Da'wah

Menghormati Yang Lebih Tua

a�?Terimakasih anakku, engkau tidak mempermalukan orang tuamua�?.
Mungkin inilah ucapan syukur seorang ayah atau ibu kepada anaknya, tatkala mendapati anaknya berlaku santun dalam pergaulan mereka. Seakan sikap santun anaknya adalah karunia besar yang bisa dipersembakan seorang anak kepada orang tuanya. Bagaimana tidak, masyarakat kita telah merasakan begitu merosotnya nilai-nilai akhlak terutama pada kaum muda.
Maka, bila didapati seorang pemuda yang masih menjaga keluhuran akhlaknya, akan dinilai oleh masyarakat sebagai suatu keluarbiasaan. Bahkan mungkin mereka akan merasa heran. Bahwa di jaman ini, masih ada pemuda yang menjaga norma-norma.
Salah satu kemerosotan akhlak yang terjadi adalah minimnya rasa hormat kaum muda kepada yang lebih tua. Mulai dari sikap, tindak tanduk, serta ucapan, banyak yang dinilai keluar dari adab dan budi pekerti yang luhur.
 
Lho, bukannya semua makhluk itu sama kedudukannya di sisi Allah Subhanahu wa Taala?
Yang membedakan adalah ketakwaannya? Tepat. Ini benar. Tapi, dengan memosisikan orang yang lebih tua sama dengan yang muda dalam pergaulan, tanpa ada bentukA� penghormatan kepada mereka, maka ini salah paham. Hal ini jauh dari nilai kebenaran. Sebab, sikap menghormati kepada yang lebih tua adalah salah satu wujud ketakwaan itu sendiri. Karena ini adalah perintah Allah dan RasulNya.
 
Dalam islam, kaum muda memiliki kewajiban untuk menghormati yang lebih tua. Bukankah berbagai manfaat dan kemajuan yang dicapai oleh suatu bangsa tidak lepas dari jasa orang-orang tua mereka? Lebih-lebih lagi bila ternyata Allah Subhanahu wa Taala telah mewajibkannya. Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

O?U?U�UZU� U�U?U�U� O?U?O�U�U�UZO�U�U? O�U�U�U�U? O?U?U?U�O�UZO�U�UZ O�U?US O�U�O?UZU�USU�O?UZO�U? O�U�U�U�U?O?U�U�U?U�U?

a�?Sebagian dari tanda memuliakan Allah, yaitu menghormati orang muslim yang telah beruban.a�?A�(HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tarhib)
Dalam hadits ini disebutkan bahwa seorang tidak dikatakan dapat memuliakan Allah Subhanahu wa Taala bila ia tidak memuliakan orang-orang yang telah tua. Ini menunjukkan bahwa beradab dalam bergaul kepada orang yang lebih tua sangat ditekankan oleh Allah Subhanahu wa Taala.
Sebagai seorang muslim, hendaknya meyakini bahwa menaruh hormat kepada yang lebih tua bukanlah sekadar adat istiadat dan budaya saja. Namun, ia juga merupakan tuntunan syariat yang mesti dijalani sebagai suatu ibadah, Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

U�UZU�U� U�UZU�U� USUZO�U�O�UZU�U� O�UZO?U?USU�O�UZU�UZO� U?UZUSUZO?U�O�U?U?U� O�UZU�UZU� U?UZO?U?USO�UZU�UZO� U?UZU�UZUSU�O?UZ U�U?U�UZU�O�

a�?Barangsiapa tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenal hak orang tua kami maka bukan termasuk golongan kami.a�? (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab, lihat Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 271)
 
Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam mengancam setiap generasi muda yang tidak memerhatikan hak orang yang lebih tua dengan sebutan bukan dari golongan kami. Ini adalah ancaman keras bagi siapa saja yang melakukannya. Disebutkan pula bahwa Yahya bin Saa��id Al-Madani rahimahullah berkata, a�?Telah sampai berita kepada kami bahwa siapa saja yang menghinakan orang yang sudah tua, maka ia tidak akan mati sampai Allah Subhanahu wa Taala mengutus seorang yang menghinakannya di saat dia telah tua.a�?
 
Beradab kepada orang yang lebih tua juga telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam dalam banyak kesempatan. Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam sering mendahulukan orang yang lebih tua umurnya dari yang muda. Salah satunya berupa perintah untuk menjadikan imam shalat dari kaum tua. Sebagaimana hadits yang artinya,
a�?Bila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang kalian mengumandangkan adzan dan orang yang paling tua mengimami shalat kalian.a�? (HR. Al-Bukhari).
Yaitu apa bila ada beberapa orang yang hafalan Al Qurannya sama, keilmuan agamanya sama, maka yang jadi imam adalah yang paling tua.
 
Demikian A�pula dalam hal pemberian, Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam juga mendahulukan orang tua dari yang muda. Sebagaimana tercermin dari hadits artinya, a�?Sesungguhnya Jibril memerintahkan aku untuk memberikan kepada yang paling tua.a�? (HR. Abu Dawud dari sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu a�?anhu, disahihkanoleh Asy Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Sahih Sunan Abi Dawud).
 
Demikian besarnya hak-hak orang yang sudah tua. Dan cukuplah ancaman keras terhadap orang yang menyepelekan hal ini membuat kita berhati-hati darinya. Semoga Allah Subhanahu wa Taala memberikan petunjuk kepada kita untuk senantiasa menunaikan kewajiban-kewajiban sesuai dengan haknya. Amin.A�
Wallahu aa��lam.A�[Hammam].
 
Sumber : MajalahA�Tashfiyah

READ MORE
Da'wah

Jauhi Gila Pujian

Ikhlas dalam segala amalan, itulah yang diperintahkan kepada kita. Amalan yang tidak ikhlas, hanya sekedar cari pujian adalah amalan yang sia-sia. ini yang mesti diwaspadai karena dapat merusak amalan yang semula adalah baik. Jarang yang terlepas dari sifat gila pujian ini termasuk pula kita-kita ini. Padahal setiap ibadah haruslah ditujukan pada Allah, bukan untuk manusia. Itulah tanda ikhlas.
 
NabiA�Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda tentang bahaya riyaa�� (gila pujian) bahwasanya amalan pelaku riyaa�� tidaklah dipedulikan oleh Allah. Dalam hadits qudsi disebutkan,

U�UZO�U�UZ O�U�U�UZU�U�U? O?UZO?UZO�O�UZU?UZ U?UZO?UZO?UZO�U�UZU� O?UZU�UZO� O?UZO?U�U�UZU� O�U�O?U?U�O�UZU?UZO�O?U? O?UZU�U? O�U�O?U?U�O�U�U?U? U�UZU�U� O?UZU�U?U�UZ O?UZU�UZU�O�U� O?UZO?U�O�UZU?UZ U?U?USU�U? U�UZO?U?U� O?UZUSU�O�U?U� O?UZO�UZU?U�O?U?U�U? U?UZO?U?O�U�U?UZU�U?

a�?Allah Tabaroka wa Taa��ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik.A�Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (artinya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknyaa�? (HR. Muslim no. 2985). Imam NawawiA�rahimahullahA�menuturkan, a�?Amalan seseorang yang berbuat riyaa�� (tidak ikhlas), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosaa�? (Syarh Shahih Muslim, 18: 115).
 
Begitu pula peringatan keras bagi orang yang cuma mengharap dunia dalam amalannya, di antaranya adalah mengharap pujian manusia disebutkan dalam hadits berikut ini,

U�UZU�U� O?UZO?UZU�UZU�U�UZ O?U?U�U�U�U�O� U�U?U�UZU�O� USU?O?U�O?UZO?UZU� O?U?U�U? U?UZO�U�U�U? O�U�U�UZU�U�U? O?UZO?UZU� U?UZO�UZU�UZU� U�O�UZ USUZO?UZO?UZU�UZU�U�U?U�U? O?U?U�O�UZU� U�U?USU?O�U?USO?UZ O?U?U�U? O?UZO�UZO�U�O� U�U?U�UZ O�U�O?U?U�U�U�USUZO� U�UZU�U� USUZO�U?O?U� O?UZO�U�U?UZ O�U�U�O�UZU�UZU�O�U? USUZU?U�U�UZ O�U�U�U�U?USUZO�U�UZO�U?

a�?Barangsiapa yang menututA� ilmu yang sebenarnya harus ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, namunA�ia mempelajarinya hanya untuk meraih tujuan duniawi, maka ia tidak akan pernah mencium bau surga pada hari kiamat nantia�? (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits iniA�shahih).
 
Ibnul Qayyim dalam Al Fawaid mengatakan, a�?Tidak mungkin dalam hati seseorang menyatu antara ikhlas dan mengharap pujian serta tamak pada sanjungan manusia kecuali bagaikan air dan api.a�?

Seperti kita ketahui bahwa air dan api tidak mungkin saling bersatu, bahkan keduanya pasti akan saling membinasakan. Demikianlah ikhlas dan pujian, sama sekali tidak akan menyatu. Mengharapkan pujian dari manusia dalam amalan pertanda tidak ikhlas.

Lihatlah bagaimana Ibnu Masa��ud, sahabat yang mulia, namun masih menganggap dirinya itu penuh a�?aib. Ibnu Masa��ud pernah berkata, a�?Jika kalian mengetahui a�?aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutikua�?.

Seorang hamba yang bertakwa tentu merasa dirinya biasa-biasa saja, penuh kekurangan, dan selalu merasa yang lain lebih baik darinya. Jika memiliki sifat mulia seperti ini, maka kita akan tidak gila pujian dan tidak sombong. Yang selalu diharap adalah wajah Allah dan kenikmatan bertemu dengan-Nya. Mengapa kita masih memiliki sifat untuk gila pujian dari manusia? Mengharap ridho Allah tentu lebih nikmat dari segalanya.

Ibnu a�?Ajibah rahimahullah mengatakan, a�?Janganlah engkau tertipu dengan pujian orang lain yang menghampirimu. Sesungguhnya mereka yang memuji tidaklah mengetahui dirimu sendiri kecuali yang nampak bagi mereka. Sedangkan engkau sendiri yang mengetahui isi hatimu. Ada ulama yang mengatakan, a�?Barangsiapa yang begitu girang dengan pujian manusia, syaithon pun akan merasuk dalam hatinya.a�? (Lihat Iqazh Al-Himam Syarh Matn Al-Hikam, Ibnu a�?Ajibah, hlm. 159, Mawqia�� Al-Qaraq, Asy-Syamilah)
 
Para ulama katakan, kalau ada yang memujimu, bacalah doa seperti berikut.
Ketika dipuji, Abu Bakr berdoa��a,

O�U�U�UZU�U�U?U�UZU� O?UZU�U�O?UZ O?UZO?U�U�UZU�U? U�U?U�U?U�U� O?U?U�UZU?U�O?U?U� U?UZO?UZU�UZO� O?UZO?U�U�UZU�U? O?U?U�UZU?U�O?U?U� U�U?U�U�U�U?U�U� O�U�U�UZU�U�U?U�UZU� O�O�U�O?UZU�U�U�U?U� O�UZUSU�O�U�O� U�U?U�UZU�O� USUZO?U?U�U?U�U?U�U�UZ U?UZO�O?U�U?U?O�U� U�U?U� U�UZO� U�O�UZ USUZO?U�U�UZU�U?U?U�U�UZ U?UZU�O�UZ O?U?O�UZO�O�U?O�U�U�U?U� O?U?U�UZO� USUZU�U?U?U�U�U?U?U�U�UZ

Allahumma anta aa��lamu minni bi nafsiy, wa anaa aa��lamu bi nafsii minhum. Allahummaj a�?alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa yaa��lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.
[Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman, 4: 228, no.4876. Lihat Jaamia��ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 25: 145, Asy Syamilah)
Sebagaimana disebutkan Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman, Al Auzaa��i mengatakan bahwa ketika seseorang dipuji oleh orang lain di hadapan wajahnya, maka hendaklah ia mengucapkan doa��a di atas.
Disebutkan pula oleh sebagian salaf bahwa jika seseorang dipuji di hadapannya, maka hendaklah ia bertaubat darinya dengan mengucapkan doa��a yang serupa. Hal ini disebutkan pula oleh Al Baihaqi dalam Syua��abul Iman.
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah untuk selamatkan kita dari sifat gila pujian.
 
Sumber : rumaysho.com

READ MORE
Da'wah

Pemimpin Haruslah Amanat

Sifat amanat ini sangat kurang untuk saat ini, di antara bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah Taa��ala adalah dengan menjalankan dan menjaga amanah yang dipikulnya. Baik amanah yang berkaitan dengan kewajiban kepada Allah Taa��ala seperti shalat, berwudhu, membayar zakat dan yang lainnya, maupun yang berkaitan dengan kewajiban kepada sesama manusia.
 
Dari Abu Dzarr pula, ia berkata, a�?Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak memberiku kekuasaan?a�? Lalu beliau memegang pundakku dengan tangannya, kemudian bersabda,

USUZO� O?UZO?UZO� O�UZO�U�U? O?U?U�U�UZU?UZ O�UZO?U?USU?U? U?UZO?U?U�U�UZU�UZO� O?UZU�UZO�U�UZO�U? U?UZO?U?U�U�UZU�UZO� USUZU?U�U�UZ O�U�U�U�U?USUZO�U�UZO�U? O�U?O?U�U�U? U?UZU�UZO?UZO�U�UZO�U? O?U?U�O�U�UZ U�UZU�U� O?UZO�UZO�UZU�UZO� O?U?O�UZU�U�U?U�UZO� U?UZO?UZO?U�UZU� O�U�U�UZO�U?U� O?UZU�UZUSU�U�U? U?U?USU�UZO�

a�?Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Dan kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.a�? (HR. Muslim no. 1825).
Hadits di atas menunjukkan bahwa tidak layak kepemimpinan atau kekuasaan diberikan pada orang yang lemah yang tidak punya kapabilitas, yang bukan ahli di dalamnya.
Lihatlah perintah Allah Taa��ala dalam menunaikan amanat,

O?U?U�U�UZ O�U�U�U�UZU�UZ USUZO?U�U�U?O�U?U?U?U�U� O?UZU�U� O?U?O�UZO?U�U?U?O� O�U�U�O?UZU�UZO�U�UZO�O?U? O?U?U�UZU� O?UZU�U�U�U?U�UZO�

a�?Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanyaa�? (QS. An Nisaa��: 58)
Kalau sudah pernah berjanji untuk menunaikan amanat, maka tunaikanlah,

O?UZO?U�U? O�U�O?UZU�UZO�U�UZO�UZ O?U?U�UZU� U�UZU�U? O�O�U�O?UZU�UZU�UZU?UZ

a�?Tunaikanlah amanat kepada orang yang menitipkan amanat padamu.a�? (HR. Abu Daud no. 3535 dan At Tirmidzi no. 1624, hasan shahih)
 
Ketahuilah bahwa orang yang berkhianat terhadap amanat pun menyandang salah satu sifat munafik. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda,

O?USUZO�U? O�U�U�U�U?U�UZO�U?U?U�U? O�UZU�O�UZO�U? O?U?O�UZO� O�UZO?UZU�O�UZ U?UZO�UZO?UZ O? U?UZO?U?O�UZO� U?UZO?UZO?UZ O?UZO�U�U�UZU?UZ O? U?UZO?U?O�UZO� O�O�U�O?U?U�U?U�UZ O�UZO�U�UZ

a�?Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkara�? (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).
Imam Nawawi rahimahullah berkata, a�?Hadits ini menerangkan tanda munafik, yang memiliki sifat tersebut berarti serupa dengan munafik atau berperangai seperti kelakuan munafik. Karena yang dimaksud munafik adalah yang ia tampakkan berbeda dengan yang disembunyikan. Pengertian munafik ini terdapat pada orang yang memiliki tanda-tanda tersebuta�? (Syarh Muslim, 2: 47).
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, a�?Menunaikan amanat yang dimaksudkan adalah umum mencakup segala yang diwajibkan pada seorang hamba, baik hak Allah atau hak sesama manusiaa�? (Tafsir Al Qura��an Al a�?Azhim, 4: 124).
Syaikh As Saa��di rahimahullah berkata, a�?Amanat adalah segala sesuatu yang diemban oleh seseorang yang diperintahkan untuk ditunaikan. a��. Para fuqoha menyebutkan bahwa orang yang dibebankan amanat, hendaklah ia benar-benar menjaganya. Mereka berkata bahwa seseorang tidak disebut menunaikan amanat melainkan dengan menjaganya, dan hukumnya adalah wajib.a�? (Taisir Al Karimir Rahman, 183).
a�?Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian dalam keadaan mengetahui.a�? (Al-Anfal: 27)
 
Kepemimpinan dan kekuasaan adalah amanat yang sangat berat dan berbahaya. Siapa yang diberi amanat hendaknya ia benar-benar menjalankannya dan jangan bersifat khianat. Jika ia menjalaninya dengan benar dan punya kapabilitas di dalamnya, maka ia akan mendapatkan keutamaan yang besar berupa naungan Allah pada hari kiamat kelak.
 
Sumber: [dari beberapa situs web dan sosial media yang tersebar luas]

READ MORE
Info Sehat

Memperkuat Daya Tahan Tubuh Secara Alami

Oleh: dr. Ajeng Rambisa
 
Secara keseluruhan, sistem daya tahan tubuh (imun) kita melakukan tugas yang luar biasa dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Namun ada kalanya sistem tersebut gagal: microba berhasil menembus pertahanan tubuh dan membuat kita sakit.
Daya tahan tubuh adalah sebuah sistem bukan proses tunggal, yang berarti dipengaruhi oleh banyak faktor agar dapat berfungsi dengan baik. Lalu bisakah kita meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat? Untuk itu dibutuhkan harmonisasi dan balance.
Faktor gaya hidup seperti pola makan, olahraga, istirahat, stres, hingga suplemen yang masuk ke tubuh sangat mempengaruhi tingkat daya tahan tubuh.
Kunci utamanya adalah dengan mengadopsi gaya hidup yang sehat. Setiap bagian tubuh, termasuk sistem imun, akan bekerja dengan lebih baik jika terlindung dari pengaruh buruk lingkungan dan diperkuat dengan aturan pola hidup yang sehat.
Beberapa tips sederhana berikut akan mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh secara alami, antara lain:

  1. Tidur yang cukup. Dengan tidur yang cukup, tubuh pun akan mendapatkan kekuatannya kembali. Kurang tidur berkepanjangan akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental, serta menurunkan kualitas hidup secara umum. Ketika tidur malam, tubuh memiliki waktu untuk regenerasi sel dan penyegaran untuk aktifitas keesokan harinya.
  2. Hindari rokok. Rokok dapat mengganggu dasar sistem daya tahan tubuh, serta meningkatkan resiko banyak penyakit lainnya.
  3. Kelola stress. Stres akan meningkatkan produksi hormon kortisol, dan jika berkepanjangan dan tidak dikelola dengan baik dapat menekan sistem kekebalan tubuh secara perlahan.
  4. Banyak makan buah dan sayuran. Buah dan sayuran akan memberikan nutrisi yang penting untuk mendukung kekebalan tubuh. Pertimbangkan untuk memasukkan buah dan sayuran dalam setiap waktu makan. Lebih jauh, pola dan menu makan yang sehat akan memberikan asupan nutrisi utama pendukung daya tahan tubuh seperti zinc, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan juga selenium.
  5. Sinar matahari yang cukup. Paparan sinar matahari akan memicu produksi vitamin D, yang tentu sangat baik untuk tubuh secara keseluruhan. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan resiko terkena infeksi pernapasan. Sebuah penelitian di tahun 2010 pada anak-anak menunjukkan bahwa asupan vitamin D 1.200 IU per hari akan mengurangi risiko influenza A secara signifikan.
  6. Olahraga. Gerak tubuh dan olahraga yang rutin setiap harinya akan meningkatkan metabolisme tubuh secara umum, membantu menjaga kebugaran tubuh, serta memperkuat sistem pertahanan tubuh dari serangan penyakit.
  7. Konsumsi bawang putih. Bawang putih adalah agen anti-mikroba alami dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, memasak bawang dapat membunuh senyawa-senyawa penting untuk mendukung daya tahan tubuh kita. Untuk itu lebih baik untuk menyajikannya secara mentah dan tambahkan pada hidangan sebelum disajikan. Bawang putih yang telah tua dipercaya lebih baik, karena proses penuaan alami akan meningkatkan level kandungan antioksidan bawang putih, dan juga baunya tidak terlalu tajam.

Langkah-langkah di atas sangatlah sederhana dan mudah untuk diterapkan sehari-hari, namun memberikan manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan daya tahan tubuh kita.
Untuk melengkapi, anda juga bisa menambahkan asupan probiotic (misalnya dari yogurt dan produk susu fermentasi lain) dan herbal pendukung sistem imun seperti gingseng, jahe, Echinacea, astragalus, daun olive hingga teh hijau.
 

READ MORE
Da'wah

Amalan-Amalan Istimewa di Hari Juma��at

Hari Juma��at merupakan hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Oleh karenanya, sepantasnya kaum muslimin benar-benar memanfaatkan salah satu waktu yang mulia ini dengan maksimal. Mengisi dengan amalan-amalan yang memang di syariatkan pada hari tersebut.
 
Terdapat berbagai hadits yang menjelaskan keutamaan dan kemuliaan hari Juma��at. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu a�?anhu bahwa Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:

a�?O�UZUSU�O�U? USUZU?U�U�U? O�UZU�UZO?UZO?U� O?UZU�UZUSU�U�U? O�U�O?U�UZU�U�O?U? USUZU?U�U�U? O�U�U�O�U?U�U?O?UZO�U? U?U?USU�U? O�U?U�U?U�UZ O?O?UZU�U? U?UZU?U?USU�U? O?U?O?U�O�U?U�UZ O�U�U�O�UZU�U�UZO�UZ U?UZU?U?USU�U? O?U?O�U�O�U?O�UZ U�U?U�U�U�UZO� U?UZU�O�UZ O?UZU�U?U?U�U? O�U�O?U�UZO�O?UZO�U? O?U?U�O�U�UZ U?U?US USUZU?U�U�U? O�U�U�O�U?U�U?O?UZO�U?.a�?

a�?Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Juma��at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam Surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari Surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Juma��at.a�? Shahih Muslim (II/585) Kitaabul Jumua��ah.
 
di antara amalan-amalan yang disyariatkan pada hari Jum’at adalah,
A�1.A�Ketika shalat shubuh di hari Juma��at dianjurkan membaca Surat as-Sajdah dan Surat al-Insan
Sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Hurairah, beliau berkata,

O?UZU�U�UZ O�U�U�U�UZO?U?U�U�UZ -O�U�U� O�U�U�U� O?U�USU� U?O?U�U�- U?UZO�U�UZ USUZU�U�O�UZO?U? U?U?U� O�U�O�U�U?O?U�O�U? USUZU?U�U�UZ O�U�U�O�U?U�U?O?UZO�U? O?U? (O�U�U� O?UZU�U�O?U?USU�U?) U?U?U� O�U�O�U�UZU?U�O?UZO�U? O�U�O?U?U?U�UZU� U?UZU?U?U� O�U�O�U�UZO�U�U?USUZO�U? ( U�UZU�U� O?UZO?UZU� O?UZU�UZU� O�U�O?U?U�U�O?UZO�U�U? O�U?USU�U? U�U?U�UZ O�U�O?U�UZU�U�O�U? U�UZU�U� USUZU?U?U�U� O?UZUSU�O�U�O� U�UZO�U�U?U?U?O�U�O�)

a�?Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Juma��at a�?Alam Tanzil a��a�? (surat As Sajdah) pada rakaa��at pertama dan a�?Hal ataa a�?alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuroa�? (surat Al Insan) pada rakaa��at kedua.a�? (HR. Muslim no. 880)
2. Memperbanyak shalawat kepada baginda nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallam
Bukan perkara yang asing bagi kita keutamaan bershalawat kepada Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallam. Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda,

U�UZU�U� O�UZU�U�UZU� O?UZU�UZUSU�UZ U?UZO�O�U?O?UZO�U� O�UZU�U�UZU� O�U�U�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? O?UZO?U�O�U�O�

a�?Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.a�? (HR. Muslim no. 408 dari shahabat Abu Hurairah)
Terkait hari Juma��at, nabi pun mengingatkan kita untukA� memperbanyak shalawat atas beliau. Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�menyatakan,

O?UZU?U�O�U?O�U?U?O� O?UZU�UZUSU�UZ U�U?U�UZ O�U�O�U�UZU�UZO�O�U? U?U?US U?U?U�U�U? USUZU?U�U�U? O�U?U�U?O?UZO�U?O� U?UZO?U?U�U�UZ O�UZU�UZO�O�UZ O?U?U�U�UZO?U?US O?U?O?U�O�UZO�U? O?UZU�UZUSU�UZ U?U?US U?U?U�U�U? USUZU?U�U�U? O�U?U�U?O?UZO�U?O? U?UZU�UZU�U� U?UZO�U�UZ O?UZU?U�O�UZO�UZU�U?U�U� O?UZU�UZUSU�UZ O�UZU�UZO�O�U� U?UZO�U�UZ O?UZU�U�O�UZO?UZU�U?U�U� U�U?U�U�U?US U�UZU�U�O?U?U�UZO�U�

a�?Perbanyaklah shalawat kepadaku di setiap juma��at karena sesungguhnya shalawat umatku akan diperlihatkan kepadaku di setiap juma��at. Maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku (pada hari kiamat kelak).a�? (HR. al-Baihaqi no. 2770 dalam Sunan al-Kubra dan Syua��abul Iman dari shahabat Abu Umamah)
3. Dianjurkan membaca surat al-Kahfi
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�menyebutkan tentang keutamaan membaca surat al-Kahfi pada hari Juma��at. Beliau Shallallahu a�?alaihi wa sallamA�bersabda,

U�UZU�U� U�UZO�UZO?UZ O?U?U?O�UZO�UZ O�U�U�U?UZU�U�U?U? U?U?U� USUZU?U�U�U? O�U�U�O�U?U�U?O?UZO�U? O?UZO�UZO�O?UZ U�UZU�U? U�U?U�UZ O�U�U�U�U?U?O�U? U�UZO� O?UZUSU�U�UZ O�U�U�O�U?U�U?O?UZO?UZUSU�U�U?

a�?Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Juma��at, dia akan disinari cahaya di antara dua juma��at.a�?A�(HR. al-Baihaqi no. 606 dari shahabat Abu Said al-Khudri Radhiyallahu a�?anhu)
a�?Membaca surat al-Kahfi pada hari Juma��at merupakan amalan yang disukai dan padanya terkandung keutamaan. Tidak ada bedanya antara seseorang membacanya dengan melihat al-Qura��an atau dengan hafalannya. Hari Juma��at yang dimaksud adalah dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari. Oleh karena itu, jika seseorang membacanya setelah shalat Juma��at maka dia mendapatkan pahala. Berbeda keadaannya dengan mandi juma��at karena mandi juma��at dilakukan sebelum shalat Juma��at. Mandi juma��at untuk shalat Juma��at sehingga didahulukan dari shalat Juma��at. Nabi bersabda, a�?Jika salah seorang dari kalian berada padaA� hari Juma��at maka mandilah!a�? (Majmua�� Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 16/143)
Perlu diketahui bahwa surat ini tidak dibaca ketika shalat Shubuh pada hari Juma��at, namun dibaca diluar shalat baik sebelum atau sesudah shalat Juma��at. Adapun shalat Shubuh pada hari tersebut maka dengan membaca surat as-Sajdah dan al-Insan sebagaimana yang telah disebutkan pada point pertama. (Lihat Durus al-Haram al-Madani lil a�?Utsaimin 3/11)
4. Memperbanyak Doa��a di hari Juma��at
Pada hari Juma��at terdapat satu waktuA� dikabulkan doa padanya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

U?U?USU�U? O?UZO�O?UZO�U?O? U�O�UZ USU?U?UZO�U?U?U�U?U�UZO� O?UZO?U�O?U? U�U?O?U�U�U?U�U?O? U?UZU�U?U?UZ U�UZO�O�U?U�U? USU?O�UZU�U�U?USO? USUZO?U�O?UZU�U? O�U�U�U�UZU�UZ O?UZO?UZO�U�UZU� O?UZUSU�O�U�O�O? O?U?U�U�UZO� O?UZO?U�O�UZO�U�U? O?U?USU�UZO�U�U?

a�?Pada hari itu ada saat yang tidaklah seorang hamba muslim menepatinya dalam keadaan dia berdiri shalat meminta sesuatu kepada Allah melainkan akan dikabulkan oleh-Nya.a�? (HR. al-Bukhari no. 935 dari shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu a�?anhu)
Terjadi perbedaan pendapat tentang kapan waktu terkabulkannya doa tersebut, antara lain;

  1. Dimulai dari duduknya khatib di atas mimbar hingga selesai shalat
  2. Dimulai dari setelah shalat ashar hingga terbenamnya matahari
  3. Waktu-waktu terakhir penutup hari Juma��at

Setelah menyebutkan 3 waktu tersebut asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz memberikan pengarahan, a�?(Hadits-hadits yang menyebutkan tentang 3 waktu tersebut) Seluruhnya shahih dan tidak ada pertentangan padanya. Namun yang paling diharapkan adalah ketika khatib duduk di atas mimbar hingga selesai shalat dan ketika selesai shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Ini adalah waktu-waktu yang paling diharapkan terkabulnya doa.a�?
Kemudian beliau melanjutkan, a�?Pada asalnya seluruh waktu pada hari Juma��at diharapkan padanya pengabulan doa. Namun waktu yang paling diharapkan adalah ketika khatib duduk di atas mimbar hingga selesai shalat dan ketika selesai shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Adapun sisa waktu yang lain tetap diharapkan pula terkabulnya doa karena keumuman hadits-hadits yang menyebutkan tentang hal tersebut. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk memperbanyak doa pada hari Juma��at dengan harapan menepati waktu yang diberkahi ini.
Namun hendaknya tetap mengistimewakan 3 waktu khusus tersebut dengan lebih memperbanyak doa dikarenakan Rasulullah telah menjelaskan bahwa waktu tersebut adalah waktu terkabulnya doa.a�? (lihat Majmua�� Fatawa bin Baz 12/402)
A�
Keberkahan lainnya yang dimiliki hari Juma��at bahwa hari Juma��at merupakan hari berkumpulnya kaum Muslimin.
Hari Juma��at merupakan hari berkumpulnya kaum Muslimin dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Juma��at yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum Muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.
Maka, seharusnya seorang Muslim memanfaatkan hari Juma��at yang mulia dan penuh barakah ini dengan melakukan ibadah-ibadah wajib ataupun sunnah, dan mengkonsentrasikan diri pada ibadah-ibadah tersebut sehingga dia dapat meraih pahala yang besar dan ganjaran yang setimpal.
Wallahu aa��lam bish shawab. Semoga bermanfaat..
 
Sumber: buletin-alilmu.net/almanhaj.or.id

READ MORE
Da'wah

Maafkanlah Mereka Yang Menyakitimu

Sebagai makhluk yang memiliki emosi, wajar jika seorang manusia marah. Kita marah jika disakiti atau mendapati kondisi yang tidak menyenangkan. Dada terasa sesak, kepala rasanya panas, rasanya ingin membentak bahkan memukul orang lain. Namun, apakah dengan marah masalah bisa terselesaikan?
 
Jika kita marah, biasanya kita menjadi sulit berpikir jernih. Akibatnya, masalah yang kita hadapi bukannya terselesaikan malah bertambah runyam. Lalu bagaimana solusinya? Solusinya: maafkanlah mereka.
 
Memberi maaf akan mengendurkan syaraf kita yang tegang. Memberi maaf akan mebuat dada ini terasa lapang. Orang lain pun senang bergaul dengan orang yang pemaaf, karena seorang pemaaf tidak akan menjatuhkan martabat orang lain. Bahkan seorang pemaaf juga jarang menzalimi orang yang menzaliminya.
 
Karena mudah memberi maaf inilah, Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam menjadi orang yang paling dicintai oleh kaumnya. Aisyah radhiyallahu a�?anhu menceritakan, a�?Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam bukanlah orang yang kasar dan suka berkata keji, bukan orang yang suka berteriak-teriak di pasar-pasar, tidak suka membalas kejahatan, namun justru suka memaafkan dan toleran.a�? (HR. At Tirmidzi disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah).
 
Allah Subhanahu wa Taala bahkan akan mengampuni dosa orang yang mampu memberi maaf. Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam bersabda yang artinya, a�?Sayangilah makhluk Allah, maka engkau akan disayang Allah Subhanahu wa Taala, dan berilah ampunan niscaya Allah Subhanahu wa Taala mengampunimu.a�? (Sahih Al-Adab Al-Mufrad no. 293).
A�
Kapan Kita Memaafkan?
A�A�A�A� Kita dianjurkan untuk memaafkan apabila itu terkait dengan hak pribadi kita. Namun, apabila bentuk kezaliman itu adalah pelecehan terhadap Allah Azza Wa Jalla, Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam, dan syariatnya, maka kita malah harus marah. a�?Aisyah radhiyallahu a�?anhu berkata, a�?Tidaklah Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam membalas atau menghukum karena dirinya (disakiti) sedikit pun, kecuali bila kehormatan Allah Subhanahu wa Taala dilukai. Maka beliau menghukum dengan sebab itu karena Allah Subhanahu wa Taala.a�? (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
A�
A�A�A�A� Namun jangan sampai apabila kita marah karena Allah, marah itu sedemikian hebatnya sampai menguasai emosi kita. Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu a�?anhu pernah bergerumul dengan lawannya dalam peperangan. Ia bisa menjatuhkan lalu menghunuskan pedang kepada lawannya untuk membunuhnya. Dalam kondisi itu, si lawan meludahinya. Setelah diludahi, Ali radhiyallahu a�?anhu tidak jadi membunuh lawannya.
 
Ketika ditanya oleh lawannya, beliau menjawab bahwa tatkala menghunuskan pedangnnya beliau radhiyallahu a�?anhu bermaksud membunuh lawannya tersebut karena Allah. Namun ketika diludahi, marah beliau berubah menjadi benci karena diludahi. Karena itulah beliau tidak jadi membunuh, bahkan memaafkan orang yang meludahinya itu.
 
Kisah tersebut mengajarkan kita bahwa separah apa pun penghinaan orang terhadap kita, sebisa mungkin kita memaafkannya. Namun juga perlu diingat bahwa selalu memaafkan disini bukan berarti membiarkan orang lain terus menzalimi kita. Orang lain juga perlu diberi tahu bahwa kita tidak menyukai apa yang dialakukan terhadap kita.
 
Kenapa harus memberi tahu? Kenapa tidak langsung memaafkan saja dalam hati kita? Jawabnya, agar kita pun tetapa memiliki wibawa di depan orang lain, sehingga tidak mudah dilecehkan.
 
Semoga Allah Azza Wa Jalla menjadikan kita orang yang lapang dada, yang mudah memaafkan kesalahan orang lain terhadap kita. (Ristyandani).
 
Sumber : MajalahA�Tashfiyah

READ MORE
Info Sehat

Cara Menghilangkan Ngantuk di Pagi Hari

Oleh:A�Een Suherni, A. Md. Kep
 
Mengantuk di pagi hari adalah hal yang wajar, apalagi kalau tubuh merasa letih dan lelah. Hanya saja, hal ini bisa berbahaya bagi kita ketika rasa ngantuk dialami saat sedang belajar di sekolah atau saat bekerja.
 
Ada beberapa cara menghilangkan ngantuk di pagi hari sebagai berikut :
Melakukan Aktivitas Pagi Favorit Anda
Tak ada salahnya untuk melakukan aktivitas yang kiranya Anda gemari di pagi hari, misalnya berjalan di sekeliling rumah, menonton televisi sejenak, atau berolahraga ringan supaya tidak mudah dikuasai rasa ngantuk.
Menjauhkan Diri dari Alat Elektronik sebelum Tidur
Sebelum tidur, ada baiknya juga untuk menghindari yang namanya alat-alat elektronik, terutama ponsel dan komputer. Bahkan TV dan alat lainnya yang beradiasi tinggi sebaiknya dihindari. Ini karena alat-alat elektronik tersebut mampu memicu rasa cepat lelahA�pada tubuh kita.
Mengatur Kualitas Tidur Malam
Pastikan Anda mendapatkan tidur cukup di malam hari agar di pagi hari rasa ngantuk tidak timbul. Tidur yang paling berkualitas adalah 7-9 jam per harinya, jadi kalau terlalu sering kurang tidur maka tentu pagi saat bangun akan merasa lebih gampang ngantuk. Pastikan juga menghindari begadang yang bisa mengurangi durasi tidur seharusnya.
Menghindari Tidur Siang
Ada sebagian orang yang tak masalah dengan tidur siang di mana malam harinya bisa tetap tidur seperti biasa. Namun ada beberapa orang yang jika tidur siang, maka malam harinya bakal mengalami sulit tidur. Supaya bisa mendapatkan kualitas tidur yang baik dan pagi tak merasa ngantuk terus, hindari tidur siang sebisa mungkin.
Minum Air Putih setiap Bangun Tidur
Supaya menghilangkan ngantuk di pagi hari, Anda perlu juga mencoba membiasakan diri minum air putih segelas setiap bangun tidur. Semalaman sewaktu kita tidur, cairan tubuh pada dasarnya bakal terkuras dan untuk mengembalikan kadarnya lagi, maka Anda butuh minum air putih. Air putih dingin lebih dianjurkan sebab memang jauh lebih ampuh dalam menyegarkan tubuh ketimbang minum air hangat. Tapi kalaupun Anda merasa lebih nyaman dengan air hangat pun tak masalah jika meminum 1 gelas setiap pagi.
Selalu Sarapan
Jangan melewatkan sarapan di pagi hari karena ketika perut terisi dengan sarapan, otomatis tubuh akan lebih bertenaga dalam menjalani aktivitas. Hanya saja, jangan juga makan terlalu banyak, khususnya makan nasi atau makanan yang mengandung karbohidrat tinggi karena mampu membuat kita makin ngantuk nantinya. Mengonsumsi susu, sereal, roti gandum, serta buah-buahan seperti pisang dan pepaya lebih disarankan.
Berjemur
Berjemur adalah cara yang alami dan tepat memang bagi yang ingin mendapatkan asupan lebih akan vitamin D. Namun selain dapat memperolehA�vitamin DA�tinggi, Anda juga bisa menghilangkan rasa ngantuk.
Mandi
Supaya tidak ngantuk atau supaya ngantuk hilang di pagi hari, mandilah supaya tubuh dan pikiran terasa lebih segar. Sesudah tidur beberapa jam, tubuh tentu akan terasa begitu tak bersemangat, maka mandi pagi hari adalah cara ampuh untuk menghilangkan ngantuk sekaligus meningkatkan kesegaran, terutama mandi subuh-subuh.
 
Sumber: HaloSehat.com

READ MORE
Da'wah

Bersabar Atas Segala Takdir-Nya

Sabar tergolong perkara yang menempati kedudukan agung (di dalam agama). Ia termasuk salah satu bagian ibadah yang sangat mulia sedangkan hakikat penghambaan yang sejati tidak akan terealisasi tanpa kesabaran.
Tunduk melaksanakan perintah syariat serta menjauhi larangan syariat dan bersabar menghadapi musibah-musibah. Musibah yang dijadikan sebagai batu ujian oleh Allah Azza Wa Jalla untuk menempa hamba-hambaNya. Untuk melaksanakan berbagai kewajiban tentu saja dibutuhkan bekal kesabaran dan untuk meninggalkan berbagai larangan dibutuhkan bekal kesabaran juga. Oleh sebab itulah sebagian ulama mengatakan, a�?Sesungguhnya sabar terbagi menjadi tiga; sabar dalam berbuat taat, sabar dalam menahan diri dari maksiat dan sabar tatkala menerima takdir Allah yang terasa menyakitkan.a�?
 
Firman Allah Subhanahu wa Taa�?ala,

U�UZO� O?UZO�UZO�O?UZ U�U?U�U� U�U?O�U?USO?UZO�U? O?U?U�U�UZO� O?U?O?U?O�U�U�U? O�U�U�U�UZU�U? U� U?UZU�UZU�U� USU?O�U�U�U?U�U� O?U?O�U�U�U�UZU�U? USUZU�U�O?U? U�UZU�U�O?UZU�U? Us U?UZO�U�U�U�UZU�U? O?U?U?U?U�U�U? O?UZUSU�O?U? O?UZU�U?USU�U?

a�?Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.A�Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.a�? (At-Taghabun: 11).
 
Sabar terhadap segala cobaan termasuk iman kepada Allah.

Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh AllA?h akan semakin besar. RasA�lullA?h Shallallahu a�?alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Saa��d bin AbA� WaqqA?sh radhiyallahu a�?anhu :

USUZO� O�UZO?U?U?U�UZ O�U�U�U�UZU�U? O?UZU�U�U? O�U�U�U�UZO�O?U? O?UZO?UZO?U�U? O?UZU�O�UZO?U� U�UZO�U�UZ O�U�O?UZU�U�O?U?USUZO�O?U? O�U?U�U�UZ O�U�O?UZU�U�O�UZU�U? U?UZO�U�O?UZU�U�O�UZU�U? U?UZUSU?O?U�O?UZU�UZU� O�U�O�U�UZO�U?U�U? O?UZU�UZU� O�UZO?UZO?U? O?U?USU�U?U�U? U?UZO?U?U�U� U?UZO�U�UZ O?U?USU�U?U�U? O�U?U�U�O?U�O� O�O?U�O?UZO?U�UZ O?UZU�O�UZO�U?U�U? U?UZO?U?U�U� U?UZO�U�UZ U?U?U� O?U?USU�U?U�U? O�U?U�U�UZO�U? O�O?U�O?U?U�U?U�UZ O?UZU�UZU� O�UZO?UZO?U? O?U?USU�U?U�U?

a�?Ya RasA�lullA?h! Siapakah yang paling berat ujiannya?a�? Beliau menjawab, a�?Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanyaa�?A�HR. at-Tirmidzi no. 2398, an-NasA?i no. 7482, Ibnu MA?jah no. 4523 (ash-ShahA�hah no. 143)

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu a�?anhu bahwa Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam bersabda,
a�?Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hambaNya, maka Dia menyegerakan hukuman baginya di dunia; sedang apabila Allah menghendaki keburukan pada seorang hambaNya, maka Dia menangguhkan dosanya sampai Dia penuhi balasannya nanti di Hari Kiamat.a�? (HR. At-Tirmidzi dan al-Hakim).
 
Pahala bagi orang yang ridha atas cobaan yang menimpanya.
Nabi shallallahu a�?alaihi wassallam bersabda,
a�?Sesungguhnya besarnya pahala setimpal dengan besarnya cobaan; dan sesungguhnya apabila Allah Taa��ala mencintai suatu kaum, maka Dia menguji mereka dengan cobaan. Untuk itu, barangsiapa yang ridha, maka baginya keridhaan dari Allah, sedang barang siapa yang marah, maka baginya kemarahan Dari Allah.a�? (Hadits hasan, menurut at-Tirmidzi).

Engkau juga akan mendapatkan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan balasan yang lebih baik daripada amalnya dan melipat gandakannya tanpa terhitung. AllahA�Taa�?ala berfirman,

U?UZU�UZU�UZO�U�O?U?USUZU�U�UZ O�U�U�UZO�U?USU�UZ O�UZO?UZO�U?U?O� O?UZO�U�O�UZU�U?U� O?U?O?UZO�U�O?UZU�U? U�UZO� U?UZO�U�U?U?O� USUZO?U�U�UZU�U?U?U�UZ

a�?Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakana�?. (An-Nahl: 96)

U�U�UZU�UZO� USU?U?UZU?U�UZU� O�U�O�U�UZO�O?U?O�U?U?U�UZ O?UZO�U�O�UZU�U?U� O?U?O?UZUSU�O�U? O�U?O?UZO�O?U?

a�?Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batasa�?. (Az-Zumar : 10)

Bahkan engkau akan mengetahui bahwa keberuntungan pada hari kiamat dan keselamatan dari neraka akan mejadi milik orang-orang yang sabar. Firman Allah.

U?UZO�U�U�U�UZU�UZO�O�U?U?UZO�U? USUZO?U�O�U?U�U?U?U�UZ O?UZU�UZUSU�U�U?U� U�U?U�U� U?U?U�U?U� O?UZO�O?U? O?UZU�UZO�U�U? O?UZU�UZUSU�U?U?U� O?U?U�UZO� O�UZO?UZO�U�O?U?U�U� Us U?UZU�U?O?U�U�UZ O?U?U�U�O?UZU� O�U�O?U�UZO�O�U?

a�?Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :a��Salamun a�?alaikum bima shabartuma��. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itua�? (Ar-Raa��d : 23-24)
Dari Shuhaib radhiyallahu a�?anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda. a�?Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginyaa�?.A�Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud

Sumber: KitabTauhid/Syaikh Muhammad At-Tamimi/almanhaj.or.id

READ MORE
Info Sehat

Berbagai Manfaat Tomat

Siapa yang tidak mengenal tomat? Buah yang satu ini selain segar,enak, juga kaya manfaat. Warna tomat yang merah, memikat siapa saja yang melihat untuk mencicipinya. Berbagai macam manfaat untuk tubuh bisa didapat dengan mengonsumsi tomat. Dengan izin Allah Subhanahu wa Taa�?ala, di balik kesegarannya pula,tomat bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit berbahaya. Berikut ini kami sebutkan sebagai manfaat dari tomat.
Mencegah kanker.
Di dalam tomat terdapat zat yang bernama likopen. Kandungan likopen dalam tomat tergolong tinggi. Likopen bermanfaat untuk mengurangi beberapa resiko penyakit kanker. Di antaranya kanker paru-paru, kanker pancreas, usus besar, dan kanker payudara. Di samping itu, bagi pria, likopen dan antioksidan dalam tomat efektif untuk melindungi otak dari serangan stroke.
Membantu mengurangi migrain.
Kandungan riboflavin pada tomat dapat membantu mengurangi serangan migrain. Riboflavin juga dikenal sebagai vitamin B2, mikronutrisi yang mudah dicerna tubuh dan larut dalam air.
Menyehatkan tulang.
Tomat merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin K. Vitamin K penting untuk menjaga kesahatan tulang. Satu cangkir tomat mentah mengandu- ng 17% dari nilai harian vitamin yang direkomendasikan untuk tubuh.
Menyehatkan jantung.
Selain vitamin K, tomat ternyata mengandung vitamin B6, niasin, folat, dan potasium. Zat yang membantu menurunkan tekanan darah.
Sahabat bagi penderita diabetes.
Tomat mengandung mineral dan kromium yang digunakan untuk memban- tu menjaga kadar gula darah penderiata diabetes.
Kesehatan mata.
Kandungan vitamin A dalam tomat tergolong tinggi. Fungsi utama vitamin A untuk menjaga kesehatan mata.
Melindungi dari pengaruh asap rokok.
Tomat mengandung asam chlorogenic dan asam coumaric, yang membantu melawan karsinogen yang disebabkan asap rokok.
Pilihlah tomat yang berwarna merah segar serta kepadatan buahnya yang merata, permukaan kulit tomat mulus juga tidak ada noda-noda memar atau bu- suk.
Dengan melihat berbagai manfaat dan kebaikan buah tomat, tidak ada sa- lahnya kita berikhtiar dengan mengonsumsi tomat secukupnya setiap hari. <Arif>.
 
Sumber : MajalahA�Tashfiyah

READ MORE
Da'wah

Jauhi Berprasangka Buruk

Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut sua��uzhan mungkin biasa atau bahkan sering hinggap di hati kita. Berbagai prasangka terlintas di pikiran kita, si A begini, si B begitu, si C demikian, si D demikian dan demikian. Yang parahnya, terkadang persangkaan kita tiada berdasar dan tidak beralasan. Memang semata-mata sifat kita suka curiga dan penuh sangka kepada orang lain, lalu kita membiarkan zhan bersemayam di dalam hati. Bahkan kita membicarakan serta menyampaikannya kepada orang lain. Padahal sua��u zhan kepada sesama kaum muslimin tanpa ada alasan/bukti merupaan perkara yang terlarang. Demikian jelas ayatnya dalam Al-Qura��anil Karim, Allah Azza Wa Jalla berfirman:

USUZO� O?UZUSU�U?U�UZO� O�U�U�UZO�U?USU�UZ O?U�UZU�U?U?O� O�O�U�O?UZU�U?O?U?U?O� U?UZO�U?USO�U�O� U�U?U�UZ O�U�O?U�UZU�U�U? O?U?U�U�UZ O?UZO?U�O�UZ O�U�O?U�UZU�U�U? O?U?O�U�U�U�

a�?Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangka (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.a�? (Al-Hujurat: 12)
Dalam ayat di atas, Allah Azza Wa Jalla memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang di bangun di atas suatu qarinah (tanda-tanda yang menunjukkan ke arah tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapat qarinah yang kuat maka timbullah zhannya, apakah zhan yang baik ataupun yang tidak baik. Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa. Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah. Inilah zhan yang diperingatkan oleh Nabi shallallahu a�?alaihi wassallam dan dinyatakan oleh beliau sebagai pembicaraan yang paling dusta. (Syarhu Riyadhis Shalihin, 3/191)
Al-Hafizh ibnu katsir Rahimahullah berkata, a�?Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman melarang hamba-hambaNya dari banyak persangkaan, yaitu menuduh dan menganggap khianat kepada keluarga, kerabat dan orang lain tidak pada tempatnya. Karena sebagian dari persangkaan itu adalah dosa yang murni, maka jauhilah kebanyakan dari persangkaan tersebut dalam kehati-hatian. Kami meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar Ibnul Khaththab radhiyallahu a�?anhu beliau berkata, a�?janganlah sekali-kali engkau berprasangkaA� kecuali kebaikan terhadap satu kata yag keluar dari saudaramu yang mukmin, jika memang engkau dapati kemungkinan pada kata tersebuta��.a�? (Tafsir Ibnu Katsir, 7/291)
 
Abu Hurairah radhiyallahu a�?anhu pernah menyampaikan sebuah hadits rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam yang berbunyi:
a�?Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganla ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkkannya. Takwa itu disini, takwa itu di sini.a�? Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. a�?Cukuplah sesorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.a�? (HR. Al-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)
Zhan yang disebutkan dalam hadits di atas dan juga di dalam ayat, kata ulama kita, adalah tuhmah (tuduhan). Zhan yang diperingatkan dan larangan adalah tuhmah tanpa ada sebabnya. Seperti seseorang yang dituduh berbuat fahisyah (zina) atau dituduh minum A�khamr padahal tidak tampak darinya tanda-tanda yang mengharuskan dilemparkannya tuduhan tersebut kepada dirinya. Dengan demikian, bila tidak ada tanda-tanda yang benar dan sebab yang zahir (tampak), maka haram berzhan yang jelek. Terlebih lagi kepada orang yang keadaannya tertutup dan yang tampak darinya hanyalah kebaikan/keshalihan. Beda halnya dengan seseorang yang terkenal dikalangan manusia sebagai orang yang tidak baik, suka terang-terangan berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang mendatangkan kecurigaan seperti keluar masuk ketempat penjualan khamr, berteman dengan para wanita penghibur yang fajir, suka melihat perkara yang haram dan sebagainya. Orang yang keadaannya seperti ini tidaklah terlarang untuk berburuk sangka kepadanya. (Al-Jamia�� li Ahkamil Qura��an 16/217, Ruhul Maa��aniA�A�13/219)
Al-Imam Al-Qurthubi Rahimahullah menyebutkan dari mayoritas ulama dengan menukilkan dari Al-Mahdawi, bahwa zhan yang buruk terhadap orang yang zahirnya baik tidak dibolehkan. Sebaliknya, tidak berdosa berzhan yang jelek kepada orang yang zahirnya jelek. (Al Jamia�� li Ahkamil Qura��an, 16/218)
Karenanya, Ibnu Hubairah Al-Wazir Al-Hanbali berkata, a�?Demi Allah, tidak halal berbaik sangka kepada orang yang menolak kebenaran, tidak pula kepada orang yang menyelisihi syariat.a�? (Al-Adabus Syara��iyyah, 1/17)
Sufyan Rahimahullah berkata, a�?Zhan yang mendatangkan dosa adalah bila seseorang berzhan dan ia membicarakannya. Bila ia diam/menyimpan dan tidak membicarakannya maka ia tidak berdosa.a�?
Dimungkinkan pula, kata Al-Qadhia��iyadh Rahimahullah, bahwa zhan yang dilarang adalah zhan yang murni /tidak beralasan, tidak dibangun diatas asas dan tidak didukung dengan bukti. (Ikmalul Mua��lim bi Fawa a�? id Muslim, 8/28)
Kepada seseorang muslim yang secara zahir baik agamanya serta menjaga kehormatannya, tidaklah pantas kita berzhan buruk. Bila sampai pada kita berita yang a�?miringa�? tentangnya maka tidak ada yang pantas kita lakukan kecuali tetap berbaik sangka kepadanya. karena itu, tatkala terjadi peristiwa Ifk dimasa Nubuwwah, dimana orang-orang munafik menyebarkan fitnah berupa berita dusta bahwa istri Rasullulah shallallahu a�?alaihi wassallam yang mulia, shalihah, dan thahirah (suci dari perbuatan nista) AisyahA�radiallahhu a��anha berzina, wala��iyadzubillah, dengan sahabat yang mulia Shafwan ibnu Mua��aththal radhiyallahu a�?anhu Allah Azza Wa Jalla mengingatkan kepada hamba-hambanya yang beriman agar tetap berprasangka baik dan tidak ikut-ikutan dengan munafikin menyebarkan kedustaan tersebut. Dalam Tanzil-Nya, DiaA�Azza Wa Jalla berfirman:

U�UZU?U�U�UZO� O?U?O�U� O?UZU�U?O?U�O?U?U�U?U?U�U? O?UZU�U�UZ O�U�U�U�U?O�U�U�U?U�U?U?U�UZ U?UZO�U�U�U�U?O�U�U�U?U�UZO�O?U? O?U?O?UZU�U�U?U?O?U?U�U?U�U� O�UZUSU�O�U�O� U?UZU�UZO�U�U?U?O� U�UZU�O�UZO� O?U?U?U�U?U? U�U?O?U?USU�U?

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengapa mereka tidak berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata“.a�? (An-Nur: 12)
Dalam Al-Qura��anul karim, Allah Azza Wa Jalla mencela orang-orang Badui yang takut berperang ketika mereka diajak untuk keluar bersama pasukan mujahidin yang dipimpim oleh Rasulullah shallallahu a�?alaihi wassallam. Orang-orang Badui ini dihinggapi dengan zhan yang jelek.

O?UZUSUZU�U?U?U�U? U�UZU?UZ U�U�U�U�U?O�UZU�U�UZU?U?U?U�UZ U�U?U�UZ U�U�U�O?UZO?U�O�UZO�O?U? O?UZO?UZU�UZO?U�U�UZO�U� O?UZU�U�U?UZU�U�U?U�UZO� U?UZO?UZU�U�U�U?U?U�UZO� U?UZU�O?U�O?UZO?U�U?U?O�U� U�UZU�UZO� Us USUZU�U?U?U�U?U?U�UZ O?U?O?UZU�U�O?U?U�UZO?U?U�U?U� U�U�UZO� U�UZUSU�O?UZ U?U?U� U�U?U�U?U?O?U?U�U?U�U� Us U�U?U�U� U?UZU�UZU� USUZU�U�U�U?U?U? U�UZU?U?U� U�U�U?U�UZ U�U�U�U�UZU�U? O?UZUSU�U�U�U�O� O?U?U�U� O?UZO�UZO�O?UZ O?U?U?U?U�U� O�UZO�U�U�O� O?UZU?U� O?UZO�UZO�O?UZ O?U?U?U?U�U� U�UZU?U�O?U�U?O� Us O?UZU�U� U?UZO�U�UZ U�U�U�U�UZU�U? O?U?U�UZO� O?UZO?U�U�UZU�U?U?U�UZ O�UZO?U?USO�U�U?O�A�(U?U?)U?

O?UZU�U� O?UZU�UZU�O?U?U�U� O?UZU� U�U�UZU� USUZU�U�UZU�U?O?UZ U�U�O�U�UZO?U?U?U�U? U?UZU�U�U�U�U?O�U�U�U?U�U?U?U�UZ O?U?U�UZU�U�U� O?UZU�U�U�U?USU�U?U�U� O?UZO?UZO?U�O� U?UZO?U?USU�U?U�UZ O�UZU�U�U?U?UZ U?U?U� U�U?U�U?U?O?U?U?U?U�U� U?UZO?UZU�UZU�O?U?U�U� O?UZU�U�UZ U�U�O?U�UZU?U�O?U? U?UZU?U?U�O?U?U�U� U�UZU?U�U�U�U?O� O?U?U?O�U�O� (U?U?)U?

a�?Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, a�?Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.a�� Mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka. Katakanlah, a�?Maka siapakah gerangan yang dapat menghalangi-halangi kehendak Allah jika dia menghendaki manfaat bagi kalian. Bahkan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tetapi kalian menyangka bahwa Rasul dan orang-orang yang beriman sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kalian memandang baik dalam hati kalian persangkaan tersebut. Dan kalian telah menyangka dengan sangkaan yang buruk, kalian pun menjadi kaum yang binasa.a�? (Al-Fath 11-12)
Wallahu aa��lam bish-shawab.
 
Sumber : MajalahA�Asy Syariah

READ MORE
Chat bersama kami