Ekonomi

INSTRUMENT EKONOMI SELAIN ZAKAT

Zakat adalah sebuah kewajiban yang mengikat pada sebuah objek, yaitu kepemilikan harta. Mulai dari harta yang bersifat produktif (perdagangan), harta hasil dari pemanfaatan alam (tambang, pertanian, perkebunan), harta simpanan (emas, perak), maupun harta dadakan (barang temuan) dikenakan zakat. Sebagai sebuah kewajiban, zakat tentu mempunyai batas-batas yang menjadikannya wajib yaitu nishob dan haul.
Sebagai sebuah kewajiban zakat mempunyai nilai a�?punish and rewarda�� yang lebih berbobot dari pada sebuah anjuran biasa. Harta yang belum mencapai nishob dan haul belumlah dikatakan wajib zakat, namun jika harta sudah mencapai batas kewajiban zakat dan tidak ditunaikan maka hukum Allah sangat luar biasa. (QS. 9:75-77, 92:5-10, 9:34, 9:35, 3:180)
Dengan adanya batasan nishob, haul dan syarat-syarat lainnya membuat kewajiban zakat tidak menjadi beban bagi pemilik harta, karena secara otomatis zakat dikenakan hanya untuk kelebihan harta diluar kebutuhan pokok. Dengan demikian tidak semua orang akan terkena kewajiban zakat.
Sejatinya menjadi sebuah keuntungan bagi kita ketika harta yang kita miliki terkena kewajiban zakat, artinya kita telah melewati batasan nishob yang tidak kecil jumlahnya (termasuk golongan aghniya) dan kita lebih beruntung daripada orang lain, yaitu diberi kesempatan melaksanakan suatu kewajiban. Dimana, dimensi kewajiban itu juga membawa dampak sosial yang tidak kecil.
Lalu, bagaimana dengan orang yang hartanya belum wajib zakat? Dalam Islam, membantu orang lain tidak perlu menunggu kaya atau cukup. Karena disediakan kesempatan terbuka untuk orang pada kondisi apapun, melaksanakan amaliyah kebajikan. Jadi, undangan untuk meringankan beban bagi mereka yang membutuhkan, bukan saja datang pada saat kita cukup atau berlebih. Juga, pada saat kita sempit (QS. 3:134). Dalam beberapa penjelasan bahkan disebutkan bahwa mereka yang mampu berkorban untuk kemaslahatan dalam keadaan sempit mendapatkan apresiasi lebih dari Allah.
Dalam ukuran angka, potensi zakat banyak sekali diprediksi oleh pengamat ekonomi Islam karena adanya parameter yang membatasinya. Namun potensi instrument ekonomi Islam lainnya infaq dan shodaqoh tidak terdeteksi karena sifatnya yang sukarela. Padahal berdasarkan catatan lembaga-lembaga amil zakat nilai pengumpulan donasi diluar zakat ini jauh lebih besar. Perbandingannya bisa maencapai 30% : 70%.
Dengan nilai yang lebih besar tentunya donasi diluar zakat ini memiliki kemampuan untuk memberdayakan yang tidak kecil pula. Dengan demikian infaq yang ditunaikan meskipun kecil, telah dapat menolong saudara kita yang lemah.
Jika zakat pengumpulannya menggunakan sebuah instruksi yang bersifat a�?memaksaa�� (karena wajib), maka infaq shodaqoh lebih mengandalkan kerelaan hati pemilik harta untuk menunaikannya, meskipun sebelumya seseorang telah mengeluarkan zakat. Jadi bagi anda yang belum terkena kewajiban zakat, jangan khawatir. Karena anda masih bisa berinfaq shodaqoh dan nilai perubahannya bisa sepadan dengan zakat jika dikelola oleh lembaga yang profesional. Saatnya infaq shodaqoh anda lebih berdaya. (uqi)
Dalam kotak
Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) berkata kepda Abu Bakar: “Aku melihat engkau memerdekakan hamba-hamba yang lemah. Sekiranya engkau memerdekakan hamba-hamba yang kuat, pasti mereka akan membelamu dan mempertahankanmu, hai anakku.” Abu Bakar menjawab: “Wahai Bapakku, aku mengharap apa yang ada di sisi Allah.” Maka turunlah ayat-ayat yang berkenaan dengan Abu Bakar ini (S.92:5-21)
(Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Amir bin Abdillah bin Zubair yang bersumber dari bapaknya bernama Zubair.)

READ MORE

Islam Dan Kebebasan

Banyak manusia yang hidup di dunia ini menginginkan kehidupan yang bebas dan tidak terkekang dengan berbagai aturan. Sampai-sampai karena kuatnya keinginan ini mereka tidak lagi mengindahkan norma-norma agama, sebab mereka menganggap agama sebagai belenggu semata.
Meskipun faktanya, kebebasan yang tanpa batas mustahil terwujud di dunia ini. Karena perbuatan yang dilakukan oleh manusia sering dipengaruhi oleh dorongan hawa nafsu, sehingga ketika seseorang meninggalkan norma-norma agama otomatis dia akan terjerumus mengikuti aturan hawa nafsunya yang dikendalikan oleh setan, dan ini merupakan sumber malapetaka terbesar bagi dirinya. Karena hawa nafsu manusia selalu menggiring kepada keburukan dan kerusakan, sebagaimana firman Allah Taa��ala: a�?Sesungguhnya nafsu (manusia) itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbkua�? (QS Yuusuf:53). Juga firman-Nya: a�?Dan janganlah kamu mengikuti orang yang telah kami lalaikan hatinya dari mengingat Kami, serta menuruti hawa (nafsu)nya, dan (semua) urusannya menjadi rusak/buruka�? (QS al-Kahfi:28).
Arti Kebebasan yang Hakiki
Berdasarkan keterangan di atas, maka kebebasan hakiki yang mendatangkan kebahagiaan dan kesenangan hidup bagi manusia tidak mungkin dicapai dengan meninggalkan norma-norma agama, bahkan sebaliknya ini merupakan kesempitan hidup dan belenggu yang sebenarnya, sebagaimana yang terungkap dalam firman-Nya: a�?Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya dia (akan merasakan) kehidupan yang sempit (di dunia), dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan butaa�? (QS Thaaha:124).
Imam asy-Syaukani rahimahullah berkata, a�?Makna ayat ini: Sesungguhnya Allah Taa��ala menjadikan (memberikan balasan) bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya dan berkomitmen dengan agama-Nya dengan kehidupan yang (penuh) kenikmatan di dunia, tanpa ada kesedihan, kegundahan dan kesusahan (dalam) dirinyaa��Dan Dia menjadikan (memberikan balasan) bagi orang yang enggan mengikuti petunjuk-Nya dan berpaling dari agama-Nya dengan kehidupan yang sempit serta (penuh dengan) kepayahan dan penderitaan (di dunia). Bersamaan dengan semua penderitaan yang menimpanya di dunia, di akhirat (kelak) dia akan (merasakan) penderitaan, kepayahan dan kesempitan hidup yang lebih berat lagia�?.
Sebaliknya, Allah Taa��ala menegaskan bahwa kebahagiaan hidup yang hakiki hanyalah akan dirasakan oleh orang yang berkomitmen dengan agama-Nya dan tunduk kepada hukum-hukum syariat-Nya. Allah Taa��ala berfirman: a�?Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakana�? (QS. an-Nahl:97).
Para ulama salaf menafsirkan makna a�?kehidupan yang baik (di dunia)a�? dalam ayat di atas dengan a�?kebahagiaan (hidup)a�? atau a�?rezki yang halal dan baika�? dan kebaikan-kebaikan lainnya yang mencakup semua kesenangan hidup yang hakiki.
Sebagaimana Allah Taa��ala menjadikan kelapangan dada dan ketenangan jiwa dalam menerima syariat Islam merupakan ciri orang yang mendapat petunjuk dari-Nya, dan kesempitan serta terbelenggunya jiwa merupakan pertanda orang yang tersesat dari jalan-Nya. Allah Taa��ala berfirman: a�?Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan keburukan/siksa kepada orang-orang yang tidak berimana�? (QS al-Ana��aam:125).
Maka melepaskan diri dari aturan-aturan agama Islam dengan dalih kebebasan berarti justru menjebloskan diri kedalam penjara hawa nafsu dan belenggu setan yang akan mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan berkepanjangan di dunia dan akhirat.
Tauhid Membebaskan Manusia dari Penghambaan Diri kepada Makhluk
Landasan utama Islam, tauhid, yang berarti pemurnian ibadah dan penghambaan diri kepada Allah Taa��ala semata dan berpaling dari penghambaan diri kepada selain-Nya, adalah bukti terbesar yang menunjukkan adanya kebebasan yang hakiki dalam Islam.
Setiap manusia terlahir dengan kecenderungan untuk menghambakan diri dan tunduk kepada sesuatu, maka jika kecenderungan ini tidak diarahkan kepada penghambaaan diri yang benar, yaitu kepada Allah Taa��ala, maka dengan sendirinya setanlah yang akan menggiringnya menjadi hamba bagi hawa nafsunya. Allah Taa��ala berfirman: a�?Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya dan Allah menjadikannya tersesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)?. Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajarana�? (QS al-Jaatsiyah:23).
Makna ayat ini: pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan agamanya (apa yang sesuai) dengan hawa nafsunya, sehingga tidaklah dia menyukai sesuatu (menurut hawa nafsunya) kecuali dia akan mengikutinya. Karena dia tidak beriman kepada Allah, tidak mengharamkan apa yang diharamkan-Nya dan tidak menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya. (Cara) beragamanya adalah apa yang diinginkan oleh hawa nafsunya maka itulah yang dikerjakannya
Semoga kaum muslimin dapat memegang teguh dan mengamalkan ajaran Islam untuk kemaslahatan hidup manusia dan dijauhkan dari bahaya nafsu buruk yang akan menjerumuskan ke dalam lembah kesengsaraan dan penderitaan berkepanjangan di dunia dan akhirat.

READ MORE
Mencintai Orang MiskinDa'wah

KEUTAMAAN MENCINTAI ORANG MISKIN ….

Ikhwan dan akhwat yang senantiasa berbahagia diatas hidayah dan rahmat Allah, diantara akhlak yang mulia yang diajarkan oleh nabi kita yang mulia, ialah mencintai orang miskin serta mendekat kepadanya…karena dengan mendekat kepadanya serta mencintainya memiliki fawaidh yang sangat besar…
Berikut kami turunkan bbrp hadits rasulullah dibawah ini…
O?UZU�U� O?UZO?U?USU� O�UZO�U?U� O�UZO�U?USUZ O�U�U�UZU�U�U? O?UZU�U�U�U? U�UZO�U�UZ: O?UZU?U�O�UZO�U�U?USU� O�UZU�U?USU�U�U?US O�UZU�UZU�U� O�U�U�UZU�U�U? O?UZU�UZUSU�U�U? U?UZO?UZU�UZU�U�UZ O?U?O?UZO?U�O?U? : O?U?O�U?O?U?U� O�U�U�U�UZO?UZO�U?U?USU�U�U? U?UZO?UZU�U� O?UZO?U�U�U?U?UZ U�U?U�U�U�U?U�U�….
Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, ia berkata: a�?Kekasihku (Rasulullah) Shallallahu a�?alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka…
Hadits ini shahA�h.
Lihat dalam silsilah al-AhA?dA�ts shahA�hah (no. 2166).
Fawaidh dari hadits yang mulia ini
Mencintai Orang-Orang Miskin Dan Dekat Dengan Mereka.
Begitulah wasiat Rasulullah kepada sahabat Abu Dzar ini, pada hakikatnya adalah wasiat untuk ummat Islam secara umum.
Perhatikan wahai saudara-saudariku….
Nabi Shallallahu a�?alaihi wa sallam berwasiat kepada Abu Dzar agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Tentunya kita sebagai ummatnya Rasulullah hendaknya menyadari bahwa nasihat Beliau Shallallahu a�?alaihi wa sallam ini tertuju juga kepada kita semua.
Siapakah yang dimaksud orang miskin disini??
Orang-orang miskin yang dimaksud, adalah mereka yang hidupnya tidak berkecukupan, tidak punya kepawaian dalam mencukupi kebutuhan pokoknya dan mereka tidak mau meminta-minta kepada manusia.
Dalam riwayat yang lain…
Ketika Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam berkumpul bersama orang-orang miskin, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Beliau Shallallahu a�?alaihi wa sallam , tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang-orang miskin itu, lalu mereka menyuruh beliau agar mengusir orang-orang fakir dan miskin yang berada bersama beliau. Maka masuklah dalam hati beliau keinginan untuk mengusir mereka, dan ini terjadi dengan kehendak Allah Taa��ala. Lalu turunlah ayat:
U?UZU�UZO� O?UZO�U�O�U?O?U? O�U�UZU�O�U?USU�UZ USUZO?U�O?U?U?U�UZ O�UZO?UZU�U�U?U�U� O?U?O�U�U�O?UZO?UZO�O�U? U?UZO�U�U�O?UZO?U?USU?U� USU?O�U?USO?U?U?U�UZ U?UZO�U�U�UZU�U?
Janganlah engkau mengusir orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan petang hari, mereka mengharapkan wajah-Nya. [al-Ana��A?m/6:52]
Silsilah shahihah: 3297
Kemudian terkahir diantara doa Rasulullah ialah berdoa��a agar mencintai orang-orang miskin. Rasulullah Shallallahu a�?alaihi wa sallam bersabda:
O�UZU�U�UZU�U�U?U�UZU� O?U?U�U?U�USU� O?UZO?U�O?UZU�U?U?UZ U?U?O?U�U�UZ O�U�U�O�UZUSU�O�UZO�O?U?O? U?UZO?UZO�U�U?UZ O�U�U�U�U?U�U�U?UZO�UZO�O?U?O? U?UZO�U?O?UZU� O�U�U�U�UZO?UZO�U?U?USU�U�U?O? U?UZO?UZU�U� O?UZO?U�U?U?O�UZ U�U?USU� U?UZO?UZO�U�O�UZU�UZU�U?USU�O? U?UZO?U?O�UZUZO� O?UZO�UZO?U�O?UZ U?U?O?U�U�UZO�UZ U�UZU?U�U�U? U?UZO?UZU?UZU?UZU�U�U?USU� O?UZUZUSU�O�UZ U�UZU?U�O?U?U?U�U�U?O? U?UZO?UZO?U�O?UZU�U?U?UZ O�U?O?UZU�U?UZO? U?UZO�U?O?UZU� U�UZU�U� USU?O�U?O?U?U�U?UZO? U?UZO�U?O?UZU� O?UZU�UZU�U? USU?U�UZO�U?U�O?U?U�U?USU� O?U?U�UZU� O�U?O?U?U�U?UZ.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu.
Shahih jamius shaghir: 59
Dan masih banyak lagi bbrp hadits Rasullullah akan pembahasan masalah ini….
Untuk itu perhatikanlah mereka, ajarkan ilmu yang bermanfaat untuknya, terutama dari perkara perkara yang wajib dia ketahui…
Mudahkan mereka dalam meraih ilmu yang menjadi kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupannya…
Dan jangan pula dikhususkan dakwah kepada orang-orang kaya saja tanpa memberikan kemudahan bagi orang miskin dalam mendapatkannya….
INGAT!
Diantara kejayaan ummat ini juga, mungkin disebabkan dari doa doa mereka serta keikhlasan mereka dalam beribadah….
Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda:
Beliau Shallallahu a�?alaihi wa sallam juga bersabda:
O?U?U�UZU�U�UZO� USUZU�U�O�U?O�U? O�U�U�U�U? U�UZO�UZU�U? O�U�U�O?U?U�UZU�O�UZ O?U?O�UZO?U?USU�U?U?U�UZO�: O?U?O?UZO?U�U?UZO?U?U�U?U�U�O? U?UZO�UZU�O�UZO?U?U�U?U�U�O? U?UZO?U?O�U�U�O�UZO�U?U�U?U�U�.
Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.
Shahih targhib wa tarhib: 6
Untuk itu wahai saudaraku rangkullah mereka ajaklah dan ajarkan mereka kebaikan didalam agama ini….dan janganlah engkau membedakan membedakan mereka dalam menyampaikan ilmu…
Semoga bermanfaat!

READ MORE

Mungkin, Tangan Kita Yang Mengotori Jiwanya

Suatu hari, di sebuah pertemuan orangtua dan salah seorang pakar pendidikan diA� Indonesia yang ketika itu menjadi pembicara, terjadi percakapan berikut:
Seorang Ibu: a�?Pak, saya mau bertanya. Anak saya usianya 14 tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi penari. Saya perhatikan semakin ke sini dia semakin serius dengan cita-citanya itu. Saya jadi bingung dan gelisah, Pak. Saya harus bagaimana mengarahkannya?a�?
Pakar Pendidikan: a�?Memang kenapa kalau dia ingin jadi penari? Khawatir tidak sukses? Waduh, Bu. Ibu ketinggalan zaman. Lihat sendiri sekarang ini penari sudah banyak yang sukses. Lagipula ibu mau arahkan ke mana anak Ibu? Apakah menurut Ibu dia akan lebih bahagia dan sukses bila dia menjalani arahan yang Ibu inginkan? Jadi mana yang lebih penting, anak Ibu menjalankan keinginan Ibu atau dia menjalankan keinginannya sendiri dan bahagia menjalaninya?a�?
Sang Ibu pun manggut-manggut mencoba menerima masukan dari Sang pakar pendidikan. Namun entah kenapa, hatinya tetap gelisah.
 

*********************

 
Pada tulisan kali ini, kita akan mengkritisi dua hal dari percakapan di atas.

  1. Definisi sukses
  2. Ke-tidak konsisten-an orang tua

 

  1. Definisi Sukses

Apakah sukses itu? Karena kita muslim, maka hal pertama yang kita lakukan adalah mencari definisi sukses menurut Al Quran.
a�?Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah sukses. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.a�? (QS Ali Imron: 185).
Dari ayat di atas kita belajar: sukses bukan lah sekadar kekayaan dunia, ketinggian karir, kemurnian darah bangsawan, dan kepopularan seseorang di dunia yang singkat ini. Sukses adalah ketika dia dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Maka jelaslah, seharusnya seorang muslim berpegang erat pada definisi sukses yang hakiki ini. Jangan berpuas hati hanya pada kesuksesan yang fana.
a�?Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.a�? (QS Asy Syuuro: 20)
 

  1. Ke-tidak konsisten-an Orangtua

 
Bila orangtua gelisah ketika anaknya menghabiskan waktunya bermain game dengan gadget atau PSP dan lainnya, kenapa dibelikan semua fasilitas itu?
Bila orangtua gelisah ketika anaknya besar ingin menjadi penari, kenapa sedari kecil justru didorong dan difasilitasi dengan diikutkan kegiatan menari?
Bila orangtua gelisah ketika anaknya besar ingin menjadi musisi, kenapa sedari kecil justru dipaksa untuk les musik?
Bila orangtua gelisah ketika anaknya yang baligh tak mau menutup aurat, kenapa sedari kecil dipakaikan kepadanya rok mini dan baju tanpa lengan itu?
Bila orangtua gelisah ketika anaknya hamil di luar nikah atau menghamili, kenapa tak dilarang ketika anaknya berkhalwat?
Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu a�?alaihi wasallam telah bersabda: a�?Seorang bayi tidak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusia�?
Allah Yang Maha Adil membentangkan dua pilihan bagi jalan manusia, a�? Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinyaa�? (QS Asy Syams: 9-10)
Ayah, Bunda yang dirahmati Allaha��
Maka apakah dari tangan-tangan kitalah justru anak-anak kita terkotori jiwanya?
Tinggalkanlah kegiatan-kegiatan yang tak akan membawanya ke surga, tempat semua puncak cita, kemenangan dan kesuksesan yang hakiki.
Mari kita buat resolusi baru:
a�?Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuia�? . (QS. Ar Ruum: 30)
Ya Allah bimbinglah kamia��
(Poppy Yuditya: Penulis Kolom Catatan Hati Ibu;Parenting nabawiyah)

READ MORE
Kesehatan

Terserang Flu??? Coba Konsumsi 5 Makanan ini.

Ketika musim hujan tiba, kondisi tubuh jadi lebih berisiko untuk terkena serangan beragam penyakit. Penyakit yang kerap terjadi di musim penghujan adalah flu, di mana penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang cepat menular. Flu terjadi karena adanya infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan termasuk tenggorokan, hidung, serta paru-paru. Namun demikian, anda tidak perlu khawatir akan hal tersebut karena ada beberapa cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk mengembalikan kebugaran tubuh anda.
Beberapa makanan yang bisa melawan flu
1. Bawang putih
Bawang putih mempunyai sifat anti-mikroba yang bisa menjaga kekebalan tubuh. Selain itu, bawang putih juga bisa membantu melancarkan saluran pernapasan. Jika anda tidak bisa mengonsumsinya secara langsung, anda bisa mencampurkan bawang putih ke dalam masakan favorit anda.
2.A� Daging sapi
Salah satu makanan terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh adalah daging sapi. Daging sapi adalah sumber zat besi yang baik, yang berperan penting dalam perkembangan sel-sel darah putih, di mana sel-sel tersebut berperan mempertahankan daya tahan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, protein yang terkandung dalam daging sapi juga dapat mendukung tubuh untuk membangun antibodi serta melawan infeksi.
3. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung vitamin A yang memiliki peran penting terhadap kesehatan permukaan mukosa, termasuk juga saluran pencernaan, bagian dalam hidung, dan kulit. Sebagian besar orang mungkin tidak berpikir jika infeksi sebenarnya bisa memasuki tubuh melalui kulit dengan mudahnya. Sebagai informasi, kulit juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
4. Sup ayam
Komposisi air dalam sup mampu diserap tubuh untuk membantu mengencerkan lendir yang pada akhirnya mudah untuk dikeluarkan. Ayam hadir di dalam sup juga memiliki kandungan gizi yang tinggi dan mempunyai efek anti-inflamasi pada tubuh, sehingga dapat membantu mengurangi pembengkakan atau peradangan yang terjadi pada saluran sinus dan hidung.
5. Kunyit
Rempah-rempah super ini memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Kunyit mempunyai sifat anti-inflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan. Mengonsumsi kunyit dapat mencegah bahkan melawan penyakit flu atau pilek.

READ MORE
Konsultasi

Adab Berteman

Banyak dalil dalam Al-Qura��an dan As-Sunnah yang menjelaskan adab-adab berteman.
Diantaranya:

  1. Berteman hanya karena Allah
    Rasulullah berkata:
    a�?Tiga hal, jika ketiganya ada pada seseorang dia akan merasakan lezatnyaman: Allah dan rasul-Nya lebiha cintai dari selain keduanya, cinta kepada seseorang semata-mata hanya karena Allah, dan dia tidak senang kembali kepada kekufuran sebagaimana dia tidakngin dilemparkan ke dalam api.a�? (HR. Al-Bukhari dan Muslim))
  2. Memilih teman yang baik
    Telah kita sebutkan di awal pembahasan bahwa tidak semua orang bisa kita jadikan teman. Sehingga seorang muslim yangngin menyelamatkan agamanya hendaknya memilih teman yang baik.rrasulullah bersabda:
    a�?Seseorang ada di atas agama temannya, maka hendaknya salah seorang kalian meneliti siapa yang dijadikan sebagai temannya.a�? (HR. Ahmad dan Abu Dawud no. 4833, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 127)
  3. Menjaga kerukunan
    Rasulullah berpesan kepada Mua��adz dan Abu Musa :
    a�?Berilah kemudahan dan jangan membuat sulit orang lain, berilah kabar gembira yang membuat orang senang dan jangan membuat orang lari dari agama islam, serta hendaknya kalian rukun serta tidak berselisih.a�?
  4. Lemah lembut kepada teman
    Allah menjelaskan tentang sifat rasulullah dan orang-orang yang bersamanya:
    a�?Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.a�? (Al-Fath: 29)
    Rasulullah bersabda:
    a�?Sikap lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan memperindahnya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya jelek.a�? (HR. Muslim)
  5. Sedang-sedang (tidak berlebihan) dalam mencintai teman
    Dari hadits Abu Hurairah rrrasulullah bersabda:
    a�?Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.a�? (HR. At-Tirmidzi no. 1997 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniahimahullah dalam Shahih Al-Jamia�� no. 178)
  6. Menerima kekurangan teman
    Rasulullah bersabda:
    a�?Janganlah seorang mukmin membenci mukminah. Jika dia tidak senang satu akhlaknya niscaya dia akan senang dengan akhlaknya yang lain.a�?
    Asy-Syaikh Muhamad bin Shalih Al-UtsaiminahimahullahA� menyatakan, a�?Walaupun hadits ini berkaitan tentang suam istri, namun juga berlaku dalam adab berteman.a�? (Lihat Syarahiyadhush Shalihin))
  7. Jangan mencerca teman
    Mencerca teman mengesankan bahwa engkau tidak sabar dalam bersahabat dengannya. Tidak sepantasnya engkau mencerca temanmu dalam semua masalah, yang besar dan kecil. Bahkan tidak semua orang pantas untuk dicerca.
    Allah berfirman: a�?Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.a�? (Al-Hijr: 85)
    Dari Anas bin Malik : a�?Aku tidak pernah memegang dibaj (satu jenis sutera) yang lebih lembut dari tangan rasulullah. Aku telah menjadi pelayanrrasulullah selama sepuluh tahun. Tidak pernah sekalipun beliau berkata: a�?Ah.a�? Tidak pernah pula beliau berkata tentang apa yang kulakukan: a�?Kenapa kau lakukan?a�? dan tidak pernah pula ketika aku tidak melakukan sesuatu, beliau berkata: a�?Kenapa tidak kau lakukanni danni?a�? (HR. Al-Bukhari no. 3561 dan Muslim no. 2309)
    Al-Mawardi berkata, a�?Banyak mencerca adalah sebab putusnya hubungan persahabatan a��.a�? (Lihat Nia��matul Ukhuwah hal. 17-54)

READ MORE
Kesehatan

Penyakit Flu Dapat Memicu Autisme

sahabat,,selain makanan yang harus dijaga oleh Ibu hamil, pada saat hamil juga harus waspada terhadap penyakit. Salah satunya penyakit flu. Terkena penyakit flu saat hamil beresiko dua kali lipat memiliki anak autisme dibandingkan dengan ibu hamil yang tak tertular flu. Meski penelitian itu tidak menunjukkan hubungan sebab akibat tapi para pakar mengatakan sebaiknya ibu hamil mendapatkan vaksin flu. Penelitian tersebut dilakukan tim dari Denmark dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang menganalisa lebih dari 97.000 anak berusia 8-14 tahun yang lahir di Denmark antara tahun 1997 dan 2003. Hanya satu persen dari anak-anak itu di diagnosa menderita spektrum autisme.
Tim peneliti mewawancarai para ibu mengenai ada tidaknya infeksi dan demam tinggi selama kehamilan dan setelah melahirkan, serta pernah tidaknya mereka memakai antibiotik. Pertanyaan yang diajukan kepada para ibu itu mencapai 200 pertanyaan untuk mencari informasi mengenai berbagai jenis infeksi selama kehamilan. Meski studi itu tidak didesain untuk kasus flu, tetapi ternyata para ibu yang mengaku pernah menderita flu ketika hamil beresiko dua kali lebih besar memiliki anak autis. Mereka yang menderita demam selama seminggu sebelum trisemester tiga, risikonya memiliki anak autis naik menjadi tiga kali lipat. Memang tipe kehamilan seorang ibu berbeda-beda.
Penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan otak bayi terinfeksi ketika sistem imun ibunya saat hamil menjadi/bereaksi aktif, misalnya karena melawan infeksi. Ini berarti sistem imun ibu mungkin berperan besar pada perkembangan bayi. “Riset mengenai kaitan antara flu saat hamil dan autisme sangat menarik karena adanya bukti ilmiah pada hewan bahwa autisme terkait dengan faktor imunologi yang memengaruhi perkembangan otak bayi,” kata Dr.Susan Hyman, ketua American Academy of Pediatrics subkomite autisme.A� Walau begitu para ahli mengatakan bukti-bukti bahwa sakit flu saat hamil memicu autisme kurang cukup kuat. Karena itu wanita yang memiliki anak autisme jangan menyalahkan dirinya sendiri. “Cukup banyak gejala demam yang dikira sebagai influenza dan tidak semua wanita yang terinfeksi virus influenza menyadarinya. Selain itu kaitan antara antibiotik dan autisme tidak pernah ditemukan,” kata Dr.Susan Hyman. Pemberian obat-obatan selama kehamilan memang dibatasi, tetapi calon ibu yang menderita demam tinggi atau flu sebaiknya tidak perlu takut berobat ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat. Secara umum, ibu hamil bisa meningkatkan imunitas tubuh mereka melawan penyakit dengan cara mendapatkan vaksin flu dan cukup istirahat. Pemberian vaksin flu tidak hanya efektif untuk ibu tapi juga akan melindungi bayi sampai enam bulan setelah kelahiran.
Maka dari itu sahabat, marilah kita menjaga kesehatan saat hamil, sejak masih trimester awal hingga trimester terakhir, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

READ MORE
Konsultasi

Ada Apa dengan Halal Haram

Para pembaca yang mulia, suatu hari terjadi sebuah dialog yang mengesankan antara Rasulullah r dengan para sahabatnya, sebagaimana penuturan sahabat Abu Hurairah t berikut,
a�?Rasulullah r berkata, a�?Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?a�� Para sahabat menjawab, a�?Setahu kami orang yang bangkrut itu adalah orang yang tak punya harta benda.a�� Maka Rasulullah n menjelaskan, a�?Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, namun dia juga membawa catatan dosa; mencela si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, membunuh si ini, dan memukul si ini. Akhirnya, pahala kebaikan yang dimilikinya diberikan kepada masing-masing orang yang dijahatinya itu (sebagai balasannya). Manakala pahala kebaikannya itu tidak mencukupi untuk menebus dosa kejahatan yang dilakukannya, diambillah dosa-dosa orang yang dijahatinya itu dan ditimpakan kepadanya, lalu dia dilempar ke dalam nerakaa��.a�? (HR. Muslim no. 2581)
Sabda Rasulullah r,
a�?Akan datang kepada manusia suatu masa, yang ketika seseorang tidak lagi memedulikan sesuatu yang diraihnya, apakah dari hasil yang halal ataukah dari hasil yang haram.a�? (HR. al-Bukhari no. 2059, dari sahabat Abu Hurairah t)
Itulah salah satu potret buruk orang yang tak memedulikan halal dan haram dalamA�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A�A� kehidupannya. Menghalalkan segala cara demi meloloskan kehendak hawa nafsunya. Terkadang dengan mencela orang lain, menuduhnya, memakan hartanya, memukulnya, bahkan membunuhnya. Akhirnya menjadi bangkrut dan merugi di akhirat walaupun dia datang dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat.
Menyikapi Isu Halal dan Haram

  1. Meyakini bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Semua ajaran dan aturannya telah tertata dengan sebaik-baiknya. Ada yang halal dan jelas kehalalannya, ada yang haram dan jelas keharamannya, dan ada pula yang syubhat (samar) hukumnya bagi sebagian manusia namun tidak syubhat (samar) bagi sebagian lainnya.
  2. Terhadap sesuatu yang telah jelas kehalalan dan keharamannya, setiap muslim dan muslimah harus mengikuti ketetapan yang ada dalam syariat ini.
  3. Adapun masalah yang syubhat (samar) dan menjadi pro-kontra di tengah umat, maka setiap muslim dan muslimah tidak boleh bermudah-mudahan mengatakan (secara dusta) bahwa ini halal dan ini haram, kemudian menyandarkannya kepada Allah I.
  4. Kita tidak boleh larut dengan isu halal dan haram tersebut, apalagi tergesa-gesa menyiarkannya tanpa tatsabbut (klarifikasi) dan bimbingan ulama.
  5. Mengembalikan masalah yang syubhat (samar) dan menjadi pro-kontra di tengah umat itu kepada para ulama mumpuni (ulil amri) dengan menanyakannya kepada mereka dan mengikuti bimbingan mereka dengan sebaik-baiknya.

a�?Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.a�? (an-Nahl:43)
Wallahu aa��lam bish-shawab

READ MORE

Kisah Teladan, Mu'adz bin Jabal

Berikut ini adalah rangkaian kisah perjalanan hidup seorang pembesar dari umat ini, seorang pemberani yang pernah ada dalam barisan umat ini, dan seorang ulama dari ulama Islam. Beliau adalah seorang sahabat yang mulia Mu’adz bin Jabal bin Amr al-Anshari al-Khazraji al-Madani al-Badri yang kun’yahnya bernama Abu Abdurahman. Beliau seorang sahabat yang ikut menyaksikan bai’at Aqobah, peperangan Badr serta peristawa penting lainnya bersama Rasulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk pemuda dari kalangan Anshar yang mempunyai otak cemerlang, cerdas, pemalu, dan dermawan.A� Berkata Abdu Shamad bin Sa’id mensifati tentang dirinya:
“Beliau berbadan tinggi, tegap, dan gagah”. Seorang ulama lain yang bernama al-Madaini juga mengatakan akan sifat beliau: “Beliau seorang yang berbadan tinggi, memiliki rambut indah yang sedikit berikal, berbola mata besar, dan berkulit putih. Dirinya masuk Islam pada saat usianya baru berumur delapan belas tahun, ikut peperangan Badar, sedangkan dirinya ketika itu masih berusia dua puluh satu tahun. ( Dinukil dari kitab Siyar a’lamu Nubala 1/444-445 )
 
Beliau salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadits dari Nabi r, dan Nabi r pernah mengutusnya ke Yaman sebagai gubernur disana. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits tentang kisah beliau manakala diutus ke Yaman, dari Ibnu Abbas t, beliau menceritakan: “Bahwa Rasulallah r, tatkala mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau berpesan padanya:
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi sekelompok kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah. Jika sekiranya mereka mentaatimu akan hal tersebut, maka beritahulah mereka bahwasannya Allah telah mewajibakan atas mereka sholat lima waktu setiap harinya“. HR Bukhari no: 1458. Muslim no: 19.
 
Sungguh sangat banyak sekali hadits serta atsar yang menjelaskan akan keutamaan yang dimiliki oleh Mu’adz serta kedudukannya yang sangat mulia.
 
Salah satunya, haditsnya Abdullah bin Amr t yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi r, “Ambillah al-Qur’an dari empat orang, dari Ibnu Ummi Abdin (Abdullah bin Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, dan Ubai bin Ka’ab serta Salim mantan sahayanya Abu Hudzaifah”. HR Bukhari no: 3758. Muslim no: 2464.
 
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari Rasyid bin Sa’ad, beliau menceritakan: “Tatkala telah sampai berita pada Umar bin Khatab bahwa di Sargha, yaitu a��daerah perbatasan antara Hijaz dan Syam- terjadi wabah yang menyebar, beliau mengatakan: “Telah sampai berita padaku bahwa di Syam telah terjadi wabah yang menyebar”. Aku katakan padanya: ‘Jika sekiranya aku menjumpai kematian, sungguh telah meninggal Abu Ubaidah maka aku minta supaya digantikan oleh Mu’adz bin Jabal, kalau aku ditanya oleh Allah, kenapa aku minta digantikan oleh Mu’adz? Maka aku akan jawab: “Karena aku pernah mendengar Rasulullah r berkata: “Sesungguhnya Mu’adz akan dikumpulkan kelak pada hari kiamat didepannya para ulama”. HR Ahmad 1/263 no: 108. A�Dalam redaksinya ath-Thabarani dikatakan: “Didepannya para ulama sejauh mata memandang”. HR ath-Thabarani dalam Mu’jamul Kabir 20/30 no: 41. Dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no: 1091.
 
Dan dalam mustadraknya al-Hakim, beliau membawakan sebuah hadits dari Masruq, beliau berkata: “Aku pernah membaca disisi Abdullah bin Mas’ud t, Allah I “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah”. (QS an-Nahl: 120). Begitu mendengar maka Ibnu Mas’ud t berkata: “Sesungguhnya Mu’adz adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah”. Maka ambilah ilmu darinya, maka kami mendatanginya.
 
Dari Sahl bin Abi Hatmah, beliau mengatakan: “Diantara kalangan para sahabat yang sudah memberi fatwa pada zaman Rasulallah r ada tiga dari kalangan Muhajirin yaitu Umar, Utsman dan Ali, dan tiga dari kalangan Anshar yaitu Ubai bin Ka’ab, Mu’adz dan Zaid”.
 
Mu’adz bin Jabal t, beliau merupakan fuqahanya para sahabat, sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh al-Hakim dari Ali bin Rabah, beliau menceritakan: “Pada suatu hari Umar pernah berkhutbah dihadapan manusia, isinya beliau mengatakan: “Barangsiapa yang ingin bertanya tentang halal dan haram, maka hendaknya mendatangi Mu’adz bin Jabal”. HR al-Hakim 4/308 no: 5236. Di nilai shahih oleh al-Hafidh Ibnu Hajar dalam al-Fath 7/126.
 
Salah satu keutamaan beliau juga adalah menjadi sahabat yang dicintai oleh Nabi r. Seperti yang dijelaskan pada sebuah riwayat, dari Mu’adz sendiri yang mana beliau menceritakan bahwa Nabi r pernah mengandeng tangannya lalu bersabda: “Wahai Mu’adz, demi Allah aku mencintaimu, demi Allah aku mencintaimu”. Lalu berpesan: “Aku wasiatkan untukmu wahai Mu’adz supaya tidak pernah meninggalkan tiap kali selesai sholat untuk berdo’a: “Ya Allah, berilah aku pertolongan untuk selalu mengingatMu, bersyukur serta baik dalam beribadah”. HR Abu Dawud no: 1522.
 
Beliau meninggal karena sakit setelah terkena wabah tho’un di negeri Syam, dijelaskan dalam sebuah hadits, sebagaimana dalam musnad Imam Ahmad dair Abu Munib al-Ahdab, beliau menceritakan: “Mu’adz pernah berkhutbah di Syam, beliau menyebutkan tentang wabah tho’un yang menyebar, seraya mengatakan: “Sesungguhnya ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, dan merupakan do’a Nabi kalian, serta banyak orang sholeh yang meninggal dengan sebab itu sebelum kalian. Ya Allah, masukanlah keluarga Mu’adz bagian dari rahmat ini”.
Sumber : www.islamhouse.com

READ MORE

Istiqamah dalam bersedekah

Sering kan kita mendengar kata “istiqamah”?. Misalnya kita sering bilang kepada donatur yang berdonasi melalui lembaga kami, a�?Yang penting Istiqamah pak, besar kecil donasi tidak masalah.a�? Hal ini selalu kita ingatkan untuk menepis anggapan bahwa bersedekah harus dalam jumlah yang besar, pada saat kita berpunya dan berbagai anggapan yang lain. Tentunya edukasi terhadap keIstiqamahan ini perlu disosialisasikan dalam muamalah kita. Nah terus Istiqamah dalam kacamata Islam itu seperti apa sih?
 
Kata “Istiqamah” secara bahasa berarti : Tegak dan Lurus
 
Sedangkan secara Istilah, para salafus shalih memberikan beberapa definisi, diantaranya : Abu Bakar Ash Shiddiq A�: “Hendaknya kamu tidak menyekutukan Allah I dengan apapun juga”. Umar bin Khattab A�: “Hendaknya kita bertahan dalam satu perintah atau larangan, tidak berpaling seperti berpalingnya seekor musang“.Utsman bin Affan A�: “Istiqamah artinya ikhlas”. Ali bin Abi Thalib A�: “Istiqamah adalah melaksanakan kewajian”. Ibnu Abbas A�: “Istiqamah mengandung 3 macam arti : Istiqamah dengan lisan (yaitu bertahan terus mengucapkan kalimat syahadat), Istiqamah dengan hati (artinya terus melakukan niat yang jujur) dan Istiqamah dengan jiwa (senantiasa melaksanakan ibadah dan ketaatan secara terus-menerus).
 
Dalam salah satu hadits, salah satu sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah r, a�?Ya, Rasul ajarkan kepadaku agama Islam, ucapan yang mencakup seluruhnya sehingga aku tidak bertanya lagi kepadamu sesudah ini.a�? Beliau menjawab, a�?Yakinlah kepada Allah A�dan Istiqamah.a�? (HR. Muslim)
Itulah beberapa pengertian dari Istiqamah dan begitu besarnya keutamaan dari masalah ini, Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari a��Aisyah a��radhiyallahu a��anha-, beliau mengatakan bahwa RasulullahA�r bersabda,a�?Amalan yang paling dicintai oleh AllahA�A�adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit.a�?
 
An NawawiA�rahimahullahA�mengatakan, a�?Ketahuilah bahwa amalan yang sedikit namun konsekuen dilakukan, itu lebih baik dari amalan yang banyak namun cuma sesekali saja dilakukan.A�Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan ketaatan, dzikir, pendekatan diri pada Allah , niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang KholiqA�. Amalan sedikit namun konsekuen dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang sedikit namun sesekali saja dilakukan.a�?
 
Selain amalan yang kontinyu dicintai oleh Allah , amalan tersebut juga dapat mencegah masuknya virus a�?futura�? (jenuh untuk beramal). Jika seseorang beramal sesekali namun banyak, kadang akan muncul rasa malas dan jenuh. Sebaliknya jika seseorang beramal sedikit namun ajeg (terus menerus), maka rasa malas pun akan hilang dan rasa semangat untuk beramal akan selalu ada. Itulah mengapa kita dianjurkan untuk beramal yang penting kontinyu walaupun jumlahnya sedikit.
 
Istiqamah dalam kaitannya dengan bersedekah merupakan salah satu dari berbagai amal ibadah yang banyak memberikan faedah bagi pelakunya. Diantara faedahnya adalah dapat memadamkan murka Allah , bisa memadamkan dosa, memadamkan panas kubur bagi pelakunya, pada hari kiamat seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya serta keutamaan yang lainnya. Sedekah merupakan bukti kejujuran iman seseorang. Artinya, sedekah identik dengan sifat seorang mukmin, sebaliknya, kikir dan bakhil terhadap apa yang dimiliki identik dengan sifat orang munafik. Untuk itulah, setelah Allah A�A�menceritakan sifat orang munafik, Allah A�sambung dengan perintah agar orang yang beriman memperbanyak sedekah. Di surat Al-Munafiqun, Allah A�A�berfirman, a�?Infakkanlah sebagian dari apa yang Aku berikan kepada kalian, sebelum kematian mendatangi kalian, kemudian dia meng-iba: “Ya Rab, andai Engkau menunda ajalku sedikit saja, agar aku bisa bersedekah dan aku menjadi orang shaleh.”A�(QS. Al-Munafiqun: 10).
 
Begitu besarnya kekuatan Istiqamah dalam bersedekah, sehingga bila amal shaleh ini dilakukan secara berkelanjutan dan menimbulkan efek imani pada diri seseorang sampai akhir hayatnya, maka orang tersebut akan memperoleh suatu keberuntungan yang sangat besar yaitu dia akan dimasukan ke surganya ALLAH A�melalui Pintu Sedekah. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu HurairahA�, bahwasannya RasulullahA�A� bersabda, a�?Barang siapa yang menginfakkan dua pasang hartanya di jalan AllahA�A�A�A�maka dia akan dipanggil di surga, a�?Wahai hamba Allah, ini adalah yang baik.a�� Barang siapa yang tergolong ahli shalat maka dia akan dipanggil dariA�pintu shalat. Barangsiapa yang tergolong ahli jihad maka dia dipanggil dariA�pintu jihad. Barangsiapa yang tergolong ahli puasa, maka dia akan dipanggil dari pintuA�al-Royyan. Barang siapa yang tergolong ahli sedekah, maka dia akan dipanggil dariA�pintu sedekah.a�? ………A�(HR.A�Al-BukhariA�dan Muslim)
 
Semoga kita dapat menjadi bagian dari ahli sedekah melalui keIstiqamahan dalam beramal sholeh, sehingga kita tergolong orang yang dipanggil oleh ALLAH di surganya melalui Pintu Sedekah, Amin Ya Rabbala��alamin

READ MORE
Chat bersama kami