dengan thumaa��ninah. Kemudian bangunlah (dari sujud) hingga thumaa��ninah dalam duduk. Lakukanlah yang demikian ini dalam seluruh shalatmu.a�? (HR. al-Bukhari no. 724 dan Muslim no. 397)
a�?Nak, shalatlah dengan khusyua�� dengan cara menghadirkan hati mengingat keagungan Allah. Anakku, khusyua�� dalam shalat adalah ciri orang yang beriman lagi beruntung. Allah Azza wa JallaA�berfirman,
a�?Sungguh telah beruntung orang-orang mukmin, yaitu orang-orang yang khusyua�� dalam shalat-shalat mereka.a�? (QS. Al-Mua��minun:1-2)
Khusyua�� adalah ruh shalat. Shalat yang tidak khusyua��, yaitu tidak mengingat keagungan Allah dan tidak merenungi bacaannya, maka shalat tersebut cacat. Dia tidak akan mendapatkan keutamaan seperti yang disebutkan dalam ayat di atas.
Maka semangatlah untuk khusyua�� dalam shalatmu! Saat shalat, lupakan dunia, harta, dan segala-segalanya. Tidak ada yang tersisa dalam ingatanmu kecuali keagungan Allah, merenungi bacaan ayat dan doa yang akan menambah keimananmu.
 
Ajari Shalat Seperti Shalat Nabi
Shalatlah dengan tata cara RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallam. Jangan shalat dengan tata caramu sendiri! Namun, ikutilah tata cara shalat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam ! Bertanyalah, belajarlah dan pahamilah tata cara shalat Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam.
Berusahalah shalat sebagaimana shalat RasulullahA�shallallahu a�?alaihi wa sallam . Beliau bersabda,
a�?Shalatlah sebagaimana kalian melihatA�aku shalat!a�? (Muttafaqun a�?Alaih)
 
Shalatlah sebaik mungkin!
Perintahkan kepada putra Anda untuk menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Tanamkan kepadanya, bahwa shalat merupakan kunci dari keberuntungan hamba. Jika shalat seorang hamba baik, beruntunglah ia. Sebaliknya, jika shalatnya jelek, maka ia akan sengsara dan celaka.
Bacakanlah sabda Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam berikut (artinya),
a�?Sesungguhnya amalan pertama kali yang dengannya seorang hamba akan dihisab pada hari Kiamat adalah amalan shalat. Jika shalatnya baik, ia pasti beruntung dan selamat. Jika shalatnya jelek, ia pasti merugi.a�? (HR. at-Tirmidzi)
Tanamkan kepada anak bahwa pahala seorang yang shalat itu bermacam-macam. Ada yang mendapatkan pahala penuh, separoh, sepertiga, seperempat, dan seterusnya. Semuanya tergantung dari kesempurnaan shalat yang dikerjakannya.A�Bacakanlah hadits Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam,
O?U?U�U�UZ O�U�U�O?UZO?U�O?UZ U�UZUSU?O�UZU�U�U?US O�U�O�U�UZU�UZO�O�UZ U�UZO� USU?U?U�O?UZO?U? U�UZU�U? U�U?U�U�U�UZO� O?U?U�U�UZO� O?U?O?U�O�U?U�UZO�O? O?U?O?U�O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?U�U?U�UZO�O? O?U?O?U?O?U?U�UZO�O? O?U?O?U?O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?O?U?U�UZO�O? O�U?O?U?O?U?U�UZO�O? O�U?U�U?O�U?U�UZO� U�U?O�U�U?U?U�UZO�
a�?Sesungguhnya tidaklah seorang hamba mengerjakan shalat melainkan dituliskan pahala untuknya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setengahnya.a�? (HR. Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd, Abu Dawud, dan an-Nasai)
Sekali lagi, pahamkan kepada anak agar shalat dengan sebaik-baiknya dan sesempurna mungkin. Bukan sekedar menunaikannya saja sehingga kewajibannya gugur. Bukan! Tetapi tolok ukurnya adalah bagaimana shalat seorang hamba bisa mencapai derajat paling sempurna sehingga mendapatkan pahala yang optimal.
 
Penutup
Demikianlah kandungan wasiat berharga yang disampaikan oleh seorang ayah teladan, Luqman al-Hakim. Sebuah wasiat untuk menjalankan ibadah shalat. Sebuah ibadah yang dijadikan sebagai tiang agama.
Namun begitu, ketika kita memerintahkan putra-putri kita untuk shalat dengan sesempurna mungkin, jangan lupa memberi contoh. Teladan orang tua dalam shalat merupakan sebaik-baik pengajaran. Kita sendiri, para orang tua, hendaknya sebagai orang terdepan untuk menyempurnakan shalat.
Orang tua shalat dengan khusyua��, datang ke masjid untuk shalat berjamaah, mengenakan pakaian yang bagus, berdzikir seusai shalat, menunaikan shalat sunnah rawatib.
Ironis ketika kita, para orang tua dan pendidik, memerintahkan agar anak shalat sebaik mungkin sedangkan kita sendiri melalaikan shalat. Allahul mustaa��an.
Wabillahit-taufiq.
A�
Penulis: Ustadz Abu Abdillah Majdiy
Sumber: http://buletin-alilmu.net

READ MORE
Da'wah

Meraih Keberkahan

 
Barokah atau berkah selalu diinginkan oleh setiap orang. Namun sebagian kalangan salah kaprah dalam memahami makna berkah sehingga hal-hal keliru pun dilakukan untuk meraihnya. Coba kita saksikan bagaimana sebagian orang ngalap berkah dari kotoran sapi. Ini suatu yang tidak logis, namun nyata terjadi. Inilah barangkali karena salah paham dalam memahami makna keberkahan dan cara meraihnya.
 
Makna Barokah
Dalam bahasa Arab, barokah bermakna tetapnya sesuatu, dan bisa juga bermakna bertambah atau berkembangnya sesuatu. Tabriik adalah mendoakan seseorang agar mendapatkan keberkahan. Sedangkan tabarruk adalah istilah untuk meraup berkah atau a�?ngalap berkaha�?.
Adapun makna barokah dalam Al Qura��an dan As Sunnah adalah langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya.
 
Seluruh Kebaikan Hanya Berasal dari Allah
Kadang kita salah paham. Yang kita harap-harap adalah kebaikan dari orang lain, sampai-sampai hati pun bergantung padanya. Mestinya kita tahu bahwa seluruh kebaikan dan keberkahan asalnya dari Allah semata.
Dalam sebuah doa��a istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam disebutkan,

U?UZO�U�U�O�UZUSU�O�U? U?U?U�U�U?U�U? U?U?U� USUZO?UZUSU�U?UZ

a�?Seluruh kebaikan di tangan-Mu.a�? (HR. Muslim no. 771)
Begitu juga dalam beberapa ayat lainnya disebutkan bahwa nikmat (yang merupakan bagian dari kebaikan) itu juga berasal dari Allah. Dan nikmat ini sungguh teramat banyak, sangat mustahil seseorang menghitungnya. Allah Taa��ala berfirman,

U?UZU�UZO� O?U?U?U?U�U� U�U?U�U� U�U?O?U�U�UZO�U? U?UZU�U?U�UZ O�U�U�U�UZU�U?

a�?Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)a�? (QS. An Nahl: 53).

U�U?U�U� O?U?U�U�UZ O�U�U�U?UZO�U�U�UZ O?U?USUZO?U? O�U�U�U�UZU�U?

a�?Sesungguhnya karunia itu di tangan Allaha�? (QS. Ali Imran: 73).

U?UZO?U?U�U� O?UZO?U?O?U�U?U?O� U�U?O?U�U�UZO�UZ O�U�U�U�UZU�U? U�UZO� O?U?O�U�O�U?U?U�UZO�

a�?Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnyaa�? (QS. Ibrahim: 34 dan An Nahl: 18).
Kita telah mengetahui bahwa setiap kebaikan dan nikmat, itu berasal dari Allah. Inilah yang disebut dengan barokah. Maka ini menunjukkan bahwa seluruh barokah, berkah atau keberkahan berasal dari Allah semata. Lihat At Tabarruk, hal. 15-17.
Maka untuk meraih barokah sudah dijelaskan oleh syaria��at Islam yang mulia ini. Sehingga jika seseorang mencari berkah namun di luar apa yang telah dituntunkan oleh Islam, maka ia berarti telah menempuh jalan yang keliru. Karena ingatlah sekali lagi bahwa datangnya barokah atau kebaikan hanyalah dari Allah.
 
Kami contohkan misalnya keberkahan orang sholih, yaitu orang yang sholih secara lahir dan batin, selalu menunaikan hak-hak Allah. Di antara keberkahan orang sholih adalah karena keistiqomahan agamanya. Karena istiqomahnya ini, dia akan memperoleh keberkahan di dunia yaitu tidak akan sesat dan keberkahan di akhirat yaitu tidak akan sengsara. Lihat perkataan Ibnu a�?Abbas ketika menafsirkan surat Thoha ayat 123 dalamm Tafsir Al Qura��an Al a�?Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 9/376-377.
Allah Taa��ala berfirman,

U?UZO?U?U�U�UZO� USUZO?U�O?U?USUZU�U�UZU?U?U�U� U�U?U�U�U?US U�U?O?U�U� U?UZU�UZU�U? O�O?U�UZO?UZO?UZ U�U?O?UZO�USUZ U?UZU�UZO� USUZO�U?U�U�U? U?UZU�UZO� USUZO?U�U�UZU�

a�?Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.a�? (QS. Thoha: 123).
Keberkahan orang sholih pun terdapat pada usaha yang mereka lakukan. Mereka begitu giat menyebarkan ilmu agama di tengah-tengah masyarakat sehingga banyak orang pun mendapat manfaat. Itulah keberkahan yang dimaksudkan. Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam menyebut orang-orang sholih yang berilmu sebagai pewaris para nabi.

O?U?U�U�UZ O�U�U�O?U?U�UZU�UZO�O?UZ U?UZO�UZO�UZO�U? O�U�O?UZU�U�O?U?USUZO�O?U?

a�?Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabia�?. (HR. Abu Daud no. 3641, At Tirmidzi no. 2682 dan Ibnu Majah no. 223).
 
Ketika seseorang mencari harta dengan tidak diliputi rasa tamak, maka keberkahan pun akan mudah datang. Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam pernah mengatakan pada Hakim bin Hizam,

USUZO� O�UZU?U?USU�U? O?U?U�U�UZ U�UZO�UZO� O�U�U�U�UZO�U�UZ O�UZO�U?O�UZO�U? O�U?U�U�U?UZO�U? O? U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�U? O?U?O?UZO�UZO�U?UZO�U? U�UZU?U�O?U? O?U?U?O�U?U?UZ U�UZU�U? U?U?USU�U? O? U?UZU�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�U? O?U?O?U?O?U�O�UZO�U?U? U�UZU?U�O?U? U�UZU�U� USU?O?UZO�O�UZU?U� U�UZU�U? U?U?USU�U? U?UZO�U�U�UZO�U?U� USUZO?U�U?U?U�U? U?UZU�O�UZ USUZO?U�O?UZO?U? O? O�U�U�USUZO?U? O�U�U�O?U?U�U�USUZO� O�UZUSU�O�U? U�U?U�UZ O�U�U�USUZO?U? O�U�O?U�U?U?U�U�UZU�

a�?Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu hijau lagi manis. Barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya (tidak tamak dan tidak mengemis), maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan, maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawaha�? (HR. Bukhari no. 1472).
 
Yang dimaksud dengan kedermawanan dirinya, jika dilihat dari sisi orang yang mengambil harta berarti ia tidak mengambilnya dengan tamak dan tidak meminta-minta. Sedangkan jika dilihat dari orang yang memberikan harta, maksudnya adalah ia mengeluarkan harta tersebut dengan hati yang lapang. Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Maa��rifah, 1379 H, 3/336.
 
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, a�?Qonaa��ah dan selalu merasa cukup dengan harta yang dicari akan senantiasa mendatangkan keberkahan. Sedangkan mencari harta dengan ketamakan, maka seperti itu tidak mendatangkan keberkahan dan keberkahan pun akan sirna.a�? Syarh Ibni Batthol, Asy Syamilah, 6/48.
Begitu pula keberkahan dapat diperoleh dengan berpagi-pagi dalam mencari rizki. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

O�U�U�U�UZU�U?U�U�UZ O?UZO�O�U?U?U� U�O?U?U�U�UZO?U?U� U?U?U� O?U?U?U?U?O�U?U�UZO�

a�?Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.a�?
Apabila Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam mengirim peleton pasukan, beliau shallallahu a�?alaihi wa sallam mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. (HR. Abu Daud no. 2606, At Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
 
Ngalap Berkah Yang Keliru
Pertama: Tabarruk dengan orang sholih setelah wafatnya.
Jika terhadap Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam saja tidak diperkenankan tabarruk dengan kubur beliau dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut, maka lebih-lebih dengan kubur orang sholih, kubur para wali, kubur kyai, kubur para habib atau kubur lainnya. Tidak diperkenankan pula seseorang meminta dari orang sholih yang telah mati tersebut dengan doa��a a�?wahai pak kyai, sembuhkanlah penyakitku inia�?, a�?wahai Habib, mudahkanlah urusanku untuk terlepas dari lilitan hutanga�?, a�?wahai wali, lancarkanlah bisniskua�?. Permintaan seperti ini hanya boleh ditujukan pada Allah karena hanya Allah yang bisa mengabulkan. Sehingga jika doa��a semacam itu ditujukan pada selain Allah, berarti telah terjatuh pada kesyirikan.
Begitu pula yang keliru, jika tabarruk tersebut adalah tawassul, yaitu meminta orang sholih yang sudah tiada untuk berdoa��a kepada Allah agar mendoa��akan dirinya.
Kedua: Tabarruk dengan pohon, batu dan benda lainnya.
Ngalap berkah dengan benda-benda semacam ini, termasuk pula ngalap berkah dengan sesuatu yang tidak logis seperti dengan kotoran sapi (Kebo Kyai Slamet), termasuk hal yang terlarang, suatu bida��ah yang tercela dan sebab A�terjadinya kesyirikan.
Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, a�?Adapun pohon, bebatuan dan benda lainnya a�� yang dimana dijadikan tabarruk atau diagungkan dengan shalat di sisinya, atau semacam itu, maka semua itu adalah perkara bida��ah yang mungkar dan perbuatan ahli jahiliyah serta sebab timbulnya kesyirikan.a�? Majmua�� Al Fatawa, 27/136-137.
 
Perbuatan-perbuatan di atas adalah termasuk perbuatan ghuluw terhadap orang sholih dan pada suatu benda. Sikap yang benar untuk meraih keberkahan dari Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam setelah beliau wafat adalah dengan ittibaa�� atau mengikuti setiap tuntunan beliau, sedangkan kepada orang sholih adalah dengan mengikuti ajaran kebaikan mereka dan mewarisi setiap ilmu mereka yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
 
Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita mencukupkan dengan hal itu saja tanpa mencari berkah lewat jalan yang keliru, bida��ah atau bernilai kesyirikan. Carilah keberkahan dengan beriman dengan bertakwa pada Allah. Allah Taa��ala berfirman,

U?UZU�UZU?U� O?UZU�U�UZ O?UZU�U�U�UZ O�U�U�U�U?O�UZU� O?UZU�UZU�U?U?O� U?UZO�O?U�UZU�UZU?U�O� U�UZU?UZO?UZO�U�U�UZO� O?UZU�UZUSU�U�U?U�U� O?UZO�UZU?UZO�O?U? U�U?U�UZ O�U�O?U�UZU�UZO�O?U? U?UZO�U�U�O?UZO�U�O�U? U?UZU�UZU?U?U�U� U?UZO�U�UZO?U?U?O� U?UZO?UZO�UZO�U�U�UZO�U�U?U�U� O?U?U�UZO� U?UZO�U�U?U?O� USUZU?U�O?U?O?U?U?U�UZ

a�?Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.a�? (QS. Al Aa��raf: 96).
Semoga Allah senantiasa melimpahkan kepada kita berbagai keberkahan. Amiinn..
 
Sumber: muslim.or.id

READ MORE
Info Sehat

Manfaat 3 Jenis Teh Populer bagi Kesehatan

Oleh: dr. Ajeng Rambisa
 
Sebagai salah satu jenis minuman yang dikenal luas di negara-negara timur, manfaat teh kemudian mulai menarik perhatian negara-negara barat karena efek yang ditimbulkannya pada kesehatan. Mulai dari menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, diabetes, stroke serta penyakit degeneratif lainnya, hingga disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan merupakan beberapa manfaat teh yang sudah dikenal luas. Ada beberapa jenis teh yang mungkin sudah pernah Anda coba sebelumnya, diantaranya yaitu teh hijau, teh oolong, dan teh hitam. Bagaimana manfaat teh tersebut bagi kesehatan?
Teh Hijau
Jenis teh ini bisa jadi merupakan jenis teh yang paling terkenal manfaatnya bagi kesehatan. Teh hijau terbuat dari daun teh yang belum difermentasi dan di antara jenis teh lainnya memiliki kandungan antioksidan yang disebut polifenol paling tinggi.A�AntioksidanA�adalah substansi penting yang berfungsi melawan efek buruk radikal bebas pada tubuh. Radikal bebas yang bisa Anda dapatkan dari lingkungan sekitar hingga makanan dapat menyebabkan kerusakan sel sampai ke level gen atau DNA bahkan bisa berujung pada kematian sel. Antioksidan dapat menetralisir kerja radikal bebas sehingga membantu mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas.
Dalam pengobatan tradisional Cina dan India, teh hijau digunakan sebagai stimulan, diuretik, hingga astringen untuk membantu mengontrol pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka. Beberapa manfaat teh hijau lainnya yaitu mengobati perut bergas, meregulasi temperatur tubuh, mengontrol kadar gula darah, membantu melancarkan pencernaan, hingga meningkatkan kemampuan kognitif.
Sementara menurut berbagai hasil penelitian, teh hijau dapat membantu dalam mencegah penyakit berikut ini:

  • Kolesterol tinggi danA�aterosklerosis: teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL. Suatu penelitian yang diujicobakan terhadap hewan membuktikan bahwa kadar polifenol yang ditemukan dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan kolesterol oleh usus halus dan secara bersamaan membantu tubuh membuang kelebihan kolesterol. Karena sifatnya yang dapat menurunkan kolesterol pula, teh hijau dapat membantu mencegah terjadinya aterosklerosis, atau penyumbatan pembuluh darah yang diakibatkan oleh tingginya kadar lemak jahat dalam tubuh. Aterosklerosis ini dapat mengakibatkanA�penyakit jantungdan stroke di kemudian hari.
  • Kanker: selain lemak jahat, teh hijau juga diteliti manfaatnya untuk mencegah penyakit kanker. Sebagai perbandingan, negara yang mengonsumsi teh hijau lebih banyak seperti Jepang misalnya, memiliki persentase orang yang menderita kanker lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain yang tidak rutin mengonsumsi teh hijau. Peneliti menyimpulkan bahwa polifenol dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Kanker kandung kemih, kanker payudara, kanker ovarium, hingga kanker kulit dapat dicegah dengan konsumsi teh hijau yang rutin.

A�
Teh Oolong
Sama-sama berasal dari tanamanA�C. sinensisA�yang menghasilkan teh hitam dan teh hijau, teh oolong berbeda dengan jenis teh lainnya jika dilihat dari metode pemrosesan serta level oksidasi yang dihasilkan. Jika teh hijau memiliki rasa yang lebih ringan dan teh hitam memiliki rasa yang lebih kuat, maka teh oolong berada ditengah-tengahnya. Kadar kafein yang terdapat pada teh oolong hampir sama seperti yang terdapat pada teh hijau. Sama seperti jenis teh lainnya, kandungan antioksidan pada teh oolong juga terkenal dapat mencegah berbagai penyakit. Pada teh oolong terdapat antioksidan jenis flavonol dan flavanol. Beberapa manfaat teh oolong antara lain:

  • Menurunkan kadar gula darah: berdasarkan penelitian yang diterbitkan dari jurnalA�Diabetes CareA�pada tahun 2003, mereka yang menderita diabetes mellitus tipe 2 dan secara rutin mengonsumsi obat disertai dengan konsumsi teh oolong secara teratur memiliki kemampuan untuk mengontrol gula darah lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi obat-obatan saja.
  • Membantu menurunkan berat badan: sebuah penelitian yang dilakukan pada mereka yang mengalami kegemukan dan obesitas menyatakan bahwa partisipan yang mengonsumsi teh oolong selama enam minggu berturut-turut kemudian akan mengalami penurunan berat badan disertai dengan pengurangan ukuran lingkar pinggang. Selain itu berdasarkan penelitian yang dilakukan U.S. Department of Agriculture ditemukan bahwa mereka yang mengonsumsi teh dapat membakar kalori sekitar 67 kalori lebih banyak per harinya jika dibandingkan dengan mereka yang hanya minum air saja dengan jumlah yang sama.
  • MencegahA�kanker ovarium: wanita yang secara rutin mengonsumsi teh memiliki risiko lebih rendah untuk menderita kanker ovarium di kemudian hari. Suatu penelitian menemukan konsumsi dua cangkir atau lebih teh per harinya dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium di kemduan hari hingga hampir setengahnya.

Teh Hitam
Merupakan jenis teh yang paling banyak mengalami oksidasi, atau dikenal dengan nama a�?fermentasia�� pada industri teh. Di antara jenis teh lainnya, teh hitam memiliki kadar kafein yang paling tinggi. Cara pembuatannya adalah dengan menghancurkan daun teh lalu digiling sehingga memaksimalkan proses oksidasi, suatu proses yang melibatkan interaksi oksigen dengan permukaan daun teh sehingga kemudian menghasilkan komponen aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Proses oksidasi ini akan menghasilkan warna teh yang lebih gelap.
Karena kadar kafeinnya yang paling tinggi jika dibandingkan dengan jenis teh lain, teh hitam dapat menjadi pengganti kopi untuk menstimulasi kerja tubuh dan otak Anda. Tidak hanya itu, teh hitam juga memiliki kadar fluoride yang dapat membantu melindungi Anda dari karies gigi. Kandungan antioksidannya efektif dalam mengurangi terkena risiko serangan jantung, aterosklerosis,A�batu ginjal, kanker ovarium, hingga penyakitA�Parkinson. Selain itu teh hitam juga dapat membantu mencegah terjadinya hipertensi ortostatik, atau keadaan ketika Anda merasa pusing dan berkunang-kunang saat melakukan perubahan posisi dari duduk ke berdiri dengan cepat.

READ MORE
Da'wah

Menghormati Yang Lebih Tua

a�?Terimakasih anakku, engkau tidak mempermalukan orang tuamua�?.
Mungkin inilah ucapan syukur seorang ayah atau ibu kepada anaknya, tatkala mendapati anaknya berlaku santun dalam pergaulan mereka. Seakan sikap santun anaknya adalah karunia besar yang bisa dipersembakan seorang anak kepada orang tuanya. Bagaimana tidak, masyarakat kita telah merasakan begitu merosotnya nilai-nilai akhlak terutama pada kaum muda.
Maka, bila didapati seorang pemuda yang masih menjaga keluhuran akhlaknya, akan dinilai oleh masyarakat sebagai suatu keluarbiasaan. Bahkan mungkin mereka akan merasa heran. Bahwa di jaman ini, masih ada pemuda yang menjaga norma-norma.
Salah satu kemerosotan akhlak yang terjadi adalah minimnya rasa hormat kaum muda kepada yang lebih tua. Mulai dari sikap, tindak tanduk, serta ucapan, banyak yang dinilai keluar dari adab dan budi pekerti yang luhur.
 
Lho, bukannya semua makhluk itu sama kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Taala?
Yang membedakan adalah ketakwaannya? Tepat. Ini benar. Tapi, dengan memosisikan orang yang lebih tua sama dengan yang muda dalam pergaulan, tanpa ada bentukA� penghormatan kepada mereka, maka ini salah paham. Hal ini jauh dari nilai kebenaran. Sebab, sikap menghormati kepada yang lebih tua adalah salah satu wujud ketakwaan itu sendiri. Karena ini adalah perintah Allah dan RasulNya.
 
Dalam islam, kaum muda memiliki kewajiban untuk menghormati yang lebih tua. Bukankah berbagai manfaat dan kemajuan yang dicapai oleh suatu bangsa tidak lepas dari jasa orang-orang tua mereka? Lebih-lebih lagi bila ternyata Allah Subhanahu wa Taala telah mewajibkannya. Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

O?U?U�UZU� U�U?U�U� O?U?O�U�U�UZO�U�U? O�U�U�U�U? O?U?U?U�O�UZO�U�UZ O�U?US O�U�O?UZU�USU�O?UZO�U? O�U�U�U�U?O?U�U�U?U�U?

a�?Sebagian dari tanda memuliakan Allah, yaitu menghormati orang muslim yang telah beruban.a�?A�(HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tarhib)
Dalam hadits ini disebutkan bahwa seorang tidak dikatakan dapat memuliakan Allah Subhanahu wa Taala bila ia tidak memuliakan orang-orang yang telah tua. Ini menunjukkan bahwa beradab dalam bergaul kepada orang yang lebih tua sangat ditekankan oleh Allah Subhanahu wa Taala.
Sebagai seorang muslim, hendaknya meyakini bahwa menaruh hormat kepada yang lebih tua bukanlah sekadar adat istiadat dan budaya saja. Namun, ia juga merupakan tuntunan syariat yang mesti dijalani sebagai suatu ibadah, Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

U�UZU�U� U�UZU�U� USUZO�U�O�UZU�U� O�UZO?U?USU�O�UZU�UZO� U?UZUSUZO?U�O�U?U?U� O�UZU�UZU� U?UZO?U?USO�UZU�UZO� U?UZU�UZUSU�O?UZ U�U?U�UZU�O�

a�?Barangsiapa tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenal hak orang tua kami maka bukan termasuk golongan kami.a�? (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab, lihat Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 271)
 
Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam mengancam setiap generasi muda yang tidak memerhatikan hak orang yang lebih tua dengan sebutan bukan dari golongan kami. Ini adalah ancaman keras bagi siapa saja yang melakukannya. Disebutkan pula bahwa Yahya bin Saa��id Al-Madani rahimahullah berkata, a�?Telah sampai berita kepada kami bahwa siapa saja yang menghinakan orang yang sudah tua, maka ia tidak akan mati sampai Allah Subhanahu wa Taala mengutus seorang yang menghinakannya di saat dia telah tua.a�?
 
Beradab kepada orang yang lebih tua juga telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam dalam banyak kesempatan. Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam sering mendahulukan orang yang lebih tua umurnya dari yang muda. Salah satunya berupa perintah untuk menjadikan imam shalat dari kaum tua. Sebagaimana hadits yang artinya,
a�?Bila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang kalian mengumandangkan adzan dan orang yang paling tua mengimami shalat kalian.a�? (HR. Al-Bukhari).
Yaitu apa bila ada beberapa orang yang hafalan Al Qurannya sama, keilmuan agamanya sama, maka yang jadi imam adalah yang paling tua.
 
Demikian A�pula dalam hal pemberian, Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam juga mendahulukan orang tua dari yang muda. Sebagaimana tercermin dari hadits artinya, a�?Sesungguhnya Jibril memerintahkan aku untuk memberikan kepada yang paling tua.a�? (HR. Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu a�?anhu, disahihkanoleh Asy Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Sahih Sunan Abi Dawud).
 
Demikian besarnya hak-hak orang yang sudah tua. Dan cukuplah ancaman keras terhadap orang yang menyepelekan hal ini membuat kita berhati-hati darinya. Semoga Allah Subhanahu wa Taala memberikan petunjuk kepada kita untuk senantiasa menunaikan kewajiban-kewajiban sesuai dengan haknya. Amin.A�
Wallahu aa��lam.A�[Hammam].
 
Sumber : MajalahA�Tashfiyah

READ MORE
Da'wah

Jauhi Gila Pujian

Ikhlas dalam segala amalan, itulah yang diperintahkan kepada kita. Amalan yang tidak ikhlas, hanya sekedar cari pujian adalah amalan yang sia-sia. ini yang mesti diwaspadai karena dapat merusak amalan yang semula adalah baik. Jarang yang terlepas dari sifat gila pujian ini termasuk pula kita-kita ini. Padahal setiap ibadah haruslah ditujukan pada Allah, bukan untuk manusia. Itulah tanda ikhlas.
 
NabiA�Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda tentang bahaya riyaa�� (gila pujian) bahwasanya amalan pelaku riyaa�� tidaklah dipedulikan oleh Allah. Dalam hadits qudsi disebutkan,

U�UZO�U�UZ O�U�U�UZU�U�U? O?UZO?UZO�O�UZU?UZ U?UZO?UZO?UZO�U�UZU� O?UZU�UZO� O?UZO?U�U�UZU� O�U�O?U?U�O�UZU?UZO�O?U? O?UZU�U? O�U�O?U?U�O�U�U?U? U�UZU�U� O?UZU�U?U�UZ O?UZU�UZU�O�U� O?UZO?U�O�UZU?UZ U?U?USU�U? U�UZO?U?U� O?UZUSU�O�U?U� O?UZO�UZU?U�O?U?U�U? U?UZO?U?O�U�U?UZU�U?

a�?Allah Tabaroka wa Taa��ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik.A�Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknyaa�? (HR. Muslim no. 2985). Imam NawawiA�rahimahullahA�menuturkan, a�?Amalan seseorang yang berbuat riyaa�� (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosaa�? (Syarh Shahih Muslim, 18: 115).
 
Begitu pula peringatan keras bagi orang yang cuma mengharap dunia dalam amalannya, di antaranya adalah mengharap pujian manusia disebutkan dalam hadits berikut ini,

U�UZU�U� O?UZO?UZU�UZU�U�UZ O?U?U�U�U�U�O� U�U?U�UZU�O� USU?O?U�O?UZO?UZU� O?U?U�U? U?UZO�U�U�U? O�U�U�UZU�U�U? O?UZO?UZU� U?UZO�UZU�UZU� U�O�UZ USUZO?UZO?UZU�UZU�U�U?U�U? O?U?U�O�UZU� U�U?USU?O�U?USO?UZ O?U?U�U? O?UZO�UZO�U�O� U�U?U�UZ O�U�O?U?U�U�U�USUZO� U�UZU�U� USUZO�U?O?U� O?UZO�U�U?UZ O�U�U�O�UZU�UZU�O�U? USUZU?U�U�UZ O�U�U�U�U?USUZO�U�UZO�U?

a�?Barangsiapa yang menututA� ilmu yang sebenarnya harus ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, namunA�ia mempelajarinya hanya untuk meraih tujuan duniawi, maka ia tidak akan pernah mencium bau surga pada hari kiamat nantia�? (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniA�shahih).
 
Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid mengatakan, a�?Tidak mungkin dalam hati seseorang menyatu antara ikhlas dan mengharap pujian serta tamak pada sanjungan manusia kecuali bagaikan air dan api.a�?

Seperti kita ketahui bahwa air dan api tidak mungkin saling bersatu, bahkan keduanya pasti akan saling membinasakan. Demikianlah ikhlas dan pujian, sama sekali tidak akan menyatu. Mengharapkan pujian dari manusia dalam amalan pertanda tidak ikhlas.

Lihatlah bagaimana Ibnu Masa��ud, sahabat yang mulia, namun masih menganggap dirinya itu penuh a�?aib. Ibnu Masa��ud pernah berkata, a�?Jika kalian mengetahui a�?aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutikua�?.

Seorang hamba yang bertakwa tentu merasa dirinya biasa-biasa saja, penuh kekurangan, dan selalu merasa yang lain lebih baik darinya. Jika memiliki sifat mulia seperti ini, maka kita akan tidak gila pujian dan tidak sombong. Yang selalu diharap adalah wajah Allah dan kenikmatan bertemu dengan-Nya. Mengapa kita masih memiliki sifat untuk gila pujian dari manusia? Mengharap ridho Allah tentu lebih nikmat dari segalanya.

Ibnu a�?Ajibah rahimahullah mengatakan, a�?Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, a�?Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.a�? (Lihat Iqazh Al-Himam Syarh Matn Al-Hikam, Ibnu a�?Ajibah, hlm. 159, Mawqia�� Al-Qaraq, Asy-Syamilah)
 
Para ulama katakan, kalau ada yang memujimu, bacalah doa seperti berikut.
Ketika dipuji, Abu Bakr berdoa��a,

O�U�U�UZU�U�U?U�UZU� O?UZU�U�O?UZ O?UZO?U�U�UZU�U? U�U?U�U?U�U� O?U?U�UZU?U�O?U?U� U?UZO?UZU�UZO� O?UZO?U�U�UZU�U? O?U?U�UZU?U�O?U?U� U�U?U�U�U�U?U�U� O�U�U�UZU�U�U?U�UZU� O�O�U�O?UZU�U�U�U?U� O�UZUSU�O�U�O� U�U?U�UZU�O� USUZO?U?U�U?U�U?U�U�UZ U?UZO�O?U�U?U?O�U� U�U?U� U�UZO� U�O�UZ USUZO?U�U�UZU�U?U?U�U�UZ U?UZU�O�UZ O?U?O�UZO�O�U?O�U�U�U?U� O?U?U�UZO� USUZU�U?U?U�U�U?U?U�U�UZ

Allahumma anta aa��lamu minni bi nafsiy, wa anaa aa��lamu bi nafsii minhum. Allahummaj a�?alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa yaa��lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaamia��ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)
Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman, Al Auzaa��i mengatakan bahwa ketika seseorang dipuji oleh orang lain di hadapan wajahnya, maka hendaklah ia mengucapkan doa��a di atas.
Disebutkan pula oleh sebagian salaf bahwa jika seseorang dipuji di hadapannya, maka hendaklah ia bertaubat darinya dengan mengucapkan doa��a yang serupa. Hal ini disebutkan pula oleh Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman.
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah untuk selamatkan kita dari sifat gila pujian.
 
Sumber : rumaysho.com

READ MORE
Da'wah

Pemimpin Haruslah Amanat

Sifat amanat ini sangat kurang untuk saat ini, di antara bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah Taa��ala adalah dengan menjalankan dan menjaga amanah yang dipikulnya. Baik amanah yang berkaitan dengan kewajiban kepada Allah Taa��ala seperti shalat, berwudhu, membayar zakat dan yang lainnya, maupun yang berkaitan dengan kewajiban kepada sesama manusia.
 
Dari Abu Dzarr pula, ia berkata, a�?Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak memberiku kekuasaan?a�? Lalu beliau memegang pundakku dengan tangannya, kemudian bersabda,

USUZO� O?UZO?UZO� O�UZO�U�U? O?U?U�U�UZU?UZ O�UZO?U?USU?U? U?UZO?U?U�U�UZU�UZO� O?UZU�UZO�U�UZO�U? U?UZO?U?U�U�UZU�UZO� USUZU?U�U�UZ O�U�U�U�U?USUZO�U�UZO�U? O�U?O?U�U�U? U?UZU�UZO?UZO�U�UZO�U? O?U?U�O�U�UZ U�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�UZO� O?U?O�UZU�U�U?U�UZO� U?UZO?UZO?U�UZU� O�U�U�UZO�U?U� O?UZU�UZUSU�U�U? U?U?USU�UZO�

a�?Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Dan kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.a�? (HR. Muslim no. 1825).
Hadits di atas menunjukkan bahwa tidak layak kepemimpinan atau kekuasaan diberikan pada orang yang lemah yang tidak punya kapabilitas, yang bukan ahli di dalamnya.
Lihatlah perintah Allah Taa��ala dalam menunaikan amanat,

O?U?U�U�UZ O�U�U�U�UZU�UZ USUZO?U�U�U?O�U?U?U?U�U� O?UZU�U� O?U?O�UZO?U�U?U?O� O�U�U�O?UZU�UZO�U�UZO�O?U? O?U?U�UZU� O?UZU�U�U�U?U�UZO�

a�?Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanyaa�? (QS. An Nisaa��: 58)
Kalau sudah pernah berjanji untuk menunaikan amanat, maka tunaikanlah,

O?UZO?U�U? O�U�O?UZU�UZO�U�UZO�UZ O?U?U�UZU� U�UZU�U? O�O�U�O?UZU�UZU�UZU?UZ

a�?Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu.a�? (HR. Abu Daud no. 3535 dan At Tirmidzi no. 1624, hasan shahih)
 
Ketahuilah bahwa orang yang berkhianat terhadap amanat pun menyandang salah satu sifat munafik. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

O?USUZO�U? O�U�U�U�U?U�UZO�U?U?U�U? O�UZU�O�UZO�U? O?U?O�UZO� O�UZO?UZU�O�UZ U?UZO�UZO?UZ O? U?UZO?U?O�UZO� U?UZO?UZO?UZ O?UZO�U�U�UZU?UZ O? U?UZO?U?O�UZO� O�O�U�O?U?U�U?U�UZ O�UZO�U�UZ

a�?Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkara�? (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, a�?Hadits ini menerangkan tanda munafik, yang memiliki sifat tersebut berarti serupa dengan munafik atau berperangai seperti kelakuan munafik. Karena yang dimaksud munafik adalah yang ia tampakkan berbeda dengan yang disembunyikan. Pengertian munafik ini terdapat pada orang yang memiliki tanda-tanda tersebuta�? (Syarh Muslim, 2: 47).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, a�?Menunaikan amanat yang dimaksudkan adalah umum mencakup segala yang diwajibkan pada seorang hamba, baik hak Allah atau hak sesama manusiaa�? (Tafsir Al Qura��an Al a�?Azhim, 4: 124).
Syaikh As Saa��di rahimahullah berkata, a�?Amanat adalah segala sesuatu yang diemban oleh seseorang yang diperintahkan untuk ditunaikan. a��. Para fuqoha menyebutkan bahwa orang yang dibebankan amanat, hendaklah ia benar-benar menjaganya. Mereka berkata bahwa seseorang tidak disebut menunaikan amanat melainkan dengan menjaganya, dan hukumnya adalah wajib.a�? (Taisir Al Karimir Rahman, 183).
a�?Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian dalam keadaan mengetahui.a�? (Al-Anfal: 27)
 
Kepemimpinan dan kekuasaan adalah amanat yang sangat berat dan berbahaya. Siapa yang diberi amanat hendaknya ia benar-benar menjalankannya dan jangan bersifat khianat. Jika ia menjalaninya dengan benar dan punya kapabilitas di dalamnya, maka ia akan mendapatkan keutamaan yang besar berupa naungan Allah pada hari kiamat kelak.
 
Sumber: [dari beberapa situs web dan sosial media yang tersebar luas]

READ MORE
Info Sehat

Memperkuat Daya Tahan Tubuh Secara Alami

Oleh: dr. Ajeng Rambisa
 
Secara keseluruhan, sistem daya tahan tubuh (imun) kita melakukan tugas yang luar biasa dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Namun ada kalanya sistem tersebut gagal: microba berhasil menembus pertahanan tubuh dan membuat kita sakit.
Daya tahan tubuh adalah sebuah sistem bukan proses tunggal, yang berarti dipengaruhi oleh banyak faktor agar dapat berfungsi dengan baik. Lalu bisakah kita meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat? Untuk itu dibutuhkan harmonisasi dan balance.
Faktor gaya hidup seperti pola makan, olahraga, istirahat, stres, hingga suplemen yang masuk ke tubuh sangat mempengaruhi tingkat daya tahan tubuh.
Kunci utamanya adalah dengan mengadopsi gaya hidup yang sehat. Setiap bagian tubuh, termasuk sistem imun, akan bekerja dengan lebih baik jika terlindung dari pengaruh buruk lingkungan dan diperkuat dengan aturan pola hidup yang sehat.
Beberapa tips sederhana berikut akan mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh secara alami, antara lain:

  1. Tidur yang cukup. Dengan tidur yang cukup, tubuh pun akan mendapatkan kekuatannya kembali. Kurang tidur berkepanjangan akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental, serta menurunkan kualitas hidup secara umum. Ketika tidur malam, tubuh memiliki waktu untuk regenerasi sel dan penyegaran untuk aktifitas keesokan harinya.
  2. Hindari rokok. Rokok dapat mengganggu dasar sistem daya tahan tubuh, serta meningkatkan resiko banyak penyakit lainnya.
  3. Kelola stress. Stres akan meningkatkan produksi hormon kortisol, dan jika berkepanjangan dan tidak dikelola dengan baik dapat menekan sistem kekebalan tubuh secara perlahan.
  4. Banyak makan buah dan sayuran. Buah dan sayuran akan memberikan nutrisi yang penting untuk mendukung kekebalan tubuh. Pertimbangkan untuk memasukkan buah dan sayuran dalam setiap waktu makan. Lebih jauh, pola dan menu makan yang sehat akan memberikan asupan nutrisi utama pendukung daya tahan tubuh seperti zinc, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan juga selenium.
  5. Sinar matahari yang cukup. Paparan sinar matahari akan memicu produksi vitamin D, yang tentu sangat baik untuk tubuh secara keseluruhan. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan resiko terkena infeksi pernapasan. Sebuah penelitian di tahun 2010 pada anak-anak menunjukkan bahwa asupan vitamin D 1.200 IU per hari akan mengurangi risiko influenza A secara signifikan.
  6. Olahraga. Gerak tubuh dan olahraga yang rutin setiap harinya akan meningkatkan metabolisme tubuh secara umum, membantu menjaga kebugaran tubuh, serta memperkuat sistem pertahanan tubuh dari serangan penyakit.
  7. Konsumsi bawang putih. Bawang putih adalah agen anti-mikroba alami dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, memasak bawang dapat membunuh senyawa-senyawa penting untuk mendukung daya tahan tubuh kita. Untuk itu lebih baik untuk menyajikannya secara mentah dan tambahkan pada hidangan sebelum disajikan. Bawang putih yang telah tua dipercaya lebih baik, karena proses penuaan alami akan meningkatkan level kandungan antioksidan bawang putih, dan juga baunya tidak terlalu tajam.

Langkah-langkah di atas sangatlah sederhana dan mudah untuk diterapkan sehari-hari, namun memberikan manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan daya tahan tubuh kita.
Untuk melengkapi, anda juga bisa menambahkan asupan probiotic (misalnya dari yogurt dan produk susu fermentasi lain) dan herbal pendukung sistem imun seperti gingseng, jahe, Echinacea, astragalus, daun olive hingga teh hijau.
 

READ MORE
Chat bersama kami